Rabu, 16 Maret 2011

PERSAUDARAAN

Disunahkan orang yang mencintai saudaranya karena Allah

1. untuk mengabari dan memberitahukan cintanya kepadanya. Nabi saw. bersabda:
Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
2. mendoakan dan



meminta doa dari saudaranya . Nabi saw. bersabda:

Barang siapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Allah mengabulkan; dan bagimu semoga mendapat yang sepadan.” (HR. Muslim).

Umar bin Khatab berkata: Aku meminta izin kepada Nabi saw. untuk umrah, kemudian beliau memberikan izin kepadaku dan bersabda: “Wahai saudaraku, engkau jangan melupakan kami dalam doamu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)



3. mengunjungi orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling memberi karena Allah, setelah mencintai-Nya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutinya. Ketika malaikat sampai kepadanya, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehnya?” Ia berkata, “Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggunya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.” (HR. Muslim)

4. Senantiasa berusaha membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh-sungguh menghilangkan kesusahannya. Hal ini berdasarkan hadits Mutafaq ‘alaih dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda:

Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya dan tidak akan membiarkannya binasa. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat.

5. menemui orang yang dicintai dengan menampakan perkara yang disukainya untuk menggembirakannya dan dengan wajah yang berseri-seri. Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab As-Shagir; Rasulullah saw. bersabda:

Barangsiapa yang menemui saudaranya yang muslim dengan menampakan perkara yang disukainya karena ingin membahagiakannya, maka Allah akan memberikan kebahagiaan kepadanya di Hari Kiamat.


Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun, walau sekedar bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri (HR. Muslim).

6. memberikan dan menerima hadiah saudaranya serta membalasnya. Rasulullah saw bersabda:

Kalian harus saling memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari).

Rasulullah saw. pernah menerima hadiah dan membalasnya. (HR. Bukhari)

Termasuk memberikan balasan hadiah yang setimpal adalah jika seorang muslim mengatakan kepada saudaranya, “Jazakallah Khairan”, artinya semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Tirmidzi meriwayatkan dari Usamah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Barangsiapa diberi kebaikan kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, “Jazakallah Khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan pujian yang sangat baik.

7. Harus berterima kasih kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepadanya. Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:

Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka ia tidak akan bisa mensyukuri nikmat yang banyak. Barangsiapa yang tidak bisa bersyukur kepada orang, maka ia tidak akan bisa bersyukur kepada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah sama dengan bersyukur. Dan tidak membicarakan kenikmatan berarti mengingkari nikmat. Berjamaah adalah rahmat, bercerai berai adalah adzab.



8. Disunahkan membela saudaranya untuk mendapatkan kemanfaatan dari suatu kebaikan atau untuk memberikan kemudahan dari suatu kesulitan. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. jika didatangi peminta-minta, maka beliau suka berkata:

Belalah ia maka kalian akan diberikan pahala. Dan Allah akan memutuskan dengan lisan nabi-Nya perkara yang ia kehendaki. (HR. Bukhari).

9. Wajib menerima permintaan maaf dari saudaranya. Diriwayatkan Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Barangsiapa yang mengajukan permintaan maaf kepada saudaranya dengan suatu alasan tapi ia tidak menerimanya, maka ia akan mendapat kesalahan seperti kesalahan pemungut pajak.



10. Wajib menjaga rahasia seorang muslim. Diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi dari Jabir, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:

Jika seseorang berkata kepada orang lain dengan suatu perkataan kemudian ia menoleh (melihat sekelilingnya), maka pembicaraan itu adalah amanah.



11. Wajib memberi nasihat. Imam Muslim telah mentakhrij dari Abu Hurairah ra., ia berkata; sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:

Hak muslim atas muslim yang lain ada enam. Dikatakan, “Apa yang enam itu, Ya Rasulallah?” Rasul saw. bersabda, “Apabila engkau bertemu dengan saudara muslim yang lain, maka ucapkan salam kepadanya; Apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; Apabila ia meminta nasihat kepadamu, maka berikanlah nasihat kepadanya; Apabila ia bersin dan mengucapkan al hamdu lillah, maka ucapkanlah yarhamukallah; Apabila ia sakit maka tengoklah; Apabila ia meninggal dunia, maka hantarkanlah sampai ke kuburnya.”

Selasa, 15 Maret 2011

Makalah Pembuatan LKS (Lembar Kerja Siswa)

TUGAS MAHASISWA
“Sebagai Persyaratan Mata Kuliah Media Pembelajaran”

“LEMBAR KERJA SISWA (LKS)”



Disusun oleh :
Maulana Fajar Wandhiro
08390219
Kelas 5E



JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2011
Kata Pengantar
Asalamu’alaikum wr.wb.

Segala puja dan puji kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-NYA sehingga saya senantiasa dalam perlindungan dan naungan-NYA serta sholawat dan salam saya sampaikan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, yang mana beliau telah menuntun kita dari jaman kegelapan menuju terang benderang. Penulis bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan makalah Media Pembelajaran yang berjudul “ Lembar Kerja Siswa “ dengan kemampuan maksimal saya, dan makalah ini tidak dapat terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak diantaranya :
1. Ibu Yuni selaku dosen pembimbing mata kuliah Media Pembelajaran atas segala didikan dan bantuannya.
2. Kedua orang tua saya yang telah mendukung, baik doa maupun materi.
3. Sahabat dan teman-teman dekat yang telah membantu merekomendasikan buku-buku dan sumber materi agar makalah ini tersusun dengan lengkap.
4. Serta banyak pihak-pihak yang tidak dapat saya sebutkan pada kesempatan kali ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu saya memohon saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan menambah pengalaman serta pengetahuan saya.
Wassalamu’alaikum wr.wb













Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Untuk meningkatkan kualitas




pendidikan, perlu ada perhatian secara khusus dari berbagai aspek. Aspek tersebut meliputi profesionalisme guru, perkembangan dan pertumbuhan peserta didik, tujuan pendidikan dan pengajaran, program pendidikan dan kurikulum, perencanaan pengajaran, strategi belajar mengajar, media pembelajaran.
Media pembelajaran memiliki bermacam-macam bentuk dan fungsinya, LKS atau lembar kerja siswa merupakan salah satu media cetak yang digunakan sebagai pedoman di dalam pembelajaran serta berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik dalam kajian tertentu. Kebanyakan LKS yang ada di sekolah atau institusi pendidikan hanya LKS yang memindah sebuah jawaban dari materi yang terurai pada awal halaman. Lembar Kerja Siswa semacam ini tidak efisien dan kurang baik terhadap proses pembelajaran siswa, karena peserta didik hanya terpaku pada sebuah uraian dalam LKS tanpa menganalisa sebuah problem atau soal, Sehingga dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar dapat mengoptimalkan hasil belajar. Dalam situasi yang modern saat ini banyak media selain LKS yang lebih dapat mempermudah dan dapat cepat diterima oleh peserta didik. Tetapi, bukan berarti media LKS tidak dapat digunakan oleh karena media-media yang lebih canggih seperti media audio visual, dll.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian LKS?
2. Apakah manfaat dan fungsi media LKS?
3. Karakteristik atau ciri-ciri LKS?
4. Bagaimana cara membuat LKS?
5. Apa sajakah kelebihan dan kekurangannya dan bagaimana cara mengatasinya?
6. Bagaimana implikasinya dalam pembelajaran?

1.3 Tujuan
Pentingnya media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran khususnya SD untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Untuk mengetahui apa yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran LKS ini. Untuk mengetahuinya, perlu perhatikam hal- hal yang dicapai untuk peserta didik sebagai berikut :

a) Ranah kognitif
Memberikan pengetahuan terhadap peserta didik tentang konsep-konsep yang telah terangkum di dalam materi kemudian mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan. Jadi, diharapkan siswa dapat memahami materi secara utuh dengan bimbingan dari guru.
b) Ranah spikomotorik
Memberi refleksi terhadap peserta didik setelah mempelajari materi sehingga siswa mampu menerapkan atau dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit dipelajari.
c) Ranah afektif
Menunjang keaktifan siswa dalam belajar sehingga dapat memberikan sebuah kegiatan pembelajaran yang inovatif, kreatif dan aktif.
Dengan memperhatikan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif diharapkan siswa/ peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.


















BAB II
ISI


A. Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS)
Menurut Dhari dan Haryono (1988) yang dimaksud dengan lembar kerja siswa adalah lembaran yang berisi pedoman bagi siswa untuk melakukan kegiatan yang terprogram. Setiap LKS berisikan antara lain: uraian singkat materi, tujuan kegiatan, alat/ bahan yang diperlukan dalam kegiatan, langkah kerja pertanyaan – pertanyaan untuk didiskusikan, kesimpulan hasil diskusi, dan latihan ulangan.
Jadi, Lembar Kerja Siswa ( LKS) bisa diartikan lembaran-lembaran yang digunakan peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, serta berisi tugas yang dikerjakan oleh siswa baik berupa soal maupun kegiatan yang akan dilakukan peserta didik. Prinsipnya lembar kerja siswa adalah tidak dinilai sebagai dasar perhitungan rapor, tetapi hanya diberi penguat bagi yang berhasil menyelesaikan tugasnya serta diberi bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan. Mengandung permasalahan (problem solving) sehingga siswa dapat mengembangkan pola pikir mereka dengan memecahkan permasalahan tersebut. Lembar kerja siswa merupakan bahan pembelajaran cetak yang yang paling sederhana karena komponen isinya bukan pada materi ajar tetapi pada pengembangan soal-soalnya serta latihan. LKS sangat baik dipergunakan dalam rangka strategi heuristik maupun ekspositorik. Dalam strategi heuristik LKS dipakai dalam metode penemuan terbimbing, sedangkan dalam strategi ekspositorik LKS dipakai untuk memberikan latihan pengembangan.. Selain itu LKS sebagai penunjang untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar dapat mengoptimalkan hasil belajar.
Peran LKS dalam proses pembelajaran adalah sebagai alat untuk memberikan pengetahuan, sikap dan ketrampilan pada siswa. Penggunaan LKS memungkinkan guru mengajar lebih optimal, memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan, memberi penguatan, serta melatih siswa memecahkan masalah. (Dhari dan Haryono, 1988)
Adapun bagi siswa penggunaan LKS menurut Dhari dan Haryono (1988) bermanfaat untuk:
1. Meningkatkan aktifitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.
2. Melatih dan mengembangkan ketrampilan proses pada siswa sebagai dasar penerapan ilmu pengetahuan.
3. Membantu memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan tersebut.
4. membantu menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar siswa secara sistematis.
Hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan bahan pembelajaran cetak terutama lembar kerja siswa adalahpada pengembangan GBPP bahan ajar cetak yang telah dikembangkan sebelumnya, terutama pada analisis kompetensi sampai pada insikator ketercapaiannya. Pengembangan indikator dalam GBPP haruslah benar-benar mewakili standart kompetensi dan kompetensi dasarnya,karena nantinya indikator ini yang akan dijadikan panduan dalam membuat soal. Materi yang ada di dalam lembar kerja siswa merupakan hanya sebuah ringkasan saja tetapi sudah mencangkup tentang apa yang akan dimengerti oleh siswa.
Latihan dan soal-soal yang dikembangkan harus menggunakan berbagai bentuk dan teknik yang beraneka ragam sehingga tidak membosankan. Harus dicantumkan pula bagaimana langkah-langkah pengerjaanya jika soal tersebut berbentuk esai ataupun penugasan. Macam- macam lembar kerja siswa dibagi menjadi dua yaitu LKS terbuka dan LKS tertutup.
a) LKS tertutup, lembaran kegiatan siswa yang digunakan dalam pembelajaran di kelas secara teratur dan sistematis. Contohnya, biasanya setelah guru menyampaikan materi maka siswa diberikan lembar kerja yang harus diselesaikan oleh peserta didik, guru bisa menggunakan lembar kerja siswa tertutup ini
b) LKS terbuka, yaitu lembar kegiatan siswa yang di dalamnya tidak terikat dengan aturan-aturan. Jadi, siswa disuruh menyelesaikan masalah yang ada di dalam LKS ini dengan caranya sendiri beserta dengan petunjuk guru.
Komponen- komponen LKS sebagai berikut :
1) Kata pengantar
2) Daftar isi
3) Pendahuluan ( berisi analisis / daftar dari tujuan pembelajaran dan indikator ketercapaian berdasarkan hasil analisis dari GBPP)
4) Bab 1 berisi tentang ringkasan materi/penekanan materi dari pokok bahasan tersebut.
5) Lembar kerja : berisi berbagai soal ataupun penugasan yang akan dikerjakan oleh siswa
6) Bab 2 berisi tentang ringkasan materi/penekanan materi dari pokok bahasan tersebut.
7) Lembar kerja dst.
8) Daftar pustaka

B. Manfaat dan Fungsi Lembar Kerja Siswa ( LKS )
Peran LKS sangat besar dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar dan penggunaannya dalam pembelajaran geografi dapat membantu guru untuk mengarahkan siswanya menemukan konsep-konsep melalui aktifitasnya sendiri. Disamping itu LKS juga dapat mengembangkan ketrampilan proses, meningkatkan aktifitas siswa dan dapat mengoptimalkan hasil belajar. Manfaat secara umum adalah sebagai berikut :
a) Membantu guru dalam menyusun rencana pembelajaran
b) Mengaktifkan peserta didik dalam proses belajar mengajar
c) Sebagai pedoman guru dan peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistimatis
d) Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi yang akan dipelajari melalui kegiatan belajar
e) Membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.
f) Melatih peserta didik untuk menemukan dan mengembangka keterampilan proses, dan
g) Mengaktifkan peserta didik dalam mengembangkan konsep
Adapun manfaat secara khusus sebagai berikut :
a) Untuk tujuan latihan
Siswa diberikan serangkaian tugas/aktivitas latihan. Lembar kerja seperti ini sering digunakan untuk memotivasi siswa ketika sedang melakukan tugas latihan.
b) Untuk menerangkan penerapan (aplikasi)
Siswa dibimbing untuk menuju suatu metode penyelesaian soal dengan kerangka penyelesaian dari serangkaian soal-soal tertentu. Hal ini bermanfaat ketika kita menerangkan penyelesaian soal aplikasi yang memerlukan banyak langkah. Lembaran kerja ini dapat digunakan sebagai pilihan lain dari metode tanya jawab, dimana siswa dapat memeriksa sendiri jawaban pertanyaan itu.
c) Untuk kegiatan penelitian
Siswa ditugaskan untuk mengumpulkan data tertentu, kemudian menganalisis data
tersebut. Misalnya dalam penelitian statistika.
d) Untuk penemuan
Dalam lembaran kerja ini siswa dibimbing untuk menyelidiki suatu keadaan tertentu, agar menemukan pola dari situasi itu dan kemudian menggunakan bentuk umum untuk membuat suatu perkiraan. Hasilnya dapat diperiksa dengan observasi dari contoh yang sederhana.
e) Untuk penelitian hal yang bersifat terbuka
Penggunaan lembaran kerja siswa ini mengikutsertakan sejumlah siswa dalam penelitian dalam suatu bidang tertentu.
Fungsi Lembar kerja siswa ( LKS ) dalam proses belajar mengajar ada dua sudut pandang, yaitu :
a. Dari sudut pandang peserta didik, fungsi LKS sebagai sarana belajar baik di kelas, di ruang praktek, maupun di luar kelas. Sehingga siswa berpeluang besar untuk mengambangkan kemampuan, menerapkan pengetahuan, melatih ketrampilan, memproses sendiri dengan bimbingan guru untuk mendapat perolehannya.
b. Dari sudut pandang guru, melalui lembar kerja siswa dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sudah menerapkan metode membelajarkan siswa, dengan kadar keaktifan peserta didik yang tinggi. LKS merupana salah satu dari sekian banyak media yang digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Dalam pengajaran mata pelajaran, media LKS banyak digunakan untuk memancing aktivitas belajar siswa. Karena dengan LKS siswa akan merasa diberi tanggung jawab moril untuk menyelesaikan suatu tugas dan merasa harus mengerjakannya, terlebih lagi apabila guru memberikan perhatian penuh terhadap hasil pekerjaan siswa dalam LKS tersebut. Guru tidak memberi jawaban akan tetapi siswa diharapkan dapat menyelesaikan dan memecahkan masalah yang ada dalam LKS tersebut dengan bimbingan atau petunjuk dari guru.




C. Karakteristik Lembar Kerja Siswa (LKS)
1. LKS memiliki soal-soal yang harus dikerjakan siswa, dan kegiatan-kegitan seperti percobaan atau terjun ke lapangan yang harus siswa lakukan.
2. Merupakan bahan ajar cetak.
3. Materi yang disajikan merupakan rangkuman yang tidak terlalu luas pembahasannya tetapi sudah mencakup apa yang akan dikerjakan atau dilakukan oleh peserta didik.
4. Memiliki komponen-komponen seperti kata pengantar, pendahuluan, daftar isi, dll.
D. Cara Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS)
Dalam pembuatan lembar kerja siswa perlu diperhatikan beberapa syarat dan hal-hal yang penting, diantaranya sebagai berikut.
a) Mempunyai tujuan yang ingin dicapai berdasarkan GBPP, AMP, dan buku pegangan/paket, mengandung proses dan kemampuan yang dilatih, serta mengutamakan bahan-bahan yang penting.
b) Tata letak harus dapat menunjukkan urutan kegiatan secara logis dan sistematis, menunjukan bagian-bagian yang sudah diikuti dari awal sampai akhir, serta desainnya menarik dan indah.
c) Susunan kalimat dan kata-kata memenuhi kriteria berikut : sederhana dan mudah dimengerti, singkat dan jelas, istilah baru hendaknya diperkenalkan, serta informasi / penjelasan yang panjang hendaknya dibuat dalam lembar catatan peserta didik.
d) Gambar ilustrasi dan skema sebaiknya membantu peserta didik, menunjukkan cara, menyusun, dan merangkai sehingga membantu anak didik berpikir kritis.

Agar lebih spesifik lagi pembahasan tentang cara pembuatgan Lembar Kerja Siswa (LKS) maka diklasifikasikan sebagai berikut :
a) Syarat didaktik, Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses belajar- mengajar haruslah memenuhi persyaratan didaktik, artinya suatu LKS harus mengikuti asas belajar-mengajar yang efektif, yaitu : memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKS yang baik itu adalah yang dapat digunakan baik oleh siswa yang lamban, yang sedang maupun yang pandai, menekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga LKS dapat berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi siswa untuk mencari tahu, memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa, dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika pada diri siswa, pengalaman belajarnya ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa (intelektual, emosional dan sebagainya), bukan ditentukan oleh materi bahan pelajaran.
b) Syarat konstruksi, yang dimaksud dengan syarat konstruksi adalah syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan yang pada hakikatnya haruslah tepat guna dalam arti dapat dimengerti oleh peserta didik. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan peserta didik, menggunakan struktur kalimat yang jelas, memiliki taat urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik menghindari pertanyaan yang terlalu terbuka, tidak mengacu pada buku sumber yang diluar kemampuan keterbacaan, peserta didik menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaaan pada peserta didik untuk menulis maupun menggambarkan pada LKS, menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek, lebih banyak menggunakan ilustrasi daripada kata-kata, sehingga akan mempermudah
peserta didik dalam menangkap apa yang diisyaratkan LKS, memiliki tujuan belajar yang jelas serta manfaat dari pelajaran itu sebagai sumber motivasi, mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya.
c) Syarat teknis, dari segi teknis memiliki beberapa pembahasan yaitu:
1) Tulisan
Menggunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf latin atau romawi, menggunakan huruf tebal yang agak besar, bukan huruf biasa yang diberi garis bawah, menggunakan tidak lebih dari 10 kata dalam satu baris, menggunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan jawaban peserta didik, mengusahakan agar perbandingan besarnya huruf dengan besarnya gambar serasi.
2) Gambar
Gambar yang baik untuk LKS adalah yang dapat menyampaikan pesan/isi dari gambar tersebut secara efektif kepada penguna LKS. Yang lebih penting adalah kejelasan isi atau pesan dari gambar itu secara keseluruhan.
3) Penampilan
Penampilan adalah hal yang sangat penting dalam sebuah LKS. Apabila suatu LKS ditampilkan dengan penuh kata-kata, kemudian ada sederetan pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik, hal ini akan menimbulkan kesan jenuh sehingga membosankan atau tidak menarik. Apabila ditampilkan dengan gambarnya saja, itu tidak mungkin karena pesannya atau isinya tidak akan sampai. Jadi yang baik adalah LKS yang memiliki kombinasi antara gambar dan tulisan.
Uraian di atas merupakan syarat khusus pembuatan lembar kerja siswa, jika sudah terpenuhi maka melangkah pada syarat umum yang harus dipenuhi untuk membuat LKS
1. Melakukan analisis kurikulum baik SK,KD, indikator, maupun materi pokok.
2. Menyusun peta kebutuhan lembar kerja siswa yaitu pembuatan LKS harus membuat suatu konsep/rancangan terlebih dahulu guna mengetahui materi/komponen perihal yang akan dibahas di dalam LKS tersebut,sehingga akan lebih mudah dalam pelaksanaannya.
3. Menentukan judul LKS dan menulis LKS dengan buku paduan yang jelas.
4. Mencetak lembar kerja siswa dan menentukan lembar penilaian.

E. Kelebihan dan Kekurangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Cara Mengatasi Kekurangannya
Kelebihan Lembar Kerja Siswa (LKS)
1. Guru dapat menggunakan lembar kerja siswa sebagai media pembelajaran mandiri bagi peserta didik.
2. Meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
3. Praktis dan harga cenderung terjangkau tidak terlalu mahal.
4. Materi didalam LKS lebih ringkas dan sudah mencakup keseluruhan materi.
5. dapat membuat siswa berinteraksi dengan sesame teman.
6. Kegiatan pembelajaran menjadi beragam dengan LKS.
7. Sebagai pengganti media lain ketika media audio visual misalnya mengalami hambatan dengan listrik maka kegiatan pembelajaran dapat diganti dengan media LKS.
8. Tidak menggunakan listrik sehingga bisa digunakan oleh SD di pedesaan maupun di perkotaan.
Kekurangan Lembar Kerja Siswa (LKS)
1. Soal-soal yang tertuang pada lembar kerja siswa cenderung monoton, bisa muncul bagian berikutnya maupun bab setelah itu.
2. Adanya kekhawatiran karena guru hanya mengandalkan media LKS tersebut serta memnfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Misalnya siswa disuruh mengerjakan LKS kemudian guru meninggalkan siswa dan kembali untuk membahas LKS itu.
3. LKS yang dikeluarkan penerbit cenderung kurang cocok antara konsep yang akan diajarkan dengan LKS tersebut.
4. LKS hanya melatih siswa untuk menjawab soal,tidak efektif tanpa ada sebuah pemahaman konsep materi secara benar.
5. Di dalam LKS hanya bisa menampilakan gambar diam tidak bisa bergerak, sehingga siswa terkadang kurang dapat memahami materi dengan cepat.
6. Media cetak hanya lebih banyak menekankan pada pelajaran yang bersifat kognitif, jarang menekankan pada emosi dan sikap.
7. Menimbulkan pembelajaran yang membosankan bagi siswa jika tidak dipadukan dengan media yang lain.
Cara mengatasi kekurangan dalam penggunaan lembar kerja siswa.
1. Guru diharapkan membuat LKS yang memiliki soal-soal yang beragam, sehingga soal-soal yang ada tidak kebanyakan terulang-ulang.
2. Peningkatan kualitas professional guru perlu dan juga peningkatan kesadaran seorang guru sebagai pendidik.
3. Dsekolah sebaiknya tidak terpaku dengan LKS yang dikeluarkan oleh penerbit tetapi diharapkan dengan keprofesionalan guru dapat membuat lembar kerja siswa yang lebih bermutu tinggi dari pada yang dikeluarkan penerbit.
4. Untuk menghindari siswa yang hanya dilatih untuk mengerjakan soal sebaiknya guru mempunyai buku pegangan selain LKS dan didalam LKS tidak hanya soal-soal yang wajib dikerjakan oleh siswa tetapi sejumlah kegiatan-kegiatan lapang untuk peserta didik juga perlu.
5. Guru bisa memadukan antara media cetak dengan media-media yang menunjang, misalnya audio-visual kalau ada.
6. Menambah kagiatan – kegiatan yang menstimulus siswa untuk aktif baik bertanya kepada guru maupun menjawab pertanyaan guru.
7. Untuk menghindari kebosanan guru sebaiknya menggabung media satu dengan yang lain. Ataupun menambah sebuah kegiatan diluar kegiatan yang ada pada LKS tersebut.

F. Implikasi Lembar Kerja Siswa dalam Pembelajaran
Dengan adanya media Lembar Kerja Siswa (LKS) diharapkan dapat menjadikan peserta didik aktif dan cepat tanggap, serta kreatif. LKS dapat digunakan pada peserta didik untuk mengamati kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Dapat pula digunakan dalam pendekatan ketrampilan proses, dimana Siswa berlatih mengumpulkan kosep sebanyak – banyaknya tentang materi yang akan dipelajari melalui LKS dan kemudian didiskusikan untuk memperoleh kesimpulan mengenai definisi dan karakteristik materi yang dipelajari.
Pemanfaatan LKS sebagai media pembelajaran dilakukan secara optimal, yaitu digunakan sebagai sumber perolehan informasi serta media dalam latihan soal.
Implementasi pendekatan ketrampilan proses, dilakukan sesuai bagan desain pembelajaran dengan pendekatan ketrampilan proses melalui media LKS. Proses pembelajaran dilakukan dengan terlebih dahulu membagi siswa dalam kelompok kelompok. Pembelajaran dilakukan menggunakan berbagai macam metode, yaitu metode penemuan konsep, metode diskusi, dan metode latihan soal. Penerapan setiap metode pembelajaran tersebut disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran pada setiap pertemuan.










BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah dan pembahasan-pembahasan pada makalah di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
1. Media cetak berupa LKS merupakan bahan pembelajaran cetak yang dikemas dengan hanya menekankan pada latihan, tugas dan soal.
2. Lembar kerja siswa memiliki komponen dan karakteristiknys sesuai dengan media pembelajarannya.
3. Implementasi pendekatan ketrampilan proses menggunakan LKS mampu memberikan hasil belajar yang lebih baik, terlebih lagi jika media cetak seperti LKS dipadukan dengan media-media pembelajaran lain yang menunjang.
4. Media LKS memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi kekurangan itu dapat diatasi oleh seorang guru meskipun tidak sepenuhnya teratasi.
5. Penerapan pendekatan ketrampilan proses pada mata pelajaran terbukti lebih meningkatkan hasil belajar siswa serta lebih membekali siswa dengan sejumlah ketrampilan proses belajar, sehingga akan lebih meningkatkan aspek nilai afektif siswa selama pembelajaran berlangsung.

B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam menggunakan lembar kerja siswa. Disamping itu guru hendaknya mampu menciptakan kreatifitas dalam pembelajaran, sehingga pelajaran akuntansi menjadi lebih menyenangkan serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.









DAFTAR PUSTAKA

Usman, Moh Uzer dan Lilis setyawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sardiman. 1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV Rajawali.
Dhari, HM. dan Dharyono, AP. 1988. Perangkat Pembelajaran. Malang: Depdikbud.
Sungkono dkk. 2009. Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Siddiq, M. Djauhar, dkk. 2009. Pengembangan Bahan Pembalajaran SD. Jakarta. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Darliana. 1991. Metode Pembelajaran Ketrampilan Proses. Jakarta: Depdikbud.
























LAMPIRAN





























PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Materi pokok : Pemerintahan Tingkat Pusat
Kelas/semester : 4/2
Standart kompetensi : 3.mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat
Kompetensi dasar : 3.1 mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan tingkat pusat seperti MPR, DPR, Presiden, MA, MK, KY, BPK dan lain - lain.

A. LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DALAM SUSUNAN PEMERINTAHAN PUSAT
Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang artinya bahwa negara Indonesia hanya terdiri atas satu negara dan satu pemerintahan yang mengatur seluruh penyelenggaraan pemerintahan pemerintahan. Negara indonesia mempunyai bentuk pemerintahan republik yang lembaga-lembaga negaranya diatur dalam UUD 1945.menurut UUD 1945, lembaga-lembaga negara di indonesia diatur dalam pasal 1 ayat (1) menyatakan negara indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.
Untuk lebih mendalam, mari kita pelajari lembaga-lembaga negara kita !
1. Lembaga legislatif
Lembaga legislatif adalah lembaga negara yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang. dan lembaga tersebut antara lain sebagai berikut :
a) DPR
Adalah singkatan dari dewan perwakilan rakyat.anggota DPR dipilih dari partai politik yang berkompetensi dalam pemilihan umum legislatif. Tugas-tugas DPRsebagai berikut :
• Membentuk undang-undang
• Membahas rancangan undang-undang bersama presiden
• Membahas RAPBN (rancangan anggaran pendapatan belanja negara )
Hak DPR sebagai berikut :
• Hak interpelasi adalah hak DPR untuk memintah keterangan kepada persiden
• Hak angket adalah hak DPR untuk mengadakan penyelidikan atas suatu kebijakan presiden/pemerintah
• Hak amandemen adalah hak DPR untuk memulai atau mengadakan perubahan atas rancangan undang-undang
• Hak budget adalah hak DPR untuk mengajukan dan menetapkan undang-undang
• Hak petisi adalah hak DPR untuk mengajukan pertanyaan atasa kebijakan yang diambil pemerintah/presiden
b) MPR
Adalah singkatan dari majelis permusyawaratan rakyat. Anggota MPR terdiri dari DPR dan DPD yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.





Tugas dan wewenang MPR sebagai berikut :
• Mengubah dan menetapkan UUD
• Melantik presiden dan wakil presiden
• Memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD
Hak-hak MPR sebagai berikut :
• Mengajukan usul perubahan pasal-pasal UUD
• Menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan
• Memilih dan dipilih
• Membelah diri
• Keuangan dan administratif








I. Berilah tanda silang silang (x) pada a, b, c, atau d sesuai dengan jawaban yang paling benar

1. Naskah pembukaan undang-undang dasar 1945 terdiri dari ... alenia
a. I
b. II
c. III
d. IV
2. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik pernyataan ini terdapat di dalam pusat ...
a. 1 ayat 1
b. 1 ayat 2
c. 2 ayat 2
d. 2 ayat 2
3. Bentuk negara kita adalah ...
a. Kerajaan
b. Liberal
c. Republik
d. Persemakmuran
4. Kepala pemerintahan di negara kita adalah ...
a. Perdana Menteri
b. Presiden
c. Raja
d. Sultan
5. Presiden Republik Indonesia adalah ...
a. Susilo Bambang Yudoyono
b. Soeharto
c. Ir soekarno
d. Megawati Soekarnoputri
6. Bentuk pemerintahan yang digunakan oleh bangsa Indonesia adalah ...
a. Kerajaan
b. Federasi
c. Kesultanan
d. Republik
7. Presiden di indonesia dipilih oleh rakyat untuk masa jabatan ... tahun
a. 5
b. 6
c. 10
d. 15
8. Sebelum dilaksanakan amandemen, MPR berkedudukan sebagai ...
a. Lembaga tinggi
b. Lembaga tertinggi
c. Lembaga khusus
d. Lembaga mandiri
9. Anggota DPR dipilih oleh ...
a. Pengundian
b. Musyawarah
c. Penunjukan
d. Pemilihan umum
10. Mengajukan usul perubahan pasal-pasal dalam undang-undang dasar adalah hak ...
a. DPR c. MPR
b. Presiden d. DPD


II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Lembaga negara yang berhak melantik presiden /wakil presiden adalah ...
2. MPR bersidang sedikitnya sekali dalam ...
3. Segala keputusan Mpr ditetapkan dengan ...
4. Bab VII UUD 1945 mengatur tentang ...
5. DPR membahas RAPBN bersama ...
6. Rancangan Undang-Undang (RUU) dibahas DPR bersama ...
7. Hak DPR untuk meminta keterangan kepada presiden dinamakan hak ...
8. Anggota DPD merupakan perwakilan dari daerah ...
9. Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan menurut ...
10. Presiden dalam melakukan kewajibannya dibantu oleh satu orang ...

III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Sebutkan hak dan kewajiban presiden sebagai kepala negara !
Jawab :
2. Sebutkan hak prarogratif presiden !
Jawab :
3. Sebutkan lembaga negara yang mendapat laporan pemeriksaan dari BPK !
Jawab:
4. Apakah tugas komisi pemilihan umum !
Jawab :

5. Sebutkan unsur-unsur pokok terjadinya suatu negara !
Jawab :







Nilai Catatan



Senin, 14 Maret 2011

langkah-langkah Pokok Penelitian Tindak Kelas

Secara keseluruhan, prosedur melaksanakan PTK sebagai berikut.
1. Menyusun proposal PTK. Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok:
• Mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara.
• Menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi, media, atau kiat tertentu.
• Memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya.
• Menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan rumusan masalah yang ditetapkan.
• Memilih dan menyusun perspektif, konsep, dan pandangan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK.
• Menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah yang telah dirumuskan.
• Menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK.
• Menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.
2. Melaksanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. Dalam kegiatan ini

diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan-pengamatan dan refleksi-refleksi. Baik pelaksanaan tindakan, pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beriringan, bahkan bersama. Semua hal yang berkaitan dengan ketiga hal di atas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.
3. Menganalisis data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, maupun refleksi. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Hasil analisis data ini dipaparkan lebih lanjut sebagai hasil-hasil PTK. Setelah itu, perlu dibuat kesimpulannya dan dirumuskan saran.
4. Menulis laporan PTK, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kajian konsep atau teoretis. Inilah laporan PTK.
Langkah-langkah Pokok
definisikan masalah
rumuskan tujuan penelitian dan hipotesis (jika mungkin)
kumpulkan data (primer maupun sekunder)
evaluasi data (kritik internal dan eksternal)
tuliskan laporan
Contoh Penelitian Historis
Studi mengenai praktek "ijon" petani cengkih di daerah pedesaan Jawa Tengah

untuk memahami dasar-dasarnya di waktu lampau

menguji apakah sistem ijon masih relevan di masa sekarang

menguji apakah nilai-nilai sosial tertentu serta solidaritas memainkan perananpenting dalam berbagai kegiatan ekonomi pedesaan.
2. Penelitian DeskriptifTujuan
untuk membuat pencandraan/gambaran secara sistematis, faktual, dan akuratmengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu.
Ciri-ciri

tidak ada : pengujian hipotesis, peramalan, pencarian implikasi hubungan antarvariabel penelitian (korelasional)

memerlukan data yang benar-benar representatif (mewakili) objek penelitian.

proses pengambilan sampel penelitian harus hati-hati.
Penelitian Deskriptif sering pula disebut dengan Penelitian Survei
Langkah-langkah Pokok

definisikan tujuan secara jelas dan spesifik

rancang metode pendekatannya :data apa yang akan dikumpulkan??bagaimana cara pengumpulannya??alat apa yang akan digunakan untuk pengumpulan data??siapa sumber datanya??siapa yang bertugas mengumpulkan data?? dsb..

kumpulkan data

tuliskan laporan
Contoh Penelitian Deskriptif

Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja dalam bidang komputer tahun 2000.

Survei mengenai pendapat umum mahasiswa untuk menilai sikap padamahasiswa terhadap rencana perubahan kurikulum
3. Penelitian PerkembanganTujuan
untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan atau perubahan suatu objekatau gejala sebagai fungsi waktu.
Ciri-ciri

penelitian ini menuntut pengamatan yang berkelanjutan (kontinu)
dapat dilakukan secara longitudinal (fungsi waktu) maupun
cross-sectional
Langkah-langkah Pokok

definisikan masalah dan rumuskan tujuan

lakukan telaah pustaka

rancang metode pendekatannya.

kumpulkan data

evaluasi data

susun laporan hasil evaluasi
Contoh Penelitian Historis

Studi mengenai perkembangan tingkah laku anak umur 0 - 10 tahun

Studi mengenai pengaruh bantuan dana IDT pada peningkatan perekonomianpedesaan.

Penelitian mengenai pengaruh kepesertaan program KB terhadap penekananangka kematian.
4. Penelitian Kasus dan Penelitian LapanganTujuan
untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang daninteraksi lingkungan suatu unit sosial : individu, kelompok, lembaga, ataumasyarakat.
Ciri-ciri

objek penelitian berupa unit sosial tertentu

sampel sedikit tetapi variabel pengamatan banyak

kesimpulannya terbatas pada unit sampel tertentu dan tidak dapatdigeneralisasi pada tingkat populasinya (cenderung subjektif).
Langkah-langkah Pokok

rumuskan tujuan yang akan dicapai

rancang metode pendekatannya

kumpulkan data

organisasikan data dan informasi menjadi sebuah rekonstruksi yang terpadu

susun laporan dan diskusikan hasilnya
Contoh Penelitian Historis

Studi lapangan mengenai kebudayaan petani nelayan di wilayah pesisir.

Studi kasus mengenai kehidupan anak-anak jalanan di kota Semarang.

Penelitian tentang tipologi pedagang kaki lima di seputar simpang lima
5. Penelitian KorelasionalTujuan
untuk mengetahui hubungan (korelasional) antara variabel-variabel penelitian
Ciri-ciri

cocok digunakan jika variabel yang diteliti rumit dan tidak dapat diteliti denganmetode eksperimen (tidak dapat dimanipulasi/dikontrol).

memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling berhubungan secaraserentak dalam keadaan realistisnya.

output dari penelitian ini adalah taraf/tinggi rendahnya hubungan dan bukanada atau tidaknya hubungan secara kausal.

pola hubungan sering tidak menentu dan kabur

sering memasukkan berbagai data tanpa pilih-pilih (dipaksakan)

dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan variabelbebas.
Langkah-langkah Pokok

definisikan masalah

lakukan telaah pustaka

rancang cara pendekatannya

kumpulkan data

analisis data dan buat interpretasinya

susun laporan
Contoh Penelitian Historis

Studi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa
Hubungan antara skor test masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi

Peramalan tingkat permintaan barang berdasarkan tingkat harga barang
6. Penelitian EksperimentalTujuan
untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satuatau lebih kelompok eksperimental suatu kondisi/perlakuan danmembandingkannya dengan kelompok eksperimental yang tidak dikenaikondisi/perlakuan.
Ciri-ciri

menuntut pengaturan variabel dan kondisi/perlakuan eksperimen

menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimental

menggunakan hipotesis terutama tentang akibat perbedaan perlakuan
Langkah-langkah Pokok

lakukan survei kepustakaan / studi pustaka

identifikasi dan definisikan masalah

rumuskan hipotesis berdasarkan studi pustaka

definisikan pengertian-pengertian dasar dan variabel utama

susun rancangan penelitian

laksanakan eksperimen

organisasikan data hasil eksperimen
analisis data dan lakukan pengujian hipotesis

interpretasi hasil analisis, diskusikan dan susun laporan
Contoh Penelitian Historis
Pengaruh penambahan dosis pupuk A terhadap peningkatan hasil panen padi.
7. Penelitian Tindakan (Action Research)Tujuan
untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru, cara pendekatan baru,atau produk pengetahuan yang baru, dan untuk memecahkan masalah denganpenerapan langsung di dunia aktual (lapangan).
Ciri-ciri
•praktis dan langsung relevan dengan situasi aktual di lapangan (empiris)
•menyediakan kerangka kerja / sistematika yang teratur untuk memecahkanmasalah dan perkembangan baru yang lebih baik.
•fleksibel dan adaptif, memperbolehkan perubahan-perubahan selama masapenelitian (inovatif).
•tidak selalu menuntut adanya hipotesis dan kontrol variabel.
Langkah-langkah Pokok
•definisikan masalah dan tetapkan tujuan
lakukan telaah/studi pustaka
•rumuskan hipotesis atau strategi pendekatan yang spesifik
•susun rancangan penelitian dan jelaskan prosedur-prosedur serta kondisinya
•tentukan kriteria evaluasi dan teknik pengukuran untuk umpan balik
•laksanakan eksperimen
•analisis data, evaluasi, dan susun laporan
Contoh Penelitian Historis
•Penelitian-penelitian di bidang pemanfaatan teknologi komputer
•Penelitian mengenai program pencegahan kecelakaan lalu lintas bagipengemudi (pelatihan/pendidikan pengemudi).
•Pemberdayaan tenaga putus sekolah pada kewirausahaan.
Penelitian di bidang Ilmu Komputer
kebanyakan berupa penelitian development
,penelitian eksperimental
, dan penelitian tindakan
.Penelitian tersebut memungkinkan dikembangkannya metodologi baru yang lebihspesifik (khususnya dalam perekayasaan) seperti :- Metodologi Pengembangan Sistem Informasi- Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak- Metodologi Pengembangan Perangkat Keras
Kesimpulan :
•Metodologi penelitian menggambarkan tahapan-tahapan dalam prosespenelitian guna memecahkan masalah penelitian dari awal. perencanaanhingga tercapainya tujuan penelitian.
•Tidak ada satu format yang baku tentang metodologi penelitian, tetapi setiapmetodologi penelitian tidak terlepas dari kerangka metode ilmiah.
•Pemilihan metodologi penelitian lebih tergantung pada jenis penelitian yangdilakukan.
•Perkembangan ilmu pengetahuan memungkinkan munculnya metodologipenelitian yang baru (dinamis)