Selasa, 13 Desember 2011
SEKOLAH, Tempat Bersaing Atau Belajar?
Sungguh memprihatinkan berita yang saya baca beberapa hari lalu ini. Seorang anak kelas 1 SD disuruh pindah sekolah oleh gurunya karena 3 dari sepuluh nilainya di bawah 7. Mata pelajaran yang dimaksud adalah Seni Budaya dan Keterampilan, Bahasa Inggris, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ketentuan awal adalah siswa dengan nilai 60-69 masih bisa naik kelas.
Alasan pengeluaran siswa ini adalah karena sekolah mengejar Standar Sekolah Nasional, yaitu tujuh. Namun tidak dikatakan, apakah standar itu berlaku untuk seluruh kelas (1-6) atau hanya sejumlah kelas tertentu, atau justru malah untuk SMP dan SMA.
Bukankah selama ini sekolah dikenal sebagai tempat mengajar dan belajar? Dalam kegiatan belajar, tentunya kegagalan masih dianggap wajar, karena orang belajar dari kegagalannya. Akan tetapi, dengan menyuruh pindah siswanya, itu berarti mereka melarang siswa mereka belajar. Apabila sekolah mengharuskan siswanya mendapat nilai bagus, maka sekolah sudah beralih fungsi menjadi tempat persaingan bagi siswa. Ditambah lagi dengan ketentuan kelas di sekolah tersebut yang menentukan satu kelas hanya diisi 24 orang untuk mengikuti Standar Sekolah Internasional. Dengan memperhitungkan jumlah generasi muda Indonesia dan sedikitnya sekolah yang mampu mengajar, maka jumlah itu sungguh tidak mencukupi kebutuhan bangsa Indonesia dalam pendidikan.
Sekolah yang dimaksud merupakan Sekolah Negeri Percontohan. Apa maksud percontohan disini? Apakah mencontohkan agar sekolah mengeluarkan siswanya yang nilainya masih kurang? Terlebih lagi, siswa tersebut masih kelas 1. Saat itu adalah masa adaptasi bagi anak setelah belajar membaca dan menghitung dasar, sehingga sangat tidak pantas apabila anak diharuskan menghafalkan bahan pelajaran yang sedemikian banyak (10), sedangkan untuk membaca pun ia masih terbata-bata.
Selain itu, apabila alasannya adalah untuk mengejar Standar Sekolah Nasional, seharusnya sekolah memperbaiki terlebih dahulu kualitas pengajaran dan bahan ajarnya, sehingga dapat diikuti semua siswa dengan baik. Total siswa yang dikeluarkan adalah 2 orang, sedangkan 8 orang lainnya akan dievaluasi di kelas 2. Berarti total siswa yang dianggap belum cukup mampu mencapai 10 orang. Yakinkah bahwa yang kurang mampu adalah siswanya? Bisa saja pengajar dan bahan ajarnya yang kurang berkualitas dan tidak memperhitungkan kemampuan siswa, sehingga siswa sulit mengerti bahan ajar yang dijelaskan.
Meskipun siswa tersebut, diakui oleh ibunya, lemah dalam motorik dan lambat saat menulis, namun justru disinilah peran sekolah sebagai tempat belajar. Siswa seharusnya dibina untuk memperbaiki kelemahannya agar tidak sukar mengikuti pelajaran di kelas selanjutnya. Lagipula, nilai siswa tersebut semuanya di atas 60, yang berarti ia masih bisa naik kelas, apabila merujuk pada SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) yang ditetapkan Seksi Dikdas Kecamatan Tebet. Memindahkan anak tersebut ke sekolah lain berarti memindahkan tanggung jawab sekolah tersebut. Hal ini menandakan sekolah tersebut tidak dapat mengajar anak didiknya dengan baik agar bisa mengikuti pelajaran.
Sungguh ironis apabila sekolah memberlakukan ketentuan seperti ini. Masihkah sekolah menjadi tempat belajar dan mengajar? Jangan sampai hanya karena mengejar status sekolah berkualitas atau malah internasional semata tanpa memperbaiki kualitas pengajar dan bahan ajar,
generasi muda Indonesia jadi korbannya.
Rabu, 16 November 2011
Kesabaran Tetap Tak Terbatas
pasti kita pernah marah dan bilang "kesabaranku sudah habis". kemarahan memang sifat yang manusiawi. Keadaan marah terkadang menyebabkan situasi yang serba salah. Telah dijelaskan dalam Al-Quran Surat al nahl ayat 126 yang artinya "Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar". Jadi semarah apapun kita apa salahnya kita tetap memilih sabar. setiap manusia memperoleh cobaan sesuai dengan kemampuannya. Dan senjata paling ampuh untuk menghadapi cobaan itu adalah kesabaran. Ada sebuah kisah yang bisa kita jadikan tauladan yaitu kisah tentang Nabi Nabi Ismail. Nabi Ibrahim ayah Nabi Ismail yang memperoleh wahyu untuk menyembelih anaknya. ketika Ismail digoda oleh iblis Ismailpun berkata “Demi perintah Allah! Aku siap mendengar, patuh, dan melaksanakan dengan sepenuh jiwa ragaku,” jawab Ismail dengan mantap.
Sesampainya di Mina, Nabi Ibrahim AS berterus terang kepada putranya, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?…” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).
“Ia (Ismail) menjawab, ‘Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah! Kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).
Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan langsung ber-tahmid (mengucapkan Alhamdulillâh) sebanyak-banyaknya.
Untuk melaksanakan tugas ayahnya itu Ismail berpesan kepada ayahnya, “Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak-gerak sehingga merepotkan. Telungkupkanlah wajahku agar tidak terlihat oleh ayah, sehingga tidak timbul rasa iba. Singsingkanlah lengan baju ayah agar tidak terkena percikan darah sedikitpun sehingga bisa mengurangi pahalaku, dan jika ibu melihatnya tentu akan turut berduka.”
“Tajamkanlah pedang dan goreskan segera dileherku ini agar lebih mudah dan cepat proses mautnya. Lalu bawalah pulang bajuku dan serahkan kepada agar ibu agar menjadi kenangan baginya, serta sampaikan pula salamku kepadanya dengan berkata, ‘Wahai ibu! Bersabarlah dalam melaksanakan perintah Allah.’ Terakhir, janganlah ayah mengajak anak-anak lain ke rumah ibu sehingga ibu sehingga semakin menambah belasungkawa padaku, dan ketika ayah melihat anak lain yang sebaya denganku, janganlah dipandang seksama sehingga menimbulka rasa sedih di hati ayah,” sambung Isma'il.
Setelah mendengar pesan-pesan putranya itu, Nabi Ibrahim AS menjawab, “Sebaik-baik kawan dalam melaksanakan perintah Allah SWT adalah kau, wahai putraku tercinta!”
Kemudian Nabi Ibrahim as menggoreskan pedangnya sekuat tenaga ke bagian leher putranya yang telah diikat tangan dan kakinya, namun beliau tak mampu menggoresnya.
Ismail berkata, “Wahai ayahanda! Lepaskan tali pengikat tangan dan kakiku ini agar aku tidak dinilai terpaksa dalam menjalankan perintah-Nya. Goreskan lagi ke leherku agar para malaikat megetahui bahwa diriku taat kepada Allah SWT dalam menjalan perintah semata-mata karena-Nya.
Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan tangan dan kaki putranya, lalu beliau hadapkan wajah anaknya ke bumi dan langsung menggoreskan pedangnya ke leher putranya dengan sekuat tenaganya, namun beliau masih juga tak mampu melakukannya karena pedangnya selalu terpental. Tak puas dengan kemampuanya, beliau menghujamkan pedangnya kearah sebuah batu, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. “Hai pedang! Kau dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging?” gerutu beliau.
Atas izin Allah SWT, pedang menjawab, “Hai Ibrahim! Kau menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah penguasa semesta alam berfirman, ‘jangan disembelih’. Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?”
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 106)
semoga kita tergolong orang-orang yang sabar. amin.
Sesampainya di Mina, Nabi Ibrahim AS berterus terang kepada putranya, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?…” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).
“Ia (Ismail) menjawab, ‘Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah! Kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).
Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan langsung ber-tahmid (mengucapkan Alhamdulillâh) sebanyak-banyaknya.
Untuk melaksanakan tugas ayahnya itu Ismail berpesan kepada ayahnya, “Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak-gerak sehingga merepotkan. Telungkupkanlah wajahku agar tidak terlihat oleh ayah, sehingga tidak timbul rasa iba. Singsingkanlah lengan baju ayah agar tidak terkena percikan darah sedikitpun sehingga bisa mengurangi pahalaku, dan jika ibu melihatnya tentu akan turut berduka.”
“Tajamkanlah pedang dan goreskan segera dileherku ini agar lebih mudah dan cepat proses mautnya. Lalu bawalah pulang bajuku dan serahkan kepada agar ibu agar menjadi kenangan baginya, serta sampaikan pula salamku kepadanya dengan berkata, ‘Wahai ibu! Bersabarlah dalam melaksanakan perintah Allah.’ Terakhir, janganlah ayah mengajak anak-anak lain ke rumah ibu sehingga ibu sehingga semakin menambah belasungkawa padaku, dan ketika ayah melihat anak lain yang sebaya denganku, janganlah dipandang seksama sehingga menimbulka rasa sedih di hati ayah,” sambung Isma'il.
Setelah mendengar pesan-pesan putranya itu, Nabi Ibrahim AS menjawab, “Sebaik-baik kawan dalam melaksanakan perintah Allah SWT adalah kau, wahai putraku tercinta!”
Kemudian Nabi Ibrahim as menggoreskan pedangnya sekuat tenaga ke bagian leher putranya yang telah diikat tangan dan kakinya, namun beliau tak mampu menggoresnya.
Ismail berkata, “Wahai ayahanda! Lepaskan tali pengikat tangan dan kakiku ini agar aku tidak dinilai terpaksa dalam menjalankan perintah-Nya. Goreskan lagi ke leherku agar para malaikat megetahui bahwa diriku taat kepada Allah SWT dalam menjalan perintah semata-mata karena-Nya.
Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan tangan dan kaki putranya, lalu beliau hadapkan wajah anaknya ke bumi dan langsung menggoreskan pedangnya ke leher putranya dengan sekuat tenaganya, namun beliau masih juga tak mampu melakukannya karena pedangnya selalu terpental. Tak puas dengan kemampuanya, beliau menghujamkan pedangnya kearah sebuah batu, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. “Hai pedang! Kau dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging?” gerutu beliau.
Atas izin Allah SWT, pedang menjawab, “Hai Ibrahim! Kau menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah penguasa semesta alam berfirman, ‘jangan disembelih’. Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?”
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 106)
semoga kita tergolong orang-orang yang sabar. amin.
Senin, 14 November 2011
TERLALU SUBUHKAH KITA UNTUK BANGUN
terlepas konflik di Papua yang sedang bergejolak akhir-akhir ini, coba sahabat kita tengok sepintas tentang keadaan negara kita yang tercinta. Bisakah keadaan gemah ripah loh jinawi yang sering kita dengar dari bania, pasti lebih banyak memiliki penduduk yang sumber daya manusianya sudah sangat tinggi. Orang-orang yang memiliki sumber daya manusia yang sudah sangat tinggi misalnya berasal dari penduduk Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Negara lainnya mampu mencetak orang-orang yang sudah sangat berjasa di bidang iptek maupun ilmu pengetahuan. Ini merupakan faktor dari sumber daya manusia orang tersebut. Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk yang sangat banyak, tetapi jarang penduduk Indonesia yang dapat menyamai prestasi yang sama seperti penduduk di negara lain. Inilah lemahnya bangsa Indonesia yang memiliki jumlah peduduk yang banyak tetapi masih kurang di sumber daya manusianya. Jadi sangatlah penting sumber daya manusia yang berkualitas bagi semua orang. Penduduk Indonesia masih belum mengerti banyak tentang pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas itu. Untuk mengatasi ini semua bisa dimulai dengan memberi perhatian khusus terhadap anak-anak generasi penerus bangsa. Selain itu banyaknya penduduk miskin di Indonesia yang tidak menyekolahkan anak-anaknya karena masalah dana yang tidak mampu untuk mambayar biaya sekolah. Walaupun sudah mendapat BOS (Bantuan Oprasional Sekolah) dan Bea Siswa tetap saja tidak dapat untuk membeli peralatan belajar dan perlengkapan sekolah.Disamping permasalahan itu kata-kata kapitalisme tampaknya sudah tidak asing ditelinga para sahabat. Semenjak penjajahan Belanda terhadap Indonesia, nasib Indonesia telah terhubungkan dengan perkembangan kapitalisme dunia.
kalau bisa diistilahkan dengan sedikit gurauan serius terbitnya matahari dari barat diartikan bahwa ilmu dan pemahaman Barat berupa Kapitalisme yang melahirkan pola kehidupan materialistik, kesenjangan dan dehumanisasi telah menjadi acuan; maka “kiamat” dalam tatanan hidup manusia sudah dekat. Dan tak ada cara yang lain kecuali mengadopsi sistem yang telah dibuatkan Sang Kholik yang tahu persis apa yang terbaik untuk makhluknya.hehehehehe :-D
Bangsa Indonesia bisa bangkit, tampaknya kita tidak terlalu subuh untuk bangun dari keadaan terjajah secara ekonomi dengan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Mawar Di Atas Rel Kereta (CERPEN)
Terlihat seorang pemuda dengan kemeja dan setangkai mawar berjalan di bawah gerimisnya senja. dengan senyum yang lebar ia bergegas menuju sebuah rumah tinggi dan besar di sebuah perumahan elit. ia persiapkan rasa percaya dirinya menuju kesana dan menyiapkan mentalnya untuk bertemu bidadari yang telah menggilakan hatinnya.
Kirana itulah nama seorang gadis yang ia kejar-kejar. dari kejauhan terlihat senyumnya yang membuat pemuda itu semakin terpana. "Kirana apakah kamu bisa turun sebentar dari persembunyianmu itu", minta Yusuf karena keinginannya untuk menemui Kirana. Ya.. Yusuf, itulah nama panggilan pemuda si pembawa mawar. hei Kirana, aku kesini untuk membicarakan sesuatu kepadamu. Aku tidak apa yang bisa aku lakukan untuk meyakinkanmu tapi yang jelas aku merasa ada yang lain di hatiku."Apa Suf?",tanya Kirana. aku mencintaimu Kirana. Kata-kata Yusuf membuat Kirana bingung dan tidak berani menatap matanya. Kiranapun bicara dengan nada sedikit pelan. Yusuf, aku tidak menyangka kamu bakalan pnya perasaan lebih buat aku,tetapi kemarin-kemari aku sedikit merasa kamu punya rasa denganku. aku pun berniat untuk membuka hati untukmu, tapi nyatanya tidak bisa Suf. Dalam hatiku masih ada orang lain, walaupun sekarang pada kenyataannya aku masih sendiri. bawa kembali bunga mawarmu aku minta maaf tidak bisa menerima cintamu. Tapi aku cinta sama kamu Kirana",jawab Yusuf menegaskan maksudnya. Iya aku tahu, aku minta maaf tidak bisa menerimamu. Yusuf pun pulang dengan pesaan luka. satu minggu kemudian dia mendapati Kirana berpacaran dengan teman dekatnya. tanpa sengajaa Yusuf bertemu dengan sahabatnya yang sedang jalan berdua dengan Kirana dan menyapanya. "Hei Suf,bagaimana kabarmu, oh iya kenalkan ini Kirana Tunanganku bulan depan kita akan melangsungkan pernikahan",ujar sahabtnya tersebut. setelah pertemuan itu Yusuf merasa hancur ia berjalan di pinggir jalan dan masih merasakan tersakiti bahkan dianggap tidak ada, terlebih bayangannya sendiripun tidak mampu menolongnya. dilihatnya setangkai bunga yang sedikit layu sisa minggu lalu masih terlihat di bibir tasnya. hujan lebat mengguyur badannya yang kurus dan Yusuf berjalan menuju stasiun kereta. ia tidak punya daya untuk melihat dunia hingga keinginannya untuk bunuh diri muncul. berdirilah Yusuf di tengah rel kereta api dengan tangan terlentang ditemani hujan lebat dan tangisan yang menyakitkan menusuk hatinya. Setelah sekian lama terdengar sebuah kereta api berjalan dengan kecepatan tinggi dari arah utara menuju ke arahnya. pikiran Yusuf mulai terbuka, buat apa ia bunuh diri, apakah ini cara terbaik untuk membalas dendam?Tidak. Seketika ia langsung loncat menghindari kereta api yang melesat cepat menuju arahnya. Bunga mawar yang awalnya ingin dikasihkannya kepada Kirana terjatuh di atas rel dan terlindas oleh kereta api yang tengah lewat di depannya. Bunga itu hancur lebur sebagaimana hati Yusuf yang terluka karena Kirana. Ia larut dalam kesendiriannya dan berpikir "salah satu cara ampuh untuk balas dendam adalah menjadi lebih baik dari apa yang dikira". ya aku akan berusa jauh lebih baik dan akan aku buktikan padanya bahwa aku bisa jadi yang terbaik.......TO BE CONTINUE..............
Jumat, 11 November 2011
Drama "Lubang Cahaya".
“Lubang Cahaya”
Jarwo : (sambil membuang putung rokok yang telah dihisap) hahaahhaahhahahahaha aku penguasa di sekitar sini! Binatang jalang yang ditakuti semua orang. Akan ku sikat semua uang orang yang lewat di hadapanku. Bukannya sama saja aku dengan para petinggi-petinggi yang korupsi itu sodara. Cuma bedanya mereka pakek cara halus dan preman pakek cara kasar. Hahahahaha akulah orang terhebat....hahahahahaha.
Surti : (menjitak kepala suaminya dari belakang) ealaaaahhhh, disuruh nyuci piring lhakok malah main-main di sini.pulang,pulang, pulang. Mau tidur di luar lagi (Sambil menjewer kuping Jarwo)
Jarwo : Ampun dek Surti, ampun, ampun…..(Sambil berjalan mengikuti jeweran Surti)
Di seberang jalan pinggir kota terlihat Jarwo dan Rojak bermain kartu domino sambil meneguk beberapa botol minuman keras. Tiba-tiba dari arah jalan raya berlari Bondet dengan wajah panik menuju tempat kedua temannya.
Jarwo : Ada apa ndet? Kelihatannya kamu kayak orang kesurupan begitu?
Bondet : Gawat Bro, gawaaat. (ngos-ngosan seperti hampir kehabisan nafas)
Rojak : Tenang, tenang. Setelah tenang baru ceritakan ada apa.
Bondet : anu, ada anak buahnya Mat Brewok brengsek sedang malak anak-anak sekolah di tempat kita
Jarwo : anjiiiing! Dia gak mandang aku sebagai pemimpin di wilayah ini. Selalu orang itu cari masalah, ayo…kita hajar mereka.
Berangkatlah mereka bertiga menemui anak buah Mat Brewok yang tengah melakukan transaksi narkoba.
Jarwo : hei bangsaaat….ngapain kau di situ. Aku hancurkan kalian semua.( sambil berjalan mendekati tempat transaksi)
Cukup tenang ketiga anak buah Mat Brewok mendengar gertakan Jarwo.
A.B1 : Banyak bacot kau, aku jadikan kau kerupuk kulit.( berlari mengawali serangan)
Satu jam perkelahian dan akhirnya anak buah Mat Brewok pun kalah.
Jarwo : (Menyincing kerah baju salah satu anak buah Mat Brewok) Bilang sama bos kau yang kutu kupret itu. Kalau kalian masih malak orang di wilayah kekuasaanku, kalian akan aku kirim ke SUUURRRGAAAAAAAAA!!!!!!!
A.B : Ampun bang, ampun…
Di samping trotoar terlihat anak kecil yang tanpa sengaja mendengarkan omongan Jarwo tadi.
Indri : Surga? Apa Abang itu tidak salah bicara? Berarti dia bisa membantuku.(Duduk tersimpu di pinggir jalan dengan menutup mulutnya dengan lutut).
Jarwo : Gimana bro kalian gak papa, ayo kita pulang
Bondet dan Rojak : Gak papa bos.(memegangi pipinya yang memar dan mengikuti langkah Jarwo pulang).
Ditengah perjalanan pulang mereka bertiga sadar kalau dia telah dibuntuti oleh anak kecil. Jarwo memerintahkan kedua temannya untuk lari dan bersembunyi di belokan gang depan. Anak kecil itupun ikut lari, seketika bingung sosok yang diikuti lenyap begitu saja. Tiba-tiba jarot membekap mulut anak dari belakang dan menyeretnya ke samping gang
Jarwo : Jiaaaahhh, kena kau curut kecil…..hahahahaha
Indri : Ampun bang, ampun… saya cuma minta tolong sama abang.
Jarwo, Rojak, dan Bondet terdiam seketika, kemudian melepaskan dekapannya dan mencari posisi duduk yang enak. Sambil menyalakan sepuntung rokok Jarot menanyakan nama dan maksud si pembuntut kecil itu.
Jarwo : Siapa namamu? Trus maksud kamu apa minta bantuan sama kita?
Indri : Namaku Indri, tadi denger Abang bicara tentang surga dan aku ingin tahu dimana surga itu berada.
Jarwo : Surga??? Kapan yah??? Waduh perasaan aku kagak pernah bicara-bicara tentang surga. Gimana menurutmu Jak, Ndet???
Bondet : Surga?? Itu apa yah??? Pasti sesuatu…
Rojak : Alhamdulillah yaaah….aku tahu dunk, yang biasanya disebut-sebut upah dari kebaikan itu kan, kayaknya begitu hahahaha.
Jarwo : Upah dari kebaikan? Aneh…dimana alamat surga ya. Kalau misalnya tidak ada upahnya kira-kira apa mau, orang-orang yang menamai dirinya “malaikat bumi” masih tetap berbuat baik…hahahahaha… Akhirnya kita juga yang menang….Preeeeeeeemaaann hahahahaha
Bondet& Rojak : (mengikuti tertawa si Jarot tanpa mengetahui maksud dari perkataannya). Hahahahahahaha
Rojak : oiya…Indri dimana rumahmu? Kenapa kamu mencari tempat itu. ada urusan apa kamu mau ke surga.
Indri : Aku tidak punya rumah, kata pemuda yang ada di Masjid dulu, Ibuku sudah ada di Surga. Aku ingin mencari dan bertemu dengan Ibuku.
Bondet : ibumu di Surga?
Jarwo : Kalau begitu kita akan bantu kamu mencari dimana Surga itu, tapi jangan sekarang sudah sore, besok pagi saja kita cari bersama-sama. Sementara kau tinggal di rumahku saja.
Rojak : Istrimu kagak cuap-cuap tuh Wok….? Lu kan takutnya setengah mati sama istrimu.
Jarwo : Bukannya takut Jak, masalahnya gua kagak dikasih jatah neeehh kalau ngelawan. Gampang dah si Surti biar aku yang urus.
Berpisahlah mereka semua menuju rumah masing-masing. Setibanya di rumah Jarwo dengan sedikit keraguan Jarwo mengetuk pintu rumahnya.
Jarwo : (Tok, tok, tok) Dek, abang datang, bukain pintu dunk dek Surti yang cantik.
Surti : (Terlihat membuka pintu dan menatap ke arah anak perempuan kecil yang dibawa Jarwo), anak siapa ini bang, abang ajarin yang kagak bener sama ini anak, atau abang culik?
Jarwo : Tenang Surti, jangan salah paham dulu. Anak ini mencari Ibunya, katanya Ibunya ada di surga.
Surti : Di surga?Dimana itu bang?
Jarwo : Makanya itu aku juga tidak tahu, sekali-kali lah kita bantu orang lain. Dia boleh tinggal sini sementara ya dek Surti ya hehehehe (menampakkan wajah berharap)
Surti : Baiklah, tapi tetep, Abang harus tidur di luar.
Jarwo : jiaaaaah dek, tega kau sama abang.
Surti : bodooo’
Keesokan harinya Jarwo, Indri, Bondet dan Rojak sudah janji ketemu di pos ronda tempat mereka nongkrong.
Bondet : Bagaimana men, kita cari kemana tempat surga itu.
Rojak : Aku tadi malam sih sempet tanya sama anak yang pesta miras bareng aku, katanya kalau mau cari surga ada di tempatnya Mama Yuli, ini alamatnya.(memberikan kertas bertuliskan alamat kepada Jarwo)
Jarwo : Mama Yuli?(sedikit memutar-mutar kertas itu). Sial kamu Jak udah tau aku gak bisa baca malah dikasih kertas ginian. Di geng kita cuma kamu satu-satunya lulusan SD, aku dan Bondet ngesot bangku sekolah aja kagak pernah.
Rojak : hehehehe sengaja (ketawa puassss), Kalau begitu ayo kita berangkat, aku tahu dimana tempatnya.
Mereka segera berangkat dan tidak lama kemudian sudah sampai di tempat Mama Yuli.
Jarwo : Bisa ketemu dengan Mama Yuli?
M. Yuli : Iya beib, saya sendiri. Ada perlu apa?
Jarwo : Kata teman saya di sini tempatnya surga, apa benar?
M.Yuli : owwwwww,hahahaha benar sekali kalian datang di tempat yang tepat.haahahaha. tunggu sebentar, Serliiiiiiii(teriak memanggil seseorang)
Serli : Iya Ma, ada apa?
M. Yuli : Ini ada orang yang mau nyari surga, tolong kamu kasih tahu dimana surga itu.
Serli : Owww, mari ikut aku ke dalam.
Jarwo : Biar aku periksa dulu, kalian tunggu di sini. (menatap Rojak, Bondet serta Indri dan berjalan mengikuti Serli)
Serli : (Menutup pintu kamar) Mau cari apa?
Jarwo : Aku mau cari surga
Serli : owwww..Akulah surga, kemarilah dan rasakan surgaku ini.
Jarwo : (Terlihat kebingungan) aku tanya dimana surga itu, malah disuruh bermain di atas ranjang.
Serli : Ow, ow, ow bukannya aku ini surganya para lelaki, mereka ke sini mengeluarkan banyak uang hanya untuk surga yang kau tawarkan ini.
Jarwo : Bangsat, itu untuk lelaki hidung belang yang membutuhkan orang sepertimu, bukan aku. Ini bukan yang aku cari, sebaiknya aku pergi dari sini.
Indri : Bagaimana bang?
Jarwo : Ini bukan tempat yang dicari, ini surga mereka bukan surga kita. Sebaiknya kita pergi dari sini.
Seharian mereka mencari dimana surga berada, sampai kecapekan dan kemudian mampir disalahsatu warung pinggir jalan
Rojak : Mak kopinya tiga, sama es teh satu.
Mak Warung : Iya den, dari mana ini kok kelihatannya capek semua?
Indri : Ini Mak, aku mau mencari surga? Katanya Ibuku sudah di sana, aku ingin bertemu Ibuku.
Mak Warung : Loh kok aneh, setahu Mak waktu dengerin pengajian kalau kita mau menemui surga , kita harus berbuat baik neng. Tapi bukan di dunia ini.
Indri : terus dimana Mak?
Mak Warung : Mak juga gak tahu.(menyodorkan es teh)
Jarwo : Indri, buku apaan tuh? Abang liat dari kemaren kamu bawa terus
Indri : Bukan apa-apa kok bang, Cuma rahasia. Hehehehe
Bondet : Anak kecil kok pakek rahasia-rahasiaan hahahahaha
Setelah merasa kenyang melahap gorengan, tiba-tiba Jarwo menarik tangan Indri
Jarwo : Ayo kaburrrrrr…….!!!!
Mak Warung : woeee, woeee, bayar dulu..waduhhh daganganku ludesss, dasar preman gilaaa…
Berhenti mereka di sudut gang.
Indri : kenapa tadi kabur bang?
Jarwo : Kita kagak bawa duwit.
Bondet : Ini lah kehidupan kita kalau ingin bertahan hidup.
Indri : Indri maunya kita kembali.
Rojak : gilaaaa, mau bunuh diri?gak usahhhh..!
Jarwo : heh curut kecil, kalau kamu mau balik, balik sana sendiri
Indri pun kembali sendirian tanpa di temani Jarwo, Rojak dan Bondet.
Indri : Mak.. Maaf Mak tadi kita lari, aku rela kerja di sini supaya bisa membayar utang tadi.
Mak Warung : Ya ampun, baik sekali hatimu dek. Gak usah dek, gak usah. Adek pergi saja, ini ada sedikit makanan, bawa siapa tahu nanti adek lapar.
Indri : Makasih Mak.
Indri berjalan menuju gang yang masih tampak ada Jarwo,Rojak dan Bondet.
Indri : tuh kan, apa Indri bilang…kebaikan itu pasti selamat.
Jarwo : ahhhh perduli setan, kamu masih mau mencari surga gak?
Indri : iya bang.
Jarwo : ya sudah ayo kita cari.
Sore telah tiba dan akhirnya mereka menyerah dalam pencariannya.
Bondet : Aku nyerah dah bos. Surga itu memang kagak ada.
Rojak : Bener Ndet surga emang kagak ada, tauk ah gelap.
Indri : Tolong dunk bang, tolongin Indri menemukan surga ( menangis menarik baju Jarwo)
Jarwo : Indri, hari ini kita cukup dulu nyarinya, besok kita lanjutkan lagi.
Dari arah belakang berlarian Mat Brewok dan anak buahnya ingin menyerang.
Mat Brewok : Woeeee kau cari masalah denganku, Serbuuuuuuuuuuu…
Terjadilah perkelahian yang amat sengit. Menyadari dirinya akan kalah Mat Brewok sekejap mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan akan menusukkan kepada Jarwo.
Mat Brewok : Rasakan ini…..!
Tiba-tiba Indri lari berusaha melindungi Jarwo dari pisau itu.
Indri : Jangaaaaannnnnn.
Indri tertusuk dan terkapar di jalan. Mat Brewok yang mengetahui ada korban yang berdarah memerintahkan anak buahnya untuk segera lari.
Mat Brewok : Kabooooooorrrrrrr.
Jarwo : Indriiiiii,kamu tidak apa-apa?(berusaha memangku Indri)
Indri : Tidak apa-apa bang, cuma tubuh Indri terasa dingin sekali.
Jarwo : Ya Tuhaaaaannn.(sedih melihat seorang anak kecil mengorbankan nyawanya demi dia)
Indri : Aku melihat Ibu melambaikan tangannya( sambil menujuk ke arah sebeberang jalan), Dia tersenyum kepadaku dan menginginkan aku ikut bersamanya.
Jarwo : Jangan bilang seperti itu Indri, kamu akan selamat kita akan menolongmu.
Indri : Ibu semakin dekat padaku, terimakasih bang. Bang Jarwo, bang Rojak, dan bang Bondet. Kalian telah membantuku menemukan menemukan Ibuku. Terimakasih, terimaka……sih.(Indri menghembuskan nafas terakhirnya dan suasana hening dan haru pun menyelimuti senja di sore itu.
Beberapa hari kemudian di pemakaman Indri,terlihat Jarwo, Bondet dan Rojak. Jarwo memegang dan membuka buku yang selalu dibawa Indri kemanapun dia pergi. Di dalam buku itu tertuliskan “ Indri tidak punya banyak mimpi dan angan. Tetapi aku ingin sekali satu hal, satu hal itu tidak mahal dan tidaklah berlebih. Aku hanya ingin dipeluk oleh Ibuku, walaupun itu hanya sekejap saja”.
Jarwo : (dalam hati) Selamat jalan Indri, semoga kau beristirahat tenang di sana. Dan kau bisa mendapatkan hangatnya pelukan Ibumu. Indri, mungkin kau yang berhasil lebih dulu melihat surga. Terimakasih ya Allah, melalui Indri Engkau telah membawaku ke jalan yang lurus dan kau telah membantuku keluar dari kesesatan. Aku akan terus berjalan dan berjalan berusaha sekuat tenaga, hingga waktunya nanti aku bisa menemukan surga yang sesungguhnya. (berjalan meninggalkan makam Indri).
“Tamat”
Jarwo : (sambil membuang putung rokok yang telah dihisap) hahaahhaahhahahahaha aku penguasa di sekitar sini! Binatang jalang yang ditakuti semua orang. Akan ku sikat semua uang orang yang lewat di hadapanku. Bukannya sama saja aku dengan para petinggi-petinggi yang korupsi itu sodara. Cuma bedanya mereka pakek cara halus dan preman pakek cara kasar. Hahahahaha akulah orang terhebat....hahahahahaha.
Surti : (menjitak kepala suaminya dari belakang) ealaaaahhhh, disuruh nyuci piring lhakok malah main-main di sini.pulang,pulang, pulang. Mau tidur di luar lagi (Sambil menjewer kuping Jarwo)
Jarwo : Ampun dek Surti, ampun, ampun…..(Sambil berjalan mengikuti jeweran Surti)
Di seberang jalan pinggir kota terlihat Jarwo dan Rojak bermain kartu domino sambil meneguk beberapa botol minuman keras. Tiba-tiba dari arah jalan raya berlari Bondet dengan wajah panik menuju tempat kedua temannya.
Jarwo : Ada apa ndet? Kelihatannya kamu kayak orang kesurupan begitu?
Bondet : Gawat Bro, gawaaat. (ngos-ngosan seperti hampir kehabisan nafas)
Rojak : Tenang, tenang. Setelah tenang baru ceritakan ada apa.
Bondet : anu, ada anak buahnya Mat Brewok brengsek sedang malak anak-anak sekolah di tempat kita
Jarwo : anjiiiing! Dia gak mandang aku sebagai pemimpin di wilayah ini. Selalu orang itu cari masalah, ayo…kita hajar mereka.
Berangkatlah mereka bertiga menemui anak buah Mat Brewok yang tengah melakukan transaksi narkoba.
Jarwo : hei bangsaaat….ngapain kau di situ. Aku hancurkan kalian semua.( sambil berjalan mendekati tempat transaksi)
Cukup tenang ketiga anak buah Mat Brewok mendengar gertakan Jarwo.
A.B1 : Banyak bacot kau, aku jadikan kau kerupuk kulit.( berlari mengawali serangan)
Satu jam perkelahian dan akhirnya anak buah Mat Brewok pun kalah.
Jarwo : (Menyincing kerah baju salah satu anak buah Mat Brewok) Bilang sama bos kau yang kutu kupret itu. Kalau kalian masih malak orang di wilayah kekuasaanku, kalian akan aku kirim ke SUUURRRGAAAAAAAAA!!!!!!!
A.B : Ampun bang, ampun…
Di samping trotoar terlihat anak kecil yang tanpa sengaja mendengarkan omongan Jarwo tadi.
Indri : Surga? Apa Abang itu tidak salah bicara? Berarti dia bisa membantuku.(Duduk tersimpu di pinggir jalan dengan menutup mulutnya dengan lutut).
Jarwo : Gimana bro kalian gak papa, ayo kita pulang
Bondet dan Rojak : Gak papa bos.(memegangi pipinya yang memar dan mengikuti langkah Jarwo pulang).
Ditengah perjalanan pulang mereka bertiga sadar kalau dia telah dibuntuti oleh anak kecil. Jarwo memerintahkan kedua temannya untuk lari dan bersembunyi di belokan gang depan. Anak kecil itupun ikut lari, seketika bingung sosok yang diikuti lenyap begitu saja. Tiba-tiba jarot membekap mulut anak dari belakang dan menyeretnya ke samping gang
Jarwo : Jiaaaahhh, kena kau curut kecil…..hahahahaha
Indri : Ampun bang, ampun… saya cuma minta tolong sama abang.
Jarwo, Rojak, dan Bondet terdiam seketika, kemudian melepaskan dekapannya dan mencari posisi duduk yang enak. Sambil menyalakan sepuntung rokok Jarot menanyakan nama dan maksud si pembuntut kecil itu.
Jarwo : Siapa namamu? Trus maksud kamu apa minta bantuan sama kita?
Indri : Namaku Indri, tadi denger Abang bicara tentang surga dan aku ingin tahu dimana surga itu berada.
Jarwo : Surga??? Kapan yah??? Waduh perasaan aku kagak pernah bicara-bicara tentang surga. Gimana menurutmu Jak, Ndet???
Bondet : Surga?? Itu apa yah??? Pasti sesuatu…
Rojak : Alhamdulillah yaaah….aku tahu dunk, yang biasanya disebut-sebut upah dari kebaikan itu kan, kayaknya begitu hahahaha.
Jarwo : Upah dari kebaikan? Aneh…dimana alamat surga ya. Kalau misalnya tidak ada upahnya kira-kira apa mau, orang-orang yang menamai dirinya “malaikat bumi” masih tetap berbuat baik…hahahahaha… Akhirnya kita juga yang menang….Preeeeeeeemaaann hahahahaha
Bondet& Rojak : (mengikuti tertawa si Jarot tanpa mengetahui maksud dari perkataannya). Hahahahahahaha
Rojak : oiya…Indri dimana rumahmu? Kenapa kamu mencari tempat itu. ada urusan apa kamu mau ke surga.
Indri : Aku tidak punya rumah, kata pemuda yang ada di Masjid dulu, Ibuku sudah ada di Surga. Aku ingin mencari dan bertemu dengan Ibuku.
Bondet : ibumu di Surga?
Jarwo : Kalau begitu kita akan bantu kamu mencari dimana Surga itu, tapi jangan sekarang sudah sore, besok pagi saja kita cari bersama-sama. Sementara kau tinggal di rumahku saja.
Rojak : Istrimu kagak cuap-cuap tuh Wok….? Lu kan takutnya setengah mati sama istrimu.
Jarwo : Bukannya takut Jak, masalahnya gua kagak dikasih jatah neeehh kalau ngelawan. Gampang dah si Surti biar aku yang urus.
Berpisahlah mereka semua menuju rumah masing-masing. Setibanya di rumah Jarwo dengan sedikit keraguan Jarwo mengetuk pintu rumahnya.
Jarwo : (Tok, tok, tok) Dek, abang datang, bukain pintu dunk dek Surti yang cantik.
Surti : (Terlihat membuka pintu dan menatap ke arah anak perempuan kecil yang dibawa Jarwo), anak siapa ini bang, abang ajarin yang kagak bener sama ini anak, atau abang culik?
Jarwo : Tenang Surti, jangan salah paham dulu. Anak ini mencari Ibunya, katanya Ibunya ada di surga.
Surti : Di surga?Dimana itu bang?
Jarwo : Makanya itu aku juga tidak tahu, sekali-kali lah kita bantu orang lain. Dia boleh tinggal sini sementara ya dek Surti ya hehehehe (menampakkan wajah berharap)
Surti : Baiklah, tapi tetep, Abang harus tidur di luar.
Jarwo : jiaaaaah dek, tega kau sama abang.
Surti : bodooo’
Keesokan harinya Jarwo, Indri, Bondet dan Rojak sudah janji ketemu di pos ronda tempat mereka nongkrong.
Bondet : Bagaimana men, kita cari kemana tempat surga itu.
Rojak : Aku tadi malam sih sempet tanya sama anak yang pesta miras bareng aku, katanya kalau mau cari surga ada di tempatnya Mama Yuli, ini alamatnya.(memberikan kertas bertuliskan alamat kepada Jarwo)
Jarwo : Mama Yuli?(sedikit memutar-mutar kertas itu). Sial kamu Jak udah tau aku gak bisa baca malah dikasih kertas ginian. Di geng kita cuma kamu satu-satunya lulusan SD, aku dan Bondet ngesot bangku sekolah aja kagak pernah.
Rojak : hehehehe sengaja (ketawa puassss), Kalau begitu ayo kita berangkat, aku tahu dimana tempatnya.
Mereka segera berangkat dan tidak lama kemudian sudah sampai di tempat Mama Yuli.
Jarwo : Bisa ketemu dengan Mama Yuli?
M. Yuli : Iya beib, saya sendiri. Ada perlu apa?
Jarwo : Kata teman saya di sini tempatnya surga, apa benar?
M.Yuli : owwwwww,hahahaha benar sekali kalian datang di tempat yang tepat.haahahaha. tunggu sebentar, Serliiiiiiii(teriak memanggil seseorang)
Serli : Iya Ma, ada apa?
M. Yuli : Ini ada orang yang mau nyari surga, tolong kamu kasih tahu dimana surga itu.
Serli : Owww, mari ikut aku ke dalam.
Jarwo : Biar aku periksa dulu, kalian tunggu di sini. (menatap Rojak, Bondet serta Indri dan berjalan mengikuti Serli)
Serli : (Menutup pintu kamar) Mau cari apa?
Jarwo : Aku mau cari surga
Serli : owwww..Akulah surga, kemarilah dan rasakan surgaku ini.
Jarwo : (Terlihat kebingungan) aku tanya dimana surga itu, malah disuruh bermain di atas ranjang.
Serli : Ow, ow, ow bukannya aku ini surganya para lelaki, mereka ke sini mengeluarkan banyak uang hanya untuk surga yang kau tawarkan ini.
Jarwo : Bangsat, itu untuk lelaki hidung belang yang membutuhkan orang sepertimu, bukan aku. Ini bukan yang aku cari, sebaiknya aku pergi dari sini.
Indri : Bagaimana bang?
Jarwo : Ini bukan tempat yang dicari, ini surga mereka bukan surga kita. Sebaiknya kita pergi dari sini.
Seharian mereka mencari dimana surga berada, sampai kecapekan dan kemudian mampir disalahsatu warung pinggir jalan
Rojak : Mak kopinya tiga, sama es teh satu.
Mak Warung : Iya den, dari mana ini kok kelihatannya capek semua?
Indri : Ini Mak, aku mau mencari surga? Katanya Ibuku sudah di sana, aku ingin bertemu Ibuku.
Mak Warung : Loh kok aneh, setahu Mak waktu dengerin pengajian kalau kita mau menemui surga , kita harus berbuat baik neng. Tapi bukan di dunia ini.
Indri : terus dimana Mak?
Mak Warung : Mak juga gak tahu.(menyodorkan es teh)
Jarwo : Indri, buku apaan tuh? Abang liat dari kemaren kamu bawa terus
Indri : Bukan apa-apa kok bang, Cuma rahasia. Hehehehe
Bondet : Anak kecil kok pakek rahasia-rahasiaan hahahahaha
Setelah merasa kenyang melahap gorengan, tiba-tiba Jarwo menarik tangan Indri
Jarwo : Ayo kaburrrrrr…….!!!!
Mak Warung : woeee, woeee, bayar dulu..waduhhh daganganku ludesss, dasar preman gilaaa…
Berhenti mereka di sudut gang.
Indri : kenapa tadi kabur bang?
Jarwo : Kita kagak bawa duwit.
Bondet : Ini lah kehidupan kita kalau ingin bertahan hidup.
Indri : Indri maunya kita kembali.
Rojak : gilaaaa, mau bunuh diri?gak usahhhh..!
Jarwo : heh curut kecil, kalau kamu mau balik, balik sana sendiri
Indri pun kembali sendirian tanpa di temani Jarwo, Rojak dan Bondet.
Indri : Mak.. Maaf Mak tadi kita lari, aku rela kerja di sini supaya bisa membayar utang tadi.
Mak Warung : Ya ampun, baik sekali hatimu dek. Gak usah dek, gak usah. Adek pergi saja, ini ada sedikit makanan, bawa siapa tahu nanti adek lapar.
Indri : Makasih Mak.
Indri berjalan menuju gang yang masih tampak ada Jarwo,Rojak dan Bondet.
Indri : tuh kan, apa Indri bilang…kebaikan itu pasti selamat.
Jarwo : ahhhh perduli setan, kamu masih mau mencari surga gak?
Indri : iya bang.
Jarwo : ya sudah ayo kita cari.
Sore telah tiba dan akhirnya mereka menyerah dalam pencariannya.
Bondet : Aku nyerah dah bos. Surga itu memang kagak ada.
Rojak : Bener Ndet surga emang kagak ada, tauk ah gelap.
Indri : Tolong dunk bang, tolongin Indri menemukan surga ( menangis menarik baju Jarwo)
Jarwo : Indri, hari ini kita cukup dulu nyarinya, besok kita lanjutkan lagi.
Dari arah belakang berlarian Mat Brewok dan anak buahnya ingin menyerang.
Mat Brewok : Woeeee kau cari masalah denganku, Serbuuuuuuuuuuu…
Terjadilah perkelahian yang amat sengit. Menyadari dirinya akan kalah Mat Brewok sekejap mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan akan menusukkan kepada Jarwo.
Mat Brewok : Rasakan ini…..!
Tiba-tiba Indri lari berusaha melindungi Jarwo dari pisau itu.
Indri : Jangaaaaannnnnn.
Indri tertusuk dan terkapar di jalan. Mat Brewok yang mengetahui ada korban yang berdarah memerintahkan anak buahnya untuk segera lari.
Mat Brewok : Kabooooooorrrrrrr.
Jarwo : Indriiiiii,kamu tidak apa-apa?(berusaha memangku Indri)
Indri : Tidak apa-apa bang, cuma tubuh Indri terasa dingin sekali.
Jarwo : Ya Tuhaaaaannn.(sedih melihat seorang anak kecil mengorbankan nyawanya demi dia)
Indri : Aku melihat Ibu melambaikan tangannya( sambil menujuk ke arah sebeberang jalan), Dia tersenyum kepadaku dan menginginkan aku ikut bersamanya.
Jarwo : Jangan bilang seperti itu Indri, kamu akan selamat kita akan menolongmu.
Indri : Ibu semakin dekat padaku, terimakasih bang. Bang Jarwo, bang Rojak, dan bang Bondet. Kalian telah membantuku menemukan menemukan Ibuku. Terimakasih, terimaka……sih.(Indri menghembuskan nafas terakhirnya dan suasana hening dan haru pun menyelimuti senja di sore itu.
Beberapa hari kemudian di pemakaman Indri,terlihat Jarwo, Bondet dan Rojak. Jarwo memegang dan membuka buku yang selalu dibawa Indri kemanapun dia pergi. Di dalam buku itu tertuliskan “ Indri tidak punya banyak mimpi dan angan. Tetapi aku ingin sekali satu hal, satu hal itu tidak mahal dan tidaklah berlebih. Aku hanya ingin dipeluk oleh Ibuku, walaupun itu hanya sekejap saja”.
Jarwo : (dalam hati) Selamat jalan Indri, semoga kau beristirahat tenang di sana. Dan kau bisa mendapatkan hangatnya pelukan Ibumu. Indri, mungkin kau yang berhasil lebih dulu melihat surga. Terimakasih ya Allah, melalui Indri Engkau telah membawaku ke jalan yang lurus dan kau telah membantuku keluar dari kesesatan. Aku akan terus berjalan dan berjalan berusaha sekuat tenaga, hingga waktunya nanti aku bisa menemukan surga yang sesungguhnya. (berjalan meninggalkan makam Indri).
“Tamat”
Hukum Seharusnya Buta
Mendengar kata keadilan seakan terlihat ada banyak keadilan disekitar kita dengan berbagai peraturan tetekbengek untuk memperkuat konsistensi keadilan tersebut. seharusnya keadilan tidak memandang dengan siapa dan untuk kepentingan apa.
Bicara masalah hakekat keadilan yang mampu berlaku adil hanyalah Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan memberi kekurangan dan kelebihan bagi setiap manusia.Adapun terkait dengan keadilan menurut versi manusia tentunya dari salah satu diantara dua orang atau dua pihak akan merasa dirugikan. karena berbicara mengenai kepuasan manusia tidak akan merasa puas terhadap sesuatu yang diterimanya.
Dalam Alquran telah dijelaskan
" Sesungguhnya telah Kami utus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan Al-Mizan supaya manusia dapat menegakkan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasulNya sedangkan Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat Lagi Maha Perkasa." (Al-Qur'an 57:25). dari penjelasan ini sudah jelas bahwa keadilan harus ditegakkan. Tapi coba kita lihat apa yang terjadi di negeri kita tercinta ini. mari kita perbincangkan dengan santai sebuah lelucon ini.
dari luar penjara semacam tempat kos-kosan.
bagaimana kalau yang ini?
dan siapa yang jadi penghuninya?
mungkin kita tidak mengenalnya, tapi sedikit banyak tahu tentang dia.
Kawan, akankah ada perubahan di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini....?tantangan besar bagi generasi penerus.
Kamis, 10 November 2011
Mau Dibawa Kemana Mereka???
Apakah masih ada harapan untuk mereka merasakan apa yang kita rasakan sekarang????
pendidikan diabaikan untuk mencari sesuap nasi
bisa kah mereka mandiri?
Tampilan fisik yang kelihatan kucel dan kotor yang selalu berlalu lalang di jalan. Mereka tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif. Apa yang bisa kita lakukan untuk terjadinya perubahan di sekitar kita.Anak jalanan masih berpeluang untuk mengubah nasibnya melalui belajar, karena itu perlu menggali sumber atau pendukung program bagi mereka. Agar anak-anak jalanan mau mengikuti program yang kita buat, maka sumber belajar harus bersikap empati dan mampu meyakinkan kepada mereka, bahwa program pendidikan tersebut benar-benar mendukung pengembangan diri mereka. Untuk itu, penguasaan terhadap karakteristik dan kebutuhan belajar anak-anak jalanan akan sangat membantu para sumber belajar untuk bersikap empati kepada mereka. Saran dan masukan sangat diperlukan untuk dapat melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Mari kita lakukan perubahan. Semangat :-)
pendidikan diabaikan untuk mencari sesuap nasi
bisa kah mereka mandiri?
Tampilan fisik yang kelihatan kucel dan kotor yang selalu berlalu lalang di jalan. Mereka tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif. Apa yang bisa kita lakukan untuk terjadinya perubahan di sekitar kita.Anak jalanan masih berpeluang untuk mengubah nasibnya melalui belajar, karena itu perlu menggali sumber atau pendukung program bagi mereka. Agar anak-anak jalanan mau mengikuti program yang kita buat, maka sumber belajar harus bersikap empati dan mampu meyakinkan kepada mereka, bahwa program pendidikan tersebut benar-benar mendukung pengembangan diri mereka. Untuk itu, penguasaan terhadap karakteristik dan kebutuhan belajar anak-anak jalanan akan sangat membantu para sumber belajar untuk bersikap empati kepada mereka. Saran dan masukan sangat diperlukan untuk dapat melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Mari kita lakukan perubahan. Semangat :-)
Rabu, 05 Oktober 2011
Insomniaku..Pergilah
Insomnia, satu kata yang bikin kebanyakan orang kesal. Kesempatan tidur ada, tempat tidur ada, kemauan tidur pastinya ada, tetapi kebanyakan seorang penderita insomnia mengalami kesulitan untuk tidur. Insomnia bukanlah penyakit, tetapi suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab.
Seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.
Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah. Seiring bertambahnya usia maka waktu tidur cenderung berkurang.
Ada sedikit cara yang mungkin bisa membantu agar si insomnia minimal bisa berpaling sebentar dari kita.
1. Kenali penyebab stres
Daripada pikiran terus melayang lebih baik tuliskan di atas kertas seperti apa yang ditulis sekarang ini sehingga semua beban pikiran dan kegelisahan yang kita rasakan. Hal ini akan membantu Anda menentukan langkah untuk mengatasinya satu persatu. Saat pikiran sudah plong biasanya tidur jadi tak sulit lagi.
2. Rutin berolahraga
Olahraga secara teratur sangat baik untuk melancarkan peredaran darah. Selain itu biasanya kantuk lebih mudah datang saat tubuh lelah.
4. Hindari kafein
Bukan hanya kopi, tapi juga minuman bersoda dan teh mengandung kafein. Hindari minuman tersebut di siang hari. Kalau bisa sih, kalau memang tidak bisa, ya apa boleh dikata.
5. Tidurlah saat lelah
Jangan hanya berbaring memandangi langit-langit kamar dan memikirkan cara untuk tidur. Lakukan aktivitas sebelum tidur yang bisa memancing kantuk, misalnya membaca buku, mendengarkan musika, apalagi musik bang mozart Sonata in C Major atau menonton televisi. Saat tubuh sudah rileks dan siap untuk tidur segeralah naik ke tempat tidur.
6. Relaksasi
Bayangkan sedang berada di tempat yang paling disukai atau lokasi yang sudah lama diimpikan, biarkan seluruh otot dari kaki hingga kepala menjadi rileks. Mengikuti kelas yoga atau pilates sangat membantu melatih relaksasi.
7. Melatonin
Hormon melatonin merupakan obat tidur yang alami. Konsultasikan dengan dokter jika Anda ingin mengonsumsinya.
Kamis, 09 Juni 2011
RPP Penjas kelas 6( BOLA BASKET)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SDN Harapan 3 Boyolali
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas / Semester : VI/ 1
Alokasi Waktu : 16x 35 menit (4x pertemuan)
Standart Kompetensi : Mempraktikkan berbagai gerak dasar kedalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
Kompetensi Dasar : Mempraktikkan gerak dasar salah satu pemainan bola besar dengan koordinasi dan kontrol yang baik dengan peraturan yang dimodifikasi, serta kerjasama, sportifitas, dan kejujuran.
Indikator :
1. Siswa memahami sejarah, alat, dan ukuran lapangan bola basket.
2. Siswa memahami peraturan sederhana permainan bola basket.
3. Siswa menguasai passing, pivot, shooting, dribbling,rebound
A. Tujuan Pembelajaran
1 Siswa dapat mendeskripsikan panjang dan lebar lapangan bola basket
2 Siswa dapat memainkan permainan bola basket dengan peraturan sederhana dan sportifitas
3 Siswa dapat melakukan dribbling bola rendah, tinggi dan campuran.
B. Materi Pembelajaran
1 Buku Cetak Penjaskes Kelas 6 hal 5-11
2 Wikipedia
3 Buku Referensi Bola Basket
C. Metode Pembelajaran
1 Ceramah
2 Demonstrasi
3 Permainan
D. Langkah-langkah Pembelajaran
1 Kegiatan Awal (± 5 menit)
a. Pengkondisian Kelas
1) Berdoa
2) Absensi
3) Apresiasi
Pembahasan diawal guru menerangkan tentang sejarah singkat bola basket, gerak dasar bola basket, dan peraturan bola basket.
2 Kegiatan inti (± 20 menit)
a. Guru mendemonstrasikan gerakan dasar bola basket
b. Siswa dibagi menjadi dua kelompok
c. Tiap kelompok saling berhadapan kemudian mempraktekkan gerakan yang telah dicontohkan oleh guru.
d. Siswa melakukan sebuah permainan bola basket dengan peraturan sederhana yang telah dimodifikasi.
e. Guru melakukan penilaian dari cara bermain bola basket peserta didik.
3 Kegiatan penutup (±10 menit)
a. Pendinginan
b. Guru mengadakan refleksi dengan menanyakan kepada siswa bagaiman perasaaan siswa belajar hari ini.
c. Evaluasi proses pembelajaran
d. Penugasan
e. Berbaris
f. Berdoa dan peserta didik dibubarkan.
LAMPIRAN
MATERI
A. BOLA BASKET
Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan.
1. Sejarah Bola Basket
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) diSpringfield,Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891. Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith.Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
2. Lapangan, waktu, dan Jumlah Pemain Bola Basket
Permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu 26 meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter. Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire. Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik. Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm. Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40 meter.
Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter. Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter. Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.
3. Peraturan Permainan Bola Basket
Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:
a. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
b. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
c. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
d. Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
e. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
f. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
g. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
h. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
i. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
j. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
k. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
l. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
m. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang
4. Teknik Dasar Permainan Bola Basket
a. Passing dan Catching
Istilah mengoper/melempar/mengumpan selalu berhubungan dengan menangkap (catching) atau menerima bola. Operan pada umumnya dilakukan dengan 2 bahkan 1 tangan serta harus cepat, tepat dan keras, tetapi tidak liar sehingga dapat dikuasai oleh kawan yang menerimanya. Namun mengoper tidaklah semudah orang menduga. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengoper bola antara lain :
a) Arah bola ke sasaran harus terhindar dari serobotan (intercept) lawan.
b) Timing harus tepat
c) Perasaan (feeling)
d) Hindari lemparan menyilang
Untuk dapat melakukan operan dengan baik harus dapat menguasai macam-macam teknik dasar melempar dan menangkap bola dengan baik. Teknik dasar melempar bola tersebut adalah :
a) Chest Pass ( Operan dada)
b) Bounce Pass ( Operan pantulan)
c) Over Head Pass ( Operan dari atas kepala)
d) Baseball Pass ( operan jarak jauh ( fast break)
Biasanya untuk pemain pemula yang diberikan ada 3 macam passing seperti yang diatas, sedangkan untuk baseball pass biasanya diberikan setelah mereka dapat melakukan gerakan yang lain dengan baik.
b. Dribbling
Menggiring bola adalah cara untuk membawa bola ke segala arah dengan lebih dari satu langkah asal bola sambil dipantulkan dan merupakan suatu usaha untuk mengamankan bola dari rampasan lawan sebab dengan demikian ia dapat bergerak menjauhkan lawan sambil memantulkan bola kemana ia tuju. Ada beberapa cara menggiring bola adalah :
a) Menggiring bola rendah ( untuk control bola).
b) Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan).
c) Menggiring campuran
Menggiring bola ini dilatih dari hal yang mudah yaitu dengan sikap ditempat atau berhenti kemudian berjalan dan terakhir baru berlari setelah agak mahir baru kemudian diberikan latihan dengan rintangan untuk lebih mempersulit dribbling/menggiring bola.
c. Shooting
Menembak adalah sasaran akhir setiap bermain, juga termasuk unsure yang menentukan kemenangan dalam pertandingan sebab kemenangan ditentukan oleh banyaknya bola yang masuk dalam keranjang (basket) setiap serangan selalu berusaha untuk dapat melakukan tembakan. Dasar-dasar teknik menembak sebenarnya sama dengan teknik operan disamping itu juga tepat tidaknya mekanika gerakan dalam menembak menentukan baik buruknya tembakan.
Shooting atau menembak ini harus dilakukan sesering mungkin untuk melatih anak merasakan gerakannya dengan benar serta dapat terlatih ketepatannya. Untuk para atlit yunior biasanya penekanan latihan pada dua macam cara dalam melakukan shooting atau menembaknya antara lain :
a) One Hand Shoot (Tembakan satu tangan).
b) Two Hand Shoot (Tembakan dua tangan).
d. Pivot
Teknik ini diperlukan untuk mengatasi peraturan tentang diperkenankannya seorang pemain yang memegang bola sambil jalan atau lari. Bahkan seorang pemain yang memegang bola tidak boleh melangkah lebih dari satu langkah tanpa memantulkan bola. Untuk menghindari bola dari sergapan lawan maka ia diperbolehkan melakukan pivot. Garakan berporos (pivot) adalah suatu usaha mengubah arah hadap badan kesegala arah dengan satu kaki tetap sebagai poros (tumpuan). Kaki poros tidak boleh terangkat atau tergeser dari tempatnya, sementara kaki yang lain boleh bergerak atau melangkah kesegala arah, khususnya pada saat memegang bola, sebab dipergunakan agar bola dapat dijauhkan dari jangkauan lawan.
Pivot dapat berbentuk antara lain :
a) In Front Pivot (front turn).
b) Reverse Pivot (reverse turn).
e. Rebound
Merayah bola merupakan teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang pemain, hal ini dapat dimaklumi sebab kemenangan dalam merayah bola merupakan suatu kesempatan untuk melakukan serangan berikutnya. Merayah bola (rebound) merupakan suatu usaha untuk mengambil atau menangkap bola yang datangnya memantul dari papan pantul atau keranjang akibat dari tembakan yang tidak berhasil. Beberapa ahli mengatakan “ Kalau tidak dapat memenangkan bola rebound maka tim anda tak akan bias menang “, hal ini dapat dibenarkan sebab memenangkan rebound berarti kita mempunyai kesempatan lagi untuk menembak.
Teknik merayah bola (rebound) dibagi menjadi dua yaitu :
a) Defensive Rebound (merayah bola pada saat bertahan).
b) Offensive Rebound (merayah bola pada saat menyerang).
Rebound atau merayah bola dilakukan sesering mungkin karena memerlukan ketepatan waktu (timing) yang baik. Sebaiknya saat masih yunior diberikan sehingga para pemain sudah dapat merasakan gerakan dengan baik dan mempunyai ketepatan waktu (timing) dan menutup lawan.
Rabu, 16 Maret 2011
PERSAUDARAAN
Disunahkan orang yang mencintai saudaranya karena Allah
1. untuk mengabari dan memberitahukan cintanya kepadanya. Nabi saw. bersabda:
Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
2. mendoakan dan
meminta doa dari saudaranya . Nabi saw. bersabda:
Barang siapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Allah mengabulkan; dan bagimu semoga mendapat yang sepadan.” (HR. Muslim).
Umar bin Khatab berkata: Aku meminta izin kepada Nabi saw. untuk umrah, kemudian beliau memberikan izin kepadaku dan bersabda: “Wahai saudaraku, engkau jangan melupakan kami dalam doamu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
3. mengunjungi orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling memberi karena Allah, setelah mencintai-Nya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutinya. Ketika malaikat sampai kepadanya, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehnya?” Ia berkata, “Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggunya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.” (HR. Muslim)
4. Senantiasa berusaha membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh-sungguh menghilangkan kesusahannya. Hal ini berdasarkan hadits Mutafaq ‘alaih dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda:
Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya dan tidak akan membiarkannya binasa. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat.
5. menemui orang yang dicintai dengan menampakan perkara yang disukainya untuk menggembirakannya dan dengan wajah yang berseri-seri. Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab As-Shagir; Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang menemui saudaranya yang muslim dengan menampakan perkara yang disukainya karena ingin membahagiakannya, maka Allah akan memberikan kebahagiaan kepadanya di Hari Kiamat.
Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun, walau sekedar bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri (HR. Muslim).
6. memberikan dan menerima hadiah saudaranya serta membalasnya. Rasulullah saw bersabda:
Kalian harus saling memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari).
Rasulullah saw. pernah menerima hadiah dan membalasnya. (HR. Bukhari)
Termasuk memberikan balasan hadiah yang setimpal adalah jika seorang muslim mengatakan kepada saudaranya, “Jazakallah Khairan”, artinya semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Tirmidzi meriwayatkan dari Usamah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa diberi kebaikan kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, “Jazakallah Khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan pujian yang sangat baik.
7. Harus berterima kasih kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepadanya. Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka ia tidak akan bisa mensyukuri nikmat yang banyak. Barangsiapa yang tidak bisa bersyukur kepada orang, maka ia tidak akan bisa bersyukur kepada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah sama dengan bersyukur. Dan tidak membicarakan kenikmatan berarti mengingkari nikmat. Berjamaah adalah rahmat, bercerai berai adalah adzab.
8. Disunahkan membela saudaranya untuk mendapatkan kemanfaatan dari suatu kebaikan atau untuk memberikan kemudahan dari suatu kesulitan. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. jika didatangi peminta-minta, maka beliau suka berkata:
Belalah ia maka kalian akan diberikan pahala. Dan Allah akan memutuskan dengan lisan nabi-Nya perkara yang ia kehendaki. (HR. Bukhari).
9. Wajib menerima permintaan maaf dari saudaranya. Diriwayatkan Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang mengajukan permintaan maaf kepada saudaranya dengan suatu alasan tapi ia tidak menerimanya, maka ia akan mendapat kesalahan seperti kesalahan pemungut pajak.
10. Wajib menjaga rahasia seorang muslim. Diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi dari Jabir, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
Jika seseorang berkata kepada orang lain dengan suatu perkataan kemudian ia menoleh (melihat sekelilingnya), maka pembicaraan itu adalah amanah.
11. Wajib memberi nasihat. Imam Muslim telah mentakhrij dari Abu Hurairah ra., ia berkata; sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
Hak muslim atas muslim yang lain ada enam. Dikatakan, “Apa yang enam itu, Ya Rasulallah?” Rasul saw. bersabda, “Apabila engkau bertemu dengan saudara muslim yang lain, maka ucapkan salam kepadanya; Apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; Apabila ia meminta nasihat kepadamu, maka berikanlah nasihat kepadanya; Apabila ia bersin dan mengucapkan al hamdu lillah, maka ucapkanlah yarhamukallah; Apabila ia sakit maka tengoklah; Apabila ia meninggal dunia, maka hantarkanlah sampai ke kuburnya.”
1. untuk mengabari dan memberitahukan cintanya kepadanya. Nabi saw. bersabda:
Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
2. mendoakan dan
meminta doa dari saudaranya . Nabi saw. bersabda:
Barang siapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Allah mengabulkan; dan bagimu semoga mendapat yang sepadan.” (HR. Muslim).
Umar bin Khatab berkata: Aku meminta izin kepada Nabi saw. untuk umrah, kemudian beliau memberikan izin kepadaku dan bersabda: “Wahai saudaraku, engkau jangan melupakan kami dalam doamu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
3. mengunjungi orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling memberi karena Allah, setelah mencintai-Nya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutinya. Ketika malaikat sampai kepadanya, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehnya?” Ia berkata, “Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggunya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.” (HR. Muslim)
4. Senantiasa berusaha membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh-sungguh menghilangkan kesusahannya. Hal ini berdasarkan hadits Mutafaq ‘alaih dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda:
Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya dan tidak akan membiarkannya binasa. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat.
5. menemui orang yang dicintai dengan menampakan perkara yang disukainya untuk menggembirakannya dan dengan wajah yang berseri-seri. Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab As-Shagir; Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang menemui saudaranya yang muslim dengan menampakan perkara yang disukainya karena ingin membahagiakannya, maka Allah akan memberikan kebahagiaan kepadanya di Hari Kiamat.
Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun, walau sekedar bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri (HR. Muslim).
6. memberikan dan menerima hadiah saudaranya serta membalasnya. Rasulullah saw bersabda:
Kalian harus saling memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari).
Rasulullah saw. pernah menerima hadiah dan membalasnya. (HR. Bukhari)
Termasuk memberikan balasan hadiah yang setimpal adalah jika seorang muslim mengatakan kepada saudaranya, “Jazakallah Khairan”, artinya semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Tirmidzi meriwayatkan dari Usamah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa diberi kebaikan kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, “Jazakallah Khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan pujian yang sangat baik.
7. Harus berterima kasih kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepadanya. Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka ia tidak akan bisa mensyukuri nikmat yang banyak. Barangsiapa yang tidak bisa bersyukur kepada orang, maka ia tidak akan bisa bersyukur kepada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah sama dengan bersyukur. Dan tidak membicarakan kenikmatan berarti mengingkari nikmat. Berjamaah adalah rahmat, bercerai berai adalah adzab.
8. Disunahkan membela saudaranya untuk mendapatkan kemanfaatan dari suatu kebaikan atau untuk memberikan kemudahan dari suatu kesulitan. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. jika didatangi peminta-minta, maka beliau suka berkata:
Belalah ia maka kalian akan diberikan pahala. Dan Allah akan memutuskan dengan lisan nabi-Nya perkara yang ia kehendaki. (HR. Bukhari).
9. Wajib menerima permintaan maaf dari saudaranya. Diriwayatkan Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang mengajukan permintaan maaf kepada saudaranya dengan suatu alasan tapi ia tidak menerimanya, maka ia akan mendapat kesalahan seperti kesalahan pemungut pajak.
10. Wajib menjaga rahasia seorang muslim. Diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi dari Jabir, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
Jika seseorang berkata kepada orang lain dengan suatu perkataan kemudian ia menoleh (melihat sekelilingnya), maka pembicaraan itu adalah amanah.
11. Wajib memberi nasihat. Imam Muslim telah mentakhrij dari Abu Hurairah ra., ia berkata; sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
Hak muslim atas muslim yang lain ada enam. Dikatakan, “Apa yang enam itu, Ya Rasulallah?” Rasul saw. bersabda, “Apabila engkau bertemu dengan saudara muslim yang lain, maka ucapkan salam kepadanya; Apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; Apabila ia meminta nasihat kepadamu, maka berikanlah nasihat kepadanya; Apabila ia bersin dan mengucapkan al hamdu lillah, maka ucapkanlah yarhamukallah; Apabila ia sakit maka tengoklah; Apabila ia meninggal dunia, maka hantarkanlah sampai ke kuburnya.”
Selasa, 15 Maret 2011
Makalah Pembuatan LKS (Lembar Kerja Siswa)
TUGAS MAHASISWA
“Sebagai Persyaratan Mata Kuliah Media Pembelajaran”
“LEMBAR KERJA SISWA (LKS)”
Disusun oleh :
Maulana Fajar Wandhiro
08390219
Kelas 5E
JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2011
Kata Pengantar
Asalamu’alaikum wr.wb.
Segala puja dan puji kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-NYA sehingga saya senantiasa dalam perlindungan dan naungan-NYA serta sholawat dan salam saya sampaikan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, yang mana beliau telah menuntun kita dari jaman kegelapan menuju terang benderang. Penulis bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan makalah Media Pembelajaran yang berjudul “ Lembar Kerja Siswa “ dengan kemampuan maksimal saya, dan makalah ini tidak dapat terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak diantaranya :
1. Ibu Yuni selaku dosen pembimbing mata kuliah Media Pembelajaran atas segala didikan dan bantuannya.
2. Kedua orang tua saya yang telah mendukung, baik doa maupun materi.
3. Sahabat dan teman-teman dekat yang telah membantu merekomendasikan buku-buku dan sumber materi agar makalah ini tersusun dengan lengkap.
4. Serta banyak pihak-pihak yang tidak dapat saya sebutkan pada kesempatan kali ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu saya memohon saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan menambah pengalaman serta pengetahuan saya.
Wassalamu’alaikum wr.wb
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Untuk meningkatkan kualitas
pendidikan, perlu ada perhatian secara khusus dari berbagai aspek. Aspek tersebut meliputi profesionalisme guru, perkembangan dan pertumbuhan peserta didik, tujuan pendidikan dan pengajaran, program pendidikan dan kurikulum, perencanaan pengajaran, strategi belajar mengajar, media pembelajaran.
Media pembelajaran memiliki bermacam-macam bentuk dan fungsinya, LKS atau lembar kerja siswa merupakan salah satu media cetak yang digunakan sebagai pedoman di dalam pembelajaran serta berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik dalam kajian tertentu. Kebanyakan LKS yang ada di sekolah atau institusi pendidikan hanya LKS yang memindah sebuah jawaban dari materi yang terurai pada awal halaman. Lembar Kerja Siswa semacam ini tidak efisien dan kurang baik terhadap proses pembelajaran siswa, karena peserta didik hanya terpaku pada sebuah uraian dalam LKS tanpa menganalisa sebuah problem atau soal, Sehingga dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar dapat mengoptimalkan hasil belajar. Dalam situasi yang modern saat ini banyak media selain LKS yang lebih dapat mempermudah dan dapat cepat diterima oleh peserta didik. Tetapi, bukan berarti media LKS tidak dapat digunakan oleh karena media-media yang lebih canggih seperti media audio visual, dll.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian LKS?
2. Apakah manfaat dan fungsi media LKS?
3. Karakteristik atau ciri-ciri LKS?
4. Bagaimana cara membuat LKS?
5. Apa sajakah kelebihan dan kekurangannya dan bagaimana cara mengatasinya?
6. Bagaimana implikasinya dalam pembelajaran?
1.3 Tujuan
Pentingnya media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran khususnya SD untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Untuk mengetahui apa yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran LKS ini. Untuk mengetahuinya, perlu perhatikam hal- hal yang dicapai untuk peserta didik sebagai berikut :
a) Ranah kognitif
Memberikan pengetahuan terhadap peserta didik tentang konsep-konsep yang telah terangkum di dalam materi kemudian mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan. Jadi, diharapkan siswa dapat memahami materi secara utuh dengan bimbingan dari guru.
b) Ranah spikomotorik
Memberi refleksi terhadap peserta didik setelah mempelajari materi sehingga siswa mampu menerapkan atau dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit dipelajari.
c) Ranah afektif
Menunjang keaktifan siswa dalam belajar sehingga dapat memberikan sebuah kegiatan pembelajaran yang inovatif, kreatif dan aktif.
Dengan memperhatikan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif diharapkan siswa/ peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
BAB II
ISI
A. Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS)
Menurut Dhari dan Haryono (1988) yang dimaksud dengan lembar kerja siswa adalah lembaran yang berisi pedoman bagi siswa untuk melakukan kegiatan yang terprogram. Setiap LKS berisikan antara lain: uraian singkat materi, tujuan kegiatan, alat/ bahan yang diperlukan dalam kegiatan, langkah kerja pertanyaan – pertanyaan untuk didiskusikan, kesimpulan hasil diskusi, dan latihan ulangan.
Jadi, Lembar Kerja Siswa ( LKS) bisa diartikan lembaran-lembaran yang digunakan peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, serta berisi tugas yang dikerjakan oleh siswa baik berupa soal maupun kegiatan yang akan dilakukan peserta didik. Prinsipnya lembar kerja siswa adalah tidak dinilai sebagai dasar perhitungan rapor, tetapi hanya diberi penguat bagi yang berhasil menyelesaikan tugasnya serta diberi bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan. Mengandung permasalahan (problem solving) sehingga siswa dapat mengembangkan pola pikir mereka dengan memecahkan permasalahan tersebut. Lembar kerja siswa merupakan bahan pembelajaran cetak yang yang paling sederhana karena komponen isinya bukan pada materi ajar tetapi pada pengembangan soal-soalnya serta latihan. LKS sangat baik dipergunakan dalam rangka strategi heuristik maupun ekspositorik. Dalam strategi heuristik LKS dipakai dalam metode penemuan terbimbing, sedangkan dalam strategi ekspositorik LKS dipakai untuk memberikan latihan pengembangan.. Selain itu LKS sebagai penunjang untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar dapat mengoptimalkan hasil belajar.
Peran LKS dalam proses pembelajaran adalah sebagai alat untuk memberikan pengetahuan, sikap dan ketrampilan pada siswa. Penggunaan LKS memungkinkan guru mengajar lebih optimal, memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan, memberi penguatan, serta melatih siswa memecahkan masalah. (Dhari dan Haryono, 1988)
Adapun bagi siswa penggunaan LKS menurut Dhari dan Haryono (1988) bermanfaat untuk:
1. Meningkatkan aktifitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.
2. Melatih dan mengembangkan ketrampilan proses pada siswa sebagai dasar penerapan ilmu pengetahuan.
3. Membantu memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan tersebut.
4. membantu menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar siswa secara sistematis.
Hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan bahan pembelajaran cetak terutama lembar kerja siswa adalahpada pengembangan GBPP bahan ajar cetak yang telah dikembangkan sebelumnya, terutama pada analisis kompetensi sampai pada insikator ketercapaiannya. Pengembangan indikator dalam GBPP haruslah benar-benar mewakili standart kompetensi dan kompetensi dasarnya,karena nantinya indikator ini yang akan dijadikan panduan dalam membuat soal. Materi yang ada di dalam lembar kerja siswa merupakan hanya sebuah ringkasan saja tetapi sudah mencangkup tentang apa yang akan dimengerti oleh siswa.
Latihan dan soal-soal yang dikembangkan harus menggunakan berbagai bentuk dan teknik yang beraneka ragam sehingga tidak membosankan. Harus dicantumkan pula bagaimana langkah-langkah pengerjaanya jika soal tersebut berbentuk esai ataupun penugasan. Macam- macam lembar kerja siswa dibagi menjadi dua yaitu LKS terbuka dan LKS tertutup.
a) LKS tertutup, lembaran kegiatan siswa yang digunakan dalam pembelajaran di kelas secara teratur dan sistematis. Contohnya, biasanya setelah guru menyampaikan materi maka siswa diberikan lembar kerja yang harus diselesaikan oleh peserta didik, guru bisa menggunakan lembar kerja siswa tertutup ini
b) LKS terbuka, yaitu lembar kegiatan siswa yang di dalamnya tidak terikat dengan aturan-aturan. Jadi, siswa disuruh menyelesaikan masalah yang ada di dalam LKS ini dengan caranya sendiri beserta dengan petunjuk guru.
Komponen- komponen LKS sebagai berikut :
1) Kata pengantar
2) Daftar isi
3) Pendahuluan ( berisi analisis / daftar dari tujuan pembelajaran dan indikator ketercapaian berdasarkan hasil analisis dari GBPP)
4) Bab 1 berisi tentang ringkasan materi/penekanan materi dari pokok bahasan tersebut.
5) Lembar kerja : berisi berbagai soal ataupun penugasan yang akan dikerjakan oleh siswa
6) Bab 2 berisi tentang ringkasan materi/penekanan materi dari pokok bahasan tersebut.
7) Lembar kerja dst.
8) Daftar pustaka
B. Manfaat dan Fungsi Lembar Kerja Siswa ( LKS )
Peran LKS sangat besar dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar dan penggunaannya dalam pembelajaran geografi dapat membantu guru untuk mengarahkan siswanya menemukan konsep-konsep melalui aktifitasnya sendiri. Disamping itu LKS juga dapat mengembangkan ketrampilan proses, meningkatkan aktifitas siswa dan dapat mengoptimalkan hasil belajar. Manfaat secara umum adalah sebagai berikut :
a) Membantu guru dalam menyusun rencana pembelajaran
b) Mengaktifkan peserta didik dalam proses belajar mengajar
c) Sebagai pedoman guru dan peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistimatis
d) Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi yang akan dipelajari melalui kegiatan belajar
e) Membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.
f) Melatih peserta didik untuk menemukan dan mengembangka keterampilan proses, dan
g) Mengaktifkan peserta didik dalam mengembangkan konsep
Adapun manfaat secara khusus sebagai berikut :
a) Untuk tujuan latihan
Siswa diberikan serangkaian tugas/aktivitas latihan. Lembar kerja seperti ini sering digunakan untuk memotivasi siswa ketika sedang melakukan tugas latihan.
b) Untuk menerangkan penerapan (aplikasi)
Siswa dibimbing untuk menuju suatu metode penyelesaian soal dengan kerangka penyelesaian dari serangkaian soal-soal tertentu. Hal ini bermanfaat ketika kita menerangkan penyelesaian soal aplikasi yang memerlukan banyak langkah. Lembaran kerja ini dapat digunakan sebagai pilihan lain dari metode tanya jawab, dimana siswa dapat memeriksa sendiri jawaban pertanyaan itu.
c) Untuk kegiatan penelitian
Siswa ditugaskan untuk mengumpulkan data tertentu, kemudian menganalisis data
tersebut. Misalnya dalam penelitian statistika.
d) Untuk penemuan
Dalam lembaran kerja ini siswa dibimbing untuk menyelidiki suatu keadaan tertentu, agar menemukan pola dari situasi itu dan kemudian menggunakan bentuk umum untuk membuat suatu perkiraan. Hasilnya dapat diperiksa dengan observasi dari contoh yang sederhana.
e) Untuk penelitian hal yang bersifat terbuka
Penggunaan lembaran kerja siswa ini mengikutsertakan sejumlah siswa dalam penelitian dalam suatu bidang tertentu.
Fungsi Lembar kerja siswa ( LKS ) dalam proses belajar mengajar ada dua sudut pandang, yaitu :
a. Dari sudut pandang peserta didik, fungsi LKS sebagai sarana belajar baik di kelas, di ruang praktek, maupun di luar kelas. Sehingga siswa berpeluang besar untuk mengambangkan kemampuan, menerapkan pengetahuan, melatih ketrampilan, memproses sendiri dengan bimbingan guru untuk mendapat perolehannya.
b. Dari sudut pandang guru, melalui lembar kerja siswa dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sudah menerapkan metode membelajarkan siswa, dengan kadar keaktifan peserta didik yang tinggi. LKS merupana salah satu dari sekian banyak media yang digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Dalam pengajaran mata pelajaran, media LKS banyak digunakan untuk memancing aktivitas belajar siswa. Karena dengan LKS siswa akan merasa diberi tanggung jawab moril untuk menyelesaikan suatu tugas dan merasa harus mengerjakannya, terlebih lagi apabila guru memberikan perhatian penuh terhadap hasil pekerjaan siswa dalam LKS tersebut. Guru tidak memberi jawaban akan tetapi siswa diharapkan dapat menyelesaikan dan memecahkan masalah yang ada dalam LKS tersebut dengan bimbingan atau petunjuk dari guru.
C. Karakteristik Lembar Kerja Siswa (LKS)
1. LKS memiliki soal-soal yang harus dikerjakan siswa, dan kegiatan-kegitan seperti percobaan atau terjun ke lapangan yang harus siswa lakukan.
2. Merupakan bahan ajar cetak.
3. Materi yang disajikan merupakan rangkuman yang tidak terlalu luas pembahasannya tetapi sudah mencakup apa yang akan dikerjakan atau dilakukan oleh peserta didik.
4. Memiliki komponen-komponen seperti kata pengantar, pendahuluan, daftar isi, dll.
D. Cara Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS)
Dalam pembuatan lembar kerja siswa perlu diperhatikan beberapa syarat dan hal-hal yang penting, diantaranya sebagai berikut.
a) Mempunyai tujuan yang ingin dicapai berdasarkan GBPP, AMP, dan buku pegangan/paket, mengandung proses dan kemampuan yang dilatih, serta mengutamakan bahan-bahan yang penting.
b) Tata letak harus dapat menunjukkan urutan kegiatan secara logis dan sistematis, menunjukan bagian-bagian yang sudah diikuti dari awal sampai akhir, serta desainnya menarik dan indah.
c) Susunan kalimat dan kata-kata memenuhi kriteria berikut : sederhana dan mudah dimengerti, singkat dan jelas, istilah baru hendaknya diperkenalkan, serta informasi / penjelasan yang panjang hendaknya dibuat dalam lembar catatan peserta didik.
d) Gambar ilustrasi dan skema sebaiknya membantu peserta didik, menunjukkan cara, menyusun, dan merangkai sehingga membantu anak didik berpikir kritis.
Agar lebih spesifik lagi pembahasan tentang cara pembuatgan Lembar Kerja Siswa (LKS) maka diklasifikasikan sebagai berikut :
a) Syarat didaktik, Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses belajar- mengajar haruslah memenuhi persyaratan didaktik, artinya suatu LKS harus mengikuti asas belajar-mengajar yang efektif, yaitu : memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKS yang baik itu adalah yang dapat digunakan baik oleh siswa yang lamban, yang sedang maupun yang pandai, menekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga LKS dapat berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi siswa untuk mencari tahu, memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa, dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika pada diri siswa, pengalaman belajarnya ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa (intelektual, emosional dan sebagainya), bukan ditentukan oleh materi bahan pelajaran.
b) Syarat konstruksi, yang dimaksud dengan syarat konstruksi adalah syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan yang pada hakikatnya haruslah tepat guna dalam arti dapat dimengerti oleh peserta didik. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan peserta didik, menggunakan struktur kalimat yang jelas, memiliki taat urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik menghindari pertanyaan yang terlalu terbuka, tidak mengacu pada buku sumber yang diluar kemampuan keterbacaan, peserta didik menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaaan pada peserta didik untuk menulis maupun menggambarkan pada LKS, menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek, lebih banyak menggunakan ilustrasi daripada kata-kata, sehingga akan mempermudah
peserta didik dalam menangkap apa yang diisyaratkan LKS, memiliki tujuan belajar yang jelas serta manfaat dari pelajaran itu sebagai sumber motivasi, mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya.
c) Syarat teknis, dari segi teknis memiliki beberapa pembahasan yaitu:
1) Tulisan
Menggunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf latin atau romawi, menggunakan huruf tebal yang agak besar, bukan huruf biasa yang diberi garis bawah, menggunakan tidak lebih dari 10 kata dalam satu baris, menggunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan jawaban peserta didik, mengusahakan agar perbandingan besarnya huruf dengan besarnya gambar serasi.
2) Gambar
Gambar yang baik untuk LKS adalah yang dapat menyampaikan pesan/isi dari gambar tersebut secara efektif kepada penguna LKS. Yang lebih penting adalah kejelasan isi atau pesan dari gambar itu secara keseluruhan.
3) Penampilan
Penampilan adalah hal yang sangat penting dalam sebuah LKS. Apabila suatu LKS ditampilkan dengan penuh kata-kata, kemudian ada sederetan pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik, hal ini akan menimbulkan kesan jenuh sehingga membosankan atau tidak menarik. Apabila ditampilkan dengan gambarnya saja, itu tidak mungkin karena pesannya atau isinya tidak akan sampai. Jadi yang baik adalah LKS yang memiliki kombinasi antara gambar dan tulisan.
Uraian di atas merupakan syarat khusus pembuatan lembar kerja siswa, jika sudah terpenuhi maka melangkah pada syarat umum yang harus dipenuhi untuk membuat LKS
1. Melakukan analisis kurikulum baik SK,KD, indikator, maupun materi pokok.
2. Menyusun peta kebutuhan lembar kerja siswa yaitu pembuatan LKS harus membuat suatu konsep/rancangan terlebih dahulu guna mengetahui materi/komponen perihal yang akan dibahas di dalam LKS tersebut,sehingga akan lebih mudah dalam pelaksanaannya.
3. Menentukan judul LKS dan menulis LKS dengan buku paduan yang jelas.
4. Mencetak lembar kerja siswa dan menentukan lembar penilaian.
E. Kelebihan dan Kekurangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Cara Mengatasi Kekurangannya
Kelebihan Lembar Kerja Siswa (LKS)
1. Guru dapat menggunakan lembar kerja siswa sebagai media pembelajaran mandiri bagi peserta didik.
2. Meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
3. Praktis dan harga cenderung terjangkau tidak terlalu mahal.
4. Materi didalam LKS lebih ringkas dan sudah mencakup keseluruhan materi.
5. dapat membuat siswa berinteraksi dengan sesame teman.
6. Kegiatan pembelajaran menjadi beragam dengan LKS.
7. Sebagai pengganti media lain ketika media audio visual misalnya mengalami hambatan dengan listrik maka kegiatan pembelajaran dapat diganti dengan media LKS.
8. Tidak menggunakan listrik sehingga bisa digunakan oleh SD di pedesaan maupun di perkotaan.
Kekurangan Lembar Kerja Siswa (LKS)
1. Soal-soal yang tertuang pada lembar kerja siswa cenderung monoton, bisa muncul bagian berikutnya maupun bab setelah itu.
2. Adanya kekhawatiran karena guru hanya mengandalkan media LKS tersebut serta memnfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Misalnya siswa disuruh mengerjakan LKS kemudian guru meninggalkan siswa dan kembali untuk membahas LKS itu.
3. LKS yang dikeluarkan penerbit cenderung kurang cocok antara konsep yang akan diajarkan dengan LKS tersebut.
4. LKS hanya melatih siswa untuk menjawab soal,tidak efektif tanpa ada sebuah pemahaman konsep materi secara benar.
5. Di dalam LKS hanya bisa menampilakan gambar diam tidak bisa bergerak, sehingga siswa terkadang kurang dapat memahami materi dengan cepat.
6. Media cetak hanya lebih banyak menekankan pada pelajaran yang bersifat kognitif, jarang menekankan pada emosi dan sikap.
7. Menimbulkan pembelajaran yang membosankan bagi siswa jika tidak dipadukan dengan media yang lain.
Cara mengatasi kekurangan dalam penggunaan lembar kerja siswa.
1. Guru diharapkan membuat LKS yang memiliki soal-soal yang beragam, sehingga soal-soal yang ada tidak kebanyakan terulang-ulang.
2. Peningkatan kualitas professional guru perlu dan juga peningkatan kesadaran seorang guru sebagai pendidik.
3. Dsekolah sebaiknya tidak terpaku dengan LKS yang dikeluarkan oleh penerbit tetapi diharapkan dengan keprofesionalan guru dapat membuat lembar kerja siswa yang lebih bermutu tinggi dari pada yang dikeluarkan penerbit.
4. Untuk menghindari siswa yang hanya dilatih untuk mengerjakan soal sebaiknya guru mempunyai buku pegangan selain LKS dan didalam LKS tidak hanya soal-soal yang wajib dikerjakan oleh siswa tetapi sejumlah kegiatan-kegiatan lapang untuk peserta didik juga perlu.
5. Guru bisa memadukan antara media cetak dengan media-media yang menunjang, misalnya audio-visual kalau ada.
6. Menambah kagiatan – kegiatan yang menstimulus siswa untuk aktif baik bertanya kepada guru maupun menjawab pertanyaan guru.
7. Untuk menghindari kebosanan guru sebaiknya menggabung media satu dengan yang lain. Ataupun menambah sebuah kegiatan diluar kegiatan yang ada pada LKS tersebut.
F. Implikasi Lembar Kerja Siswa dalam Pembelajaran
Dengan adanya media Lembar Kerja Siswa (LKS) diharapkan dapat menjadikan peserta didik aktif dan cepat tanggap, serta kreatif. LKS dapat digunakan pada peserta didik untuk mengamati kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Dapat pula digunakan dalam pendekatan ketrampilan proses, dimana Siswa berlatih mengumpulkan kosep sebanyak – banyaknya tentang materi yang akan dipelajari melalui LKS dan kemudian didiskusikan untuk memperoleh kesimpulan mengenai definisi dan karakteristik materi yang dipelajari.
Pemanfaatan LKS sebagai media pembelajaran dilakukan secara optimal, yaitu digunakan sebagai sumber perolehan informasi serta media dalam latihan soal.
Implementasi pendekatan ketrampilan proses, dilakukan sesuai bagan desain pembelajaran dengan pendekatan ketrampilan proses melalui media LKS. Proses pembelajaran dilakukan dengan terlebih dahulu membagi siswa dalam kelompok kelompok. Pembelajaran dilakukan menggunakan berbagai macam metode, yaitu metode penemuan konsep, metode diskusi, dan metode latihan soal. Penerapan setiap metode pembelajaran tersebut disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran pada setiap pertemuan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah dan pembahasan-pembahasan pada makalah di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
1. Media cetak berupa LKS merupakan bahan pembelajaran cetak yang dikemas dengan hanya menekankan pada latihan, tugas dan soal.
2. Lembar kerja siswa memiliki komponen dan karakteristiknys sesuai dengan media pembelajarannya.
3. Implementasi pendekatan ketrampilan proses menggunakan LKS mampu memberikan hasil belajar yang lebih baik, terlebih lagi jika media cetak seperti LKS dipadukan dengan media-media pembelajaran lain yang menunjang.
4. Media LKS memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi kekurangan itu dapat diatasi oleh seorang guru meskipun tidak sepenuhnya teratasi.
5. Penerapan pendekatan ketrampilan proses pada mata pelajaran terbukti lebih meningkatkan hasil belajar siswa serta lebih membekali siswa dengan sejumlah ketrampilan proses belajar, sehingga akan lebih meningkatkan aspek nilai afektif siswa selama pembelajaran berlangsung.
B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam menggunakan lembar kerja siswa. Disamping itu guru hendaknya mampu menciptakan kreatifitas dalam pembelajaran, sehingga pelajaran akuntansi menjadi lebih menyenangkan serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Usman, Moh Uzer dan Lilis setyawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sardiman. 1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV Rajawali.
Dhari, HM. dan Dharyono, AP. 1988. Perangkat Pembelajaran. Malang: Depdikbud.
Sungkono dkk. 2009. Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Siddiq, M. Djauhar, dkk. 2009. Pengembangan Bahan Pembalajaran SD. Jakarta. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Darliana. 1991. Metode Pembelajaran Ketrampilan Proses. Jakarta: Depdikbud.
LAMPIRAN
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Materi pokok : Pemerintahan Tingkat Pusat
Kelas/semester : 4/2
Standart kompetensi : 3.mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat
Kompetensi dasar : 3.1 mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan tingkat pusat seperti MPR, DPR, Presiden, MA, MK, KY, BPK dan lain - lain.
A. LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DALAM SUSUNAN PEMERINTAHAN PUSAT
Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang artinya bahwa negara Indonesia hanya terdiri atas satu negara dan satu pemerintahan yang mengatur seluruh penyelenggaraan pemerintahan pemerintahan. Negara indonesia mempunyai bentuk pemerintahan republik yang lembaga-lembaga negaranya diatur dalam UUD 1945.menurut UUD 1945, lembaga-lembaga negara di indonesia diatur dalam pasal 1 ayat (1) menyatakan negara indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.
Untuk lebih mendalam, mari kita pelajari lembaga-lembaga negara kita !
1. Lembaga legislatif
Lembaga legislatif adalah lembaga negara yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang. dan lembaga tersebut antara lain sebagai berikut :
a) DPR
Adalah singkatan dari dewan perwakilan rakyat.anggota DPR dipilih dari partai politik yang berkompetensi dalam pemilihan umum legislatif. Tugas-tugas DPRsebagai berikut :
• Membentuk undang-undang
• Membahas rancangan undang-undang bersama presiden
• Membahas RAPBN (rancangan anggaran pendapatan belanja negara )
Hak DPR sebagai berikut :
• Hak interpelasi adalah hak DPR untuk memintah keterangan kepada persiden
• Hak angket adalah hak DPR untuk mengadakan penyelidikan atas suatu kebijakan presiden/pemerintah
• Hak amandemen adalah hak DPR untuk memulai atau mengadakan perubahan atas rancangan undang-undang
• Hak budget adalah hak DPR untuk mengajukan dan menetapkan undang-undang
• Hak petisi adalah hak DPR untuk mengajukan pertanyaan atasa kebijakan yang diambil pemerintah/presiden
b) MPR
Adalah singkatan dari majelis permusyawaratan rakyat. Anggota MPR terdiri dari DPR dan DPD yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.
Tugas dan wewenang MPR sebagai berikut :
• Mengubah dan menetapkan UUD
• Melantik presiden dan wakil presiden
• Memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD
Hak-hak MPR sebagai berikut :
• Mengajukan usul perubahan pasal-pasal UUD
• Menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan
• Memilih dan dipilih
• Membelah diri
• Keuangan dan administratif
I. Berilah tanda silang silang (x) pada a, b, c, atau d sesuai dengan jawaban yang paling benar
1. Naskah pembukaan undang-undang dasar 1945 terdiri dari ... alenia
a. I
b. II
c. III
d. IV
2. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik pernyataan ini terdapat di dalam pusat ...
a. 1 ayat 1
b. 1 ayat 2
c. 2 ayat 2
d. 2 ayat 2
3. Bentuk negara kita adalah ...
a. Kerajaan
b. Liberal
c. Republik
d. Persemakmuran
4. Kepala pemerintahan di negara kita adalah ...
a. Perdana Menteri
b. Presiden
c. Raja
d. Sultan
5. Presiden Republik Indonesia adalah ...
a. Susilo Bambang Yudoyono
b. Soeharto
c. Ir soekarno
d. Megawati Soekarnoputri
6. Bentuk pemerintahan yang digunakan oleh bangsa Indonesia adalah ...
a. Kerajaan
b. Federasi
c. Kesultanan
d. Republik
7. Presiden di indonesia dipilih oleh rakyat untuk masa jabatan ... tahun
a. 5
b. 6
c. 10
d. 15
8. Sebelum dilaksanakan amandemen, MPR berkedudukan sebagai ...
a. Lembaga tinggi
b. Lembaga tertinggi
c. Lembaga khusus
d. Lembaga mandiri
9. Anggota DPR dipilih oleh ...
a. Pengundian
b. Musyawarah
c. Penunjukan
d. Pemilihan umum
10. Mengajukan usul perubahan pasal-pasal dalam undang-undang dasar adalah hak ...
a. DPR c. MPR
b. Presiden d. DPD
II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Lembaga negara yang berhak melantik presiden /wakil presiden adalah ...
2. MPR bersidang sedikitnya sekali dalam ...
3. Segala keputusan Mpr ditetapkan dengan ...
4. Bab VII UUD 1945 mengatur tentang ...
5. DPR membahas RAPBN bersama ...
6. Rancangan Undang-Undang (RUU) dibahas DPR bersama ...
7. Hak DPR untuk meminta keterangan kepada presiden dinamakan hak ...
8. Anggota DPD merupakan perwakilan dari daerah ...
9. Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan menurut ...
10. Presiden dalam melakukan kewajibannya dibantu oleh satu orang ...
III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Sebutkan hak dan kewajiban presiden sebagai kepala negara !
Jawab :
2. Sebutkan hak prarogratif presiden !
Jawab :
3. Sebutkan lembaga negara yang mendapat laporan pemeriksaan dari BPK !
Jawab:
4. Apakah tugas komisi pemilihan umum !
Jawab :
5. Sebutkan unsur-unsur pokok terjadinya suatu negara !
Jawab :
Nilai Catatan
“Sebagai Persyaratan Mata Kuliah Media Pembelajaran”
“LEMBAR KERJA SISWA (LKS)”
Disusun oleh :
Maulana Fajar Wandhiro
08390219
Kelas 5E
JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2011
Kata Pengantar
Asalamu’alaikum wr.wb.
Segala puja dan puji kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-NYA sehingga saya senantiasa dalam perlindungan dan naungan-NYA serta sholawat dan salam saya sampaikan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, yang mana beliau telah menuntun kita dari jaman kegelapan menuju terang benderang. Penulis bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan makalah Media Pembelajaran yang berjudul “ Lembar Kerja Siswa “ dengan kemampuan maksimal saya, dan makalah ini tidak dapat terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak diantaranya :
1. Ibu Yuni selaku dosen pembimbing mata kuliah Media Pembelajaran atas segala didikan dan bantuannya.
2. Kedua orang tua saya yang telah mendukung, baik doa maupun materi.
3. Sahabat dan teman-teman dekat yang telah membantu merekomendasikan buku-buku dan sumber materi agar makalah ini tersusun dengan lengkap.
4. Serta banyak pihak-pihak yang tidak dapat saya sebutkan pada kesempatan kali ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu saya memohon saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan menambah pengalaman serta pengetahuan saya.
Wassalamu’alaikum wr.wb
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Untuk meningkatkan kualitas
pendidikan, perlu ada perhatian secara khusus dari berbagai aspek. Aspek tersebut meliputi profesionalisme guru, perkembangan dan pertumbuhan peserta didik, tujuan pendidikan dan pengajaran, program pendidikan dan kurikulum, perencanaan pengajaran, strategi belajar mengajar, media pembelajaran.
Media pembelajaran memiliki bermacam-macam bentuk dan fungsinya, LKS atau lembar kerja siswa merupakan salah satu media cetak yang digunakan sebagai pedoman di dalam pembelajaran serta berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik dalam kajian tertentu. Kebanyakan LKS yang ada di sekolah atau institusi pendidikan hanya LKS yang memindah sebuah jawaban dari materi yang terurai pada awal halaman. Lembar Kerja Siswa semacam ini tidak efisien dan kurang baik terhadap proses pembelajaran siswa, karena peserta didik hanya terpaku pada sebuah uraian dalam LKS tanpa menganalisa sebuah problem atau soal, Sehingga dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar dapat mengoptimalkan hasil belajar. Dalam situasi yang modern saat ini banyak media selain LKS yang lebih dapat mempermudah dan dapat cepat diterima oleh peserta didik. Tetapi, bukan berarti media LKS tidak dapat digunakan oleh karena media-media yang lebih canggih seperti media audio visual, dll.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian LKS?
2. Apakah manfaat dan fungsi media LKS?
3. Karakteristik atau ciri-ciri LKS?
4. Bagaimana cara membuat LKS?
5. Apa sajakah kelebihan dan kekurangannya dan bagaimana cara mengatasinya?
6. Bagaimana implikasinya dalam pembelajaran?
1.3 Tujuan
Pentingnya media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran khususnya SD untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Untuk mengetahui apa yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran LKS ini. Untuk mengetahuinya, perlu perhatikam hal- hal yang dicapai untuk peserta didik sebagai berikut :
a) Ranah kognitif
Memberikan pengetahuan terhadap peserta didik tentang konsep-konsep yang telah terangkum di dalam materi kemudian mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan. Jadi, diharapkan siswa dapat memahami materi secara utuh dengan bimbingan dari guru.
b) Ranah spikomotorik
Memberi refleksi terhadap peserta didik setelah mempelajari materi sehingga siswa mampu menerapkan atau dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit dipelajari.
c) Ranah afektif
Menunjang keaktifan siswa dalam belajar sehingga dapat memberikan sebuah kegiatan pembelajaran yang inovatif, kreatif dan aktif.
Dengan memperhatikan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif diharapkan siswa/ peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
BAB II
ISI
A. Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS)
Menurut Dhari dan Haryono (1988) yang dimaksud dengan lembar kerja siswa adalah lembaran yang berisi pedoman bagi siswa untuk melakukan kegiatan yang terprogram. Setiap LKS berisikan antara lain: uraian singkat materi, tujuan kegiatan, alat/ bahan yang diperlukan dalam kegiatan, langkah kerja pertanyaan – pertanyaan untuk didiskusikan, kesimpulan hasil diskusi, dan latihan ulangan.
Jadi, Lembar Kerja Siswa ( LKS) bisa diartikan lembaran-lembaran yang digunakan peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, serta berisi tugas yang dikerjakan oleh siswa baik berupa soal maupun kegiatan yang akan dilakukan peserta didik. Prinsipnya lembar kerja siswa adalah tidak dinilai sebagai dasar perhitungan rapor, tetapi hanya diberi penguat bagi yang berhasil menyelesaikan tugasnya serta diberi bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan. Mengandung permasalahan (problem solving) sehingga siswa dapat mengembangkan pola pikir mereka dengan memecahkan permasalahan tersebut. Lembar kerja siswa merupakan bahan pembelajaran cetak yang yang paling sederhana karena komponen isinya bukan pada materi ajar tetapi pada pengembangan soal-soalnya serta latihan. LKS sangat baik dipergunakan dalam rangka strategi heuristik maupun ekspositorik. Dalam strategi heuristik LKS dipakai dalam metode penemuan terbimbing, sedangkan dalam strategi ekspositorik LKS dipakai untuk memberikan latihan pengembangan.. Selain itu LKS sebagai penunjang untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar dapat mengoptimalkan hasil belajar.
Peran LKS dalam proses pembelajaran adalah sebagai alat untuk memberikan pengetahuan, sikap dan ketrampilan pada siswa. Penggunaan LKS memungkinkan guru mengajar lebih optimal, memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan, memberi penguatan, serta melatih siswa memecahkan masalah. (Dhari dan Haryono, 1988)
Adapun bagi siswa penggunaan LKS menurut Dhari dan Haryono (1988) bermanfaat untuk:
1. Meningkatkan aktifitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.
2. Melatih dan mengembangkan ketrampilan proses pada siswa sebagai dasar penerapan ilmu pengetahuan.
3. Membantu memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan tersebut.
4. membantu menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar siswa secara sistematis.
Hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan bahan pembelajaran cetak terutama lembar kerja siswa adalahpada pengembangan GBPP bahan ajar cetak yang telah dikembangkan sebelumnya, terutama pada analisis kompetensi sampai pada insikator ketercapaiannya. Pengembangan indikator dalam GBPP haruslah benar-benar mewakili standart kompetensi dan kompetensi dasarnya,karena nantinya indikator ini yang akan dijadikan panduan dalam membuat soal. Materi yang ada di dalam lembar kerja siswa merupakan hanya sebuah ringkasan saja tetapi sudah mencangkup tentang apa yang akan dimengerti oleh siswa.
Latihan dan soal-soal yang dikembangkan harus menggunakan berbagai bentuk dan teknik yang beraneka ragam sehingga tidak membosankan. Harus dicantumkan pula bagaimana langkah-langkah pengerjaanya jika soal tersebut berbentuk esai ataupun penugasan. Macam- macam lembar kerja siswa dibagi menjadi dua yaitu LKS terbuka dan LKS tertutup.
a) LKS tertutup, lembaran kegiatan siswa yang digunakan dalam pembelajaran di kelas secara teratur dan sistematis. Contohnya, biasanya setelah guru menyampaikan materi maka siswa diberikan lembar kerja yang harus diselesaikan oleh peserta didik, guru bisa menggunakan lembar kerja siswa tertutup ini
b) LKS terbuka, yaitu lembar kegiatan siswa yang di dalamnya tidak terikat dengan aturan-aturan. Jadi, siswa disuruh menyelesaikan masalah yang ada di dalam LKS ini dengan caranya sendiri beserta dengan petunjuk guru.
Komponen- komponen LKS sebagai berikut :
1) Kata pengantar
2) Daftar isi
3) Pendahuluan ( berisi analisis / daftar dari tujuan pembelajaran dan indikator ketercapaian berdasarkan hasil analisis dari GBPP)
4) Bab 1 berisi tentang ringkasan materi/penekanan materi dari pokok bahasan tersebut.
5) Lembar kerja : berisi berbagai soal ataupun penugasan yang akan dikerjakan oleh siswa
6) Bab 2 berisi tentang ringkasan materi/penekanan materi dari pokok bahasan tersebut.
7) Lembar kerja dst.
8) Daftar pustaka
B. Manfaat dan Fungsi Lembar Kerja Siswa ( LKS )
Peran LKS sangat besar dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar dan penggunaannya dalam pembelajaran geografi dapat membantu guru untuk mengarahkan siswanya menemukan konsep-konsep melalui aktifitasnya sendiri. Disamping itu LKS juga dapat mengembangkan ketrampilan proses, meningkatkan aktifitas siswa dan dapat mengoptimalkan hasil belajar. Manfaat secara umum adalah sebagai berikut :
a) Membantu guru dalam menyusun rencana pembelajaran
b) Mengaktifkan peserta didik dalam proses belajar mengajar
c) Sebagai pedoman guru dan peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistimatis
d) Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi yang akan dipelajari melalui kegiatan belajar
e) Membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.
f) Melatih peserta didik untuk menemukan dan mengembangka keterampilan proses, dan
g) Mengaktifkan peserta didik dalam mengembangkan konsep
Adapun manfaat secara khusus sebagai berikut :
a) Untuk tujuan latihan
Siswa diberikan serangkaian tugas/aktivitas latihan. Lembar kerja seperti ini sering digunakan untuk memotivasi siswa ketika sedang melakukan tugas latihan.
b) Untuk menerangkan penerapan (aplikasi)
Siswa dibimbing untuk menuju suatu metode penyelesaian soal dengan kerangka penyelesaian dari serangkaian soal-soal tertentu. Hal ini bermanfaat ketika kita menerangkan penyelesaian soal aplikasi yang memerlukan banyak langkah. Lembaran kerja ini dapat digunakan sebagai pilihan lain dari metode tanya jawab, dimana siswa dapat memeriksa sendiri jawaban pertanyaan itu.
c) Untuk kegiatan penelitian
Siswa ditugaskan untuk mengumpulkan data tertentu, kemudian menganalisis data
tersebut. Misalnya dalam penelitian statistika.
d) Untuk penemuan
Dalam lembaran kerja ini siswa dibimbing untuk menyelidiki suatu keadaan tertentu, agar menemukan pola dari situasi itu dan kemudian menggunakan bentuk umum untuk membuat suatu perkiraan. Hasilnya dapat diperiksa dengan observasi dari contoh yang sederhana.
e) Untuk penelitian hal yang bersifat terbuka
Penggunaan lembaran kerja siswa ini mengikutsertakan sejumlah siswa dalam penelitian dalam suatu bidang tertentu.
Fungsi Lembar kerja siswa ( LKS ) dalam proses belajar mengajar ada dua sudut pandang, yaitu :
a. Dari sudut pandang peserta didik, fungsi LKS sebagai sarana belajar baik di kelas, di ruang praktek, maupun di luar kelas. Sehingga siswa berpeluang besar untuk mengambangkan kemampuan, menerapkan pengetahuan, melatih ketrampilan, memproses sendiri dengan bimbingan guru untuk mendapat perolehannya.
b. Dari sudut pandang guru, melalui lembar kerja siswa dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sudah menerapkan metode membelajarkan siswa, dengan kadar keaktifan peserta didik yang tinggi. LKS merupana salah satu dari sekian banyak media yang digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Dalam pengajaran mata pelajaran, media LKS banyak digunakan untuk memancing aktivitas belajar siswa. Karena dengan LKS siswa akan merasa diberi tanggung jawab moril untuk menyelesaikan suatu tugas dan merasa harus mengerjakannya, terlebih lagi apabila guru memberikan perhatian penuh terhadap hasil pekerjaan siswa dalam LKS tersebut. Guru tidak memberi jawaban akan tetapi siswa diharapkan dapat menyelesaikan dan memecahkan masalah yang ada dalam LKS tersebut dengan bimbingan atau petunjuk dari guru.
C. Karakteristik Lembar Kerja Siswa (LKS)
1. LKS memiliki soal-soal yang harus dikerjakan siswa, dan kegiatan-kegitan seperti percobaan atau terjun ke lapangan yang harus siswa lakukan.
2. Merupakan bahan ajar cetak.
3. Materi yang disajikan merupakan rangkuman yang tidak terlalu luas pembahasannya tetapi sudah mencakup apa yang akan dikerjakan atau dilakukan oleh peserta didik.
4. Memiliki komponen-komponen seperti kata pengantar, pendahuluan, daftar isi, dll.
D. Cara Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS)
Dalam pembuatan lembar kerja siswa perlu diperhatikan beberapa syarat dan hal-hal yang penting, diantaranya sebagai berikut.
a) Mempunyai tujuan yang ingin dicapai berdasarkan GBPP, AMP, dan buku pegangan/paket, mengandung proses dan kemampuan yang dilatih, serta mengutamakan bahan-bahan yang penting.
b) Tata letak harus dapat menunjukkan urutan kegiatan secara logis dan sistematis, menunjukan bagian-bagian yang sudah diikuti dari awal sampai akhir, serta desainnya menarik dan indah.
c) Susunan kalimat dan kata-kata memenuhi kriteria berikut : sederhana dan mudah dimengerti, singkat dan jelas, istilah baru hendaknya diperkenalkan, serta informasi / penjelasan yang panjang hendaknya dibuat dalam lembar catatan peserta didik.
d) Gambar ilustrasi dan skema sebaiknya membantu peserta didik, menunjukkan cara, menyusun, dan merangkai sehingga membantu anak didik berpikir kritis.
Agar lebih spesifik lagi pembahasan tentang cara pembuatgan Lembar Kerja Siswa (LKS) maka diklasifikasikan sebagai berikut :
a) Syarat didaktik, Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses belajar- mengajar haruslah memenuhi persyaratan didaktik, artinya suatu LKS harus mengikuti asas belajar-mengajar yang efektif, yaitu : memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKS yang baik itu adalah yang dapat digunakan baik oleh siswa yang lamban, yang sedang maupun yang pandai, menekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga LKS dapat berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi siswa untuk mencari tahu, memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa, dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika pada diri siswa, pengalaman belajarnya ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa (intelektual, emosional dan sebagainya), bukan ditentukan oleh materi bahan pelajaran.
b) Syarat konstruksi, yang dimaksud dengan syarat konstruksi adalah syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan yang pada hakikatnya haruslah tepat guna dalam arti dapat dimengerti oleh peserta didik. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan peserta didik, menggunakan struktur kalimat yang jelas, memiliki taat urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik menghindari pertanyaan yang terlalu terbuka, tidak mengacu pada buku sumber yang diluar kemampuan keterbacaan, peserta didik menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaaan pada peserta didik untuk menulis maupun menggambarkan pada LKS, menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek, lebih banyak menggunakan ilustrasi daripada kata-kata, sehingga akan mempermudah
peserta didik dalam menangkap apa yang diisyaratkan LKS, memiliki tujuan belajar yang jelas serta manfaat dari pelajaran itu sebagai sumber motivasi, mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya.
c) Syarat teknis, dari segi teknis memiliki beberapa pembahasan yaitu:
1) Tulisan
Menggunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf latin atau romawi, menggunakan huruf tebal yang agak besar, bukan huruf biasa yang diberi garis bawah, menggunakan tidak lebih dari 10 kata dalam satu baris, menggunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan jawaban peserta didik, mengusahakan agar perbandingan besarnya huruf dengan besarnya gambar serasi.
2) Gambar
Gambar yang baik untuk LKS adalah yang dapat menyampaikan pesan/isi dari gambar tersebut secara efektif kepada penguna LKS. Yang lebih penting adalah kejelasan isi atau pesan dari gambar itu secara keseluruhan.
3) Penampilan
Penampilan adalah hal yang sangat penting dalam sebuah LKS. Apabila suatu LKS ditampilkan dengan penuh kata-kata, kemudian ada sederetan pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik, hal ini akan menimbulkan kesan jenuh sehingga membosankan atau tidak menarik. Apabila ditampilkan dengan gambarnya saja, itu tidak mungkin karena pesannya atau isinya tidak akan sampai. Jadi yang baik adalah LKS yang memiliki kombinasi antara gambar dan tulisan.
Uraian di atas merupakan syarat khusus pembuatan lembar kerja siswa, jika sudah terpenuhi maka melangkah pada syarat umum yang harus dipenuhi untuk membuat LKS
1. Melakukan analisis kurikulum baik SK,KD, indikator, maupun materi pokok.
2. Menyusun peta kebutuhan lembar kerja siswa yaitu pembuatan LKS harus membuat suatu konsep/rancangan terlebih dahulu guna mengetahui materi/komponen perihal yang akan dibahas di dalam LKS tersebut,sehingga akan lebih mudah dalam pelaksanaannya.
3. Menentukan judul LKS dan menulis LKS dengan buku paduan yang jelas.
4. Mencetak lembar kerja siswa dan menentukan lembar penilaian.
E. Kelebihan dan Kekurangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Cara Mengatasi Kekurangannya
Kelebihan Lembar Kerja Siswa (LKS)
1. Guru dapat menggunakan lembar kerja siswa sebagai media pembelajaran mandiri bagi peserta didik.
2. Meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
3. Praktis dan harga cenderung terjangkau tidak terlalu mahal.
4. Materi didalam LKS lebih ringkas dan sudah mencakup keseluruhan materi.
5. dapat membuat siswa berinteraksi dengan sesame teman.
6. Kegiatan pembelajaran menjadi beragam dengan LKS.
7. Sebagai pengganti media lain ketika media audio visual misalnya mengalami hambatan dengan listrik maka kegiatan pembelajaran dapat diganti dengan media LKS.
8. Tidak menggunakan listrik sehingga bisa digunakan oleh SD di pedesaan maupun di perkotaan.
Kekurangan Lembar Kerja Siswa (LKS)
1. Soal-soal yang tertuang pada lembar kerja siswa cenderung monoton, bisa muncul bagian berikutnya maupun bab setelah itu.
2. Adanya kekhawatiran karena guru hanya mengandalkan media LKS tersebut serta memnfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Misalnya siswa disuruh mengerjakan LKS kemudian guru meninggalkan siswa dan kembali untuk membahas LKS itu.
3. LKS yang dikeluarkan penerbit cenderung kurang cocok antara konsep yang akan diajarkan dengan LKS tersebut.
4. LKS hanya melatih siswa untuk menjawab soal,tidak efektif tanpa ada sebuah pemahaman konsep materi secara benar.
5. Di dalam LKS hanya bisa menampilakan gambar diam tidak bisa bergerak, sehingga siswa terkadang kurang dapat memahami materi dengan cepat.
6. Media cetak hanya lebih banyak menekankan pada pelajaran yang bersifat kognitif, jarang menekankan pada emosi dan sikap.
7. Menimbulkan pembelajaran yang membosankan bagi siswa jika tidak dipadukan dengan media yang lain.
Cara mengatasi kekurangan dalam penggunaan lembar kerja siswa.
1. Guru diharapkan membuat LKS yang memiliki soal-soal yang beragam, sehingga soal-soal yang ada tidak kebanyakan terulang-ulang.
2. Peningkatan kualitas professional guru perlu dan juga peningkatan kesadaran seorang guru sebagai pendidik.
3. Dsekolah sebaiknya tidak terpaku dengan LKS yang dikeluarkan oleh penerbit tetapi diharapkan dengan keprofesionalan guru dapat membuat lembar kerja siswa yang lebih bermutu tinggi dari pada yang dikeluarkan penerbit.
4. Untuk menghindari siswa yang hanya dilatih untuk mengerjakan soal sebaiknya guru mempunyai buku pegangan selain LKS dan didalam LKS tidak hanya soal-soal yang wajib dikerjakan oleh siswa tetapi sejumlah kegiatan-kegiatan lapang untuk peserta didik juga perlu.
5. Guru bisa memadukan antara media cetak dengan media-media yang menunjang, misalnya audio-visual kalau ada.
6. Menambah kagiatan – kegiatan yang menstimulus siswa untuk aktif baik bertanya kepada guru maupun menjawab pertanyaan guru.
7. Untuk menghindari kebosanan guru sebaiknya menggabung media satu dengan yang lain. Ataupun menambah sebuah kegiatan diluar kegiatan yang ada pada LKS tersebut.
F. Implikasi Lembar Kerja Siswa dalam Pembelajaran
Dengan adanya media Lembar Kerja Siswa (LKS) diharapkan dapat menjadikan peserta didik aktif dan cepat tanggap, serta kreatif. LKS dapat digunakan pada peserta didik untuk mengamati kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Dapat pula digunakan dalam pendekatan ketrampilan proses, dimana Siswa berlatih mengumpulkan kosep sebanyak – banyaknya tentang materi yang akan dipelajari melalui LKS dan kemudian didiskusikan untuk memperoleh kesimpulan mengenai definisi dan karakteristik materi yang dipelajari.
Pemanfaatan LKS sebagai media pembelajaran dilakukan secara optimal, yaitu digunakan sebagai sumber perolehan informasi serta media dalam latihan soal.
Implementasi pendekatan ketrampilan proses, dilakukan sesuai bagan desain pembelajaran dengan pendekatan ketrampilan proses melalui media LKS. Proses pembelajaran dilakukan dengan terlebih dahulu membagi siswa dalam kelompok kelompok. Pembelajaran dilakukan menggunakan berbagai macam metode, yaitu metode penemuan konsep, metode diskusi, dan metode latihan soal. Penerapan setiap metode pembelajaran tersebut disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran pada setiap pertemuan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah dan pembahasan-pembahasan pada makalah di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
1. Media cetak berupa LKS merupakan bahan pembelajaran cetak yang dikemas dengan hanya menekankan pada latihan, tugas dan soal.
2. Lembar kerja siswa memiliki komponen dan karakteristiknys sesuai dengan media pembelajarannya.
3. Implementasi pendekatan ketrampilan proses menggunakan LKS mampu memberikan hasil belajar yang lebih baik, terlebih lagi jika media cetak seperti LKS dipadukan dengan media-media pembelajaran lain yang menunjang.
4. Media LKS memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi kekurangan itu dapat diatasi oleh seorang guru meskipun tidak sepenuhnya teratasi.
5. Penerapan pendekatan ketrampilan proses pada mata pelajaran terbukti lebih meningkatkan hasil belajar siswa serta lebih membekali siswa dengan sejumlah ketrampilan proses belajar, sehingga akan lebih meningkatkan aspek nilai afektif siswa selama pembelajaran berlangsung.
B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam menggunakan lembar kerja siswa. Disamping itu guru hendaknya mampu menciptakan kreatifitas dalam pembelajaran, sehingga pelajaran akuntansi menjadi lebih menyenangkan serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Usman, Moh Uzer dan Lilis setyawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sardiman. 1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV Rajawali.
Dhari, HM. dan Dharyono, AP. 1988. Perangkat Pembelajaran. Malang: Depdikbud.
Sungkono dkk. 2009. Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Siddiq, M. Djauhar, dkk. 2009. Pengembangan Bahan Pembalajaran SD. Jakarta. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Darliana. 1991. Metode Pembelajaran Ketrampilan Proses. Jakarta: Depdikbud.
LAMPIRAN
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Materi pokok : Pemerintahan Tingkat Pusat
Kelas/semester : 4/2
Standart kompetensi : 3.mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat
Kompetensi dasar : 3.1 mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan tingkat pusat seperti MPR, DPR, Presiden, MA, MK, KY, BPK dan lain - lain.
A. LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DALAM SUSUNAN PEMERINTAHAN PUSAT
Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang artinya bahwa negara Indonesia hanya terdiri atas satu negara dan satu pemerintahan yang mengatur seluruh penyelenggaraan pemerintahan pemerintahan. Negara indonesia mempunyai bentuk pemerintahan republik yang lembaga-lembaga negaranya diatur dalam UUD 1945.menurut UUD 1945, lembaga-lembaga negara di indonesia diatur dalam pasal 1 ayat (1) menyatakan negara indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.
Untuk lebih mendalam, mari kita pelajari lembaga-lembaga negara kita !
1. Lembaga legislatif
Lembaga legislatif adalah lembaga negara yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang. dan lembaga tersebut antara lain sebagai berikut :
a) DPR
Adalah singkatan dari dewan perwakilan rakyat.anggota DPR dipilih dari partai politik yang berkompetensi dalam pemilihan umum legislatif. Tugas-tugas DPRsebagai berikut :
• Membentuk undang-undang
• Membahas rancangan undang-undang bersama presiden
• Membahas RAPBN (rancangan anggaran pendapatan belanja negara )
Hak DPR sebagai berikut :
• Hak interpelasi adalah hak DPR untuk memintah keterangan kepada persiden
• Hak angket adalah hak DPR untuk mengadakan penyelidikan atas suatu kebijakan presiden/pemerintah
• Hak amandemen adalah hak DPR untuk memulai atau mengadakan perubahan atas rancangan undang-undang
• Hak budget adalah hak DPR untuk mengajukan dan menetapkan undang-undang
• Hak petisi adalah hak DPR untuk mengajukan pertanyaan atasa kebijakan yang diambil pemerintah/presiden
b) MPR
Adalah singkatan dari majelis permusyawaratan rakyat. Anggota MPR terdiri dari DPR dan DPD yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.
Tugas dan wewenang MPR sebagai berikut :
• Mengubah dan menetapkan UUD
• Melantik presiden dan wakil presiden
• Memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD
Hak-hak MPR sebagai berikut :
• Mengajukan usul perubahan pasal-pasal UUD
• Menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan
• Memilih dan dipilih
• Membelah diri
• Keuangan dan administratif
I. Berilah tanda silang silang (x) pada a, b, c, atau d sesuai dengan jawaban yang paling benar
1. Naskah pembukaan undang-undang dasar 1945 terdiri dari ... alenia
a. I
b. II
c. III
d. IV
2. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik pernyataan ini terdapat di dalam pusat ...
a. 1 ayat 1
b. 1 ayat 2
c. 2 ayat 2
d. 2 ayat 2
3. Bentuk negara kita adalah ...
a. Kerajaan
b. Liberal
c. Republik
d. Persemakmuran
4. Kepala pemerintahan di negara kita adalah ...
a. Perdana Menteri
b. Presiden
c. Raja
d. Sultan
5. Presiden Republik Indonesia adalah ...
a. Susilo Bambang Yudoyono
b. Soeharto
c. Ir soekarno
d. Megawati Soekarnoputri
6. Bentuk pemerintahan yang digunakan oleh bangsa Indonesia adalah ...
a. Kerajaan
b. Federasi
c. Kesultanan
d. Republik
7. Presiden di indonesia dipilih oleh rakyat untuk masa jabatan ... tahun
a. 5
b. 6
c. 10
d. 15
8. Sebelum dilaksanakan amandemen, MPR berkedudukan sebagai ...
a. Lembaga tinggi
b. Lembaga tertinggi
c. Lembaga khusus
d. Lembaga mandiri
9. Anggota DPR dipilih oleh ...
a. Pengundian
b. Musyawarah
c. Penunjukan
d. Pemilihan umum
10. Mengajukan usul perubahan pasal-pasal dalam undang-undang dasar adalah hak ...
a. DPR c. MPR
b. Presiden d. DPD
II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Lembaga negara yang berhak melantik presiden /wakil presiden adalah ...
2. MPR bersidang sedikitnya sekali dalam ...
3. Segala keputusan Mpr ditetapkan dengan ...
4. Bab VII UUD 1945 mengatur tentang ...
5. DPR membahas RAPBN bersama ...
6. Rancangan Undang-Undang (RUU) dibahas DPR bersama ...
7. Hak DPR untuk meminta keterangan kepada presiden dinamakan hak ...
8. Anggota DPD merupakan perwakilan dari daerah ...
9. Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan menurut ...
10. Presiden dalam melakukan kewajibannya dibantu oleh satu orang ...
III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Sebutkan hak dan kewajiban presiden sebagai kepala negara !
Jawab :
2. Sebutkan hak prarogratif presiden !
Jawab :
3. Sebutkan lembaga negara yang mendapat laporan pemeriksaan dari BPK !
Jawab:
4. Apakah tugas komisi pemilihan umum !
Jawab :
5. Sebutkan unsur-unsur pokok terjadinya suatu negara !
Jawab :
Nilai Catatan
Senin, 14 Maret 2011
langkah-langkah Pokok Penelitian Tindak Kelas
Secara keseluruhan, prosedur melaksanakan PTK sebagai berikut.
1. Menyusun proposal PTK. Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok:
• Mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara.
• Menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi, media, atau kiat tertentu.
• Memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya.
• Menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan rumusan masalah yang ditetapkan.
• Memilih dan menyusun perspektif, konsep, dan pandangan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK.
• Menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah yang telah dirumuskan.
• Menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK.
• Menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.
2. Melaksanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. Dalam kegiatan ini
diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan-pengamatan dan refleksi-refleksi. Baik pelaksanaan tindakan, pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beriringan, bahkan bersama. Semua hal yang berkaitan dengan ketiga hal di atas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.
3. Menganalisis data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, maupun refleksi. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Hasil analisis data ini dipaparkan lebih lanjut sebagai hasil-hasil PTK. Setelah itu, perlu dibuat kesimpulannya dan dirumuskan saran.
4. Menulis laporan PTK, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kajian konsep atau teoretis. Inilah laporan PTK.
Langkah-langkah Pokok
definisikan masalah
rumuskan tujuan penelitian dan hipotesis (jika mungkin)
kumpulkan data (primer maupun sekunder)
evaluasi data (kritik internal dan eksternal)
tuliskan laporan
Contoh Penelitian Historis
Studi mengenai praktek "ijon" petani cengkih di daerah pedesaan Jawa Tengah
•
untuk memahami dasar-dasarnya di waktu lampau
•
menguji apakah sistem ijon masih relevan di masa sekarang
•
menguji apakah nilai-nilai sosial tertentu serta solidaritas memainkan perananpenting dalam berbagai kegiatan ekonomi pedesaan.
2. Penelitian DeskriptifTujuan
untuk membuat pencandraan/gambaran secara sistematis, faktual, dan akuratmengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu.
Ciri-ciri
•
tidak ada : pengujian hipotesis, peramalan, pencarian implikasi hubungan antarvariabel penelitian (korelasional)
•
memerlukan data yang benar-benar representatif (mewakili) objek penelitian.
•
proses pengambilan sampel penelitian harus hati-hati.
Penelitian Deskriptif sering pula disebut dengan Penelitian Survei
Langkah-langkah Pokok
•
definisikan tujuan secara jelas dan spesifik
•
rancang metode pendekatannya :data apa yang akan dikumpulkan??bagaimana cara pengumpulannya??alat apa yang akan digunakan untuk pengumpulan data??siapa sumber datanya??siapa yang bertugas mengumpulkan data?? dsb..
•
kumpulkan data
•
tuliskan laporan
Contoh Penelitian Deskriptif
•
Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja dalam bidang komputer tahun 2000.
•
Survei mengenai pendapat umum mahasiswa untuk menilai sikap padamahasiswa terhadap rencana perubahan kurikulum
3. Penelitian PerkembanganTujuan
untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan atau perubahan suatu objekatau gejala sebagai fungsi waktu.
Ciri-ciri
•
penelitian ini menuntut pengamatan yang berkelanjutan (kontinu)
dapat dilakukan secara longitudinal (fungsi waktu) maupun
cross-sectional
Langkah-langkah Pokok
•
definisikan masalah dan rumuskan tujuan
•
lakukan telaah pustaka
•
rancang metode pendekatannya.
•
kumpulkan data
•
evaluasi data
•
susun laporan hasil evaluasi
Contoh Penelitian Historis
•
Studi mengenai perkembangan tingkah laku anak umur 0 - 10 tahun
•
Studi mengenai pengaruh bantuan dana IDT pada peningkatan perekonomianpedesaan.
•
Penelitian mengenai pengaruh kepesertaan program KB terhadap penekananangka kematian.
4. Penelitian Kasus dan Penelitian LapanganTujuan
untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang daninteraksi lingkungan suatu unit sosial : individu, kelompok, lembaga, ataumasyarakat.
Ciri-ciri
•
objek penelitian berupa unit sosial tertentu
•
sampel sedikit tetapi variabel pengamatan banyak
•
kesimpulannya terbatas pada unit sampel tertentu dan tidak dapatdigeneralisasi pada tingkat populasinya (cenderung subjektif).
Langkah-langkah Pokok
•
rumuskan tujuan yang akan dicapai
•
rancang metode pendekatannya
•
kumpulkan data
•
organisasikan data dan informasi menjadi sebuah rekonstruksi yang terpadu
•
susun laporan dan diskusikan hasilnya
Contoh Penelitian Historis
•
Studi lapangan mengenai kebudayaan petani nelayan di wilayah pesisir.
•
Studi kasus mengenai kehidupan anak-anak jalanan di kota Semarang.
•
Penelitian tentang tipologi pedagang kaki lima di seputar simpang lima
5. Penelitian KorelasionalTujuan
untuk mengetahui hubungan (korelasional) antara variabel-variabel penelitian
Ciri-ciri
•
cocok digunakan jika variabel yang diteliti rumit dan tidak dapat diteliti denganmetode eksperimen (tidak dapat dimanipulasi/dikontrol).
•
memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling berhubungan secaraserentak dalam keadaan realistisnya.
•
output dari penelitian ini adalah taraf/tinggi rendahnya hubungan dan bukanada atau tidaknya hubungan secara kausal.
•
pola hubungan sering tidak menentu dan kabur
•
sering memasukkan berbagai data tanpa pilih-pilih (dipaksakan)
•
dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan variabelbebas.
Langkah-langkah Pokok
•
definisikan masalah
•
lakukan telaah pustaka
•
rancang cara pendekatannya
•
kumpulkan data
•
analisis data dan buat interpretasinya
•
susun laporan
Contoh Penelitian Historis
•
Studi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa
Hubungan antara skor test masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi
•
Peramalan tingkat permintaan barang berdasarkan tingkat harga barang
6. Penelitian EksperimentalTujuan
untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satuatau lebih kelompok eksperimental suatu kondisi/perlakuan danmembandingkannya dengan kelompok eksperimental yang tidak dikenaikondisi/perlakuan.
Ciri-ciri
•
menuntut pengaturan variabel dan kondisi/perlakuan eksperimen
•
menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimental
•
menggunakan hipotesis terutama tentang akibat perbedaan perlakuan
Langkah-langkah Pokok
•
lakukan survei kepustakaan / studi pustaka
•
identifikasi dan definisikan masalah
•
rumuskan hipotesis berdasarkan studi pustaka
•
definisikan pengertian-pengertian dasar dan variabel utama
•
susun rancangan penelitian
•
laksanakan eksperimen
•
organisasikan data hasil eksperimen
analisis data dan lakukan pengujian hipotesis
•
interpretasi hasil analisis, diskusikan dan susun laporan
Contoh Penelitian Historis
Pengaruh penambahan dosis pupuk A terhadap peningkatan hasil panen padi.
7. Penelitian Tindakan (Action Research)Tujuan
untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru, cara pendekatan baru,atau produk pengetahuan yang baru, dan untuk memecahkan masalah denganpenerapan langsung di dunia aktual (lapangan).
Ciri-ciri
•praktis dan langsung relevan dengan situasi aktual di lapangan (empiris)
•menyediakan kerangka kerja / sistematika yang teratur untuk memecahkanmasalah dan perkembangan baru yang lebih baik.
•fleksibel dan adaptif, memperbolehkan perubahan-perubahan selama masapenelitian (inovatif).
•tidak selalu menuntut adanya hipotesis dan kontrol variabel.
Langkah-langkah Pokok
•definisikan masalah dan tetapkan tujuan
lakukan telaah/studi pustaka
•rumuskan hipotesis atau strategi pendekatan yang spesifik
•susun rancangan penelitian dan jelaskan prosedur-prosedur serta kondisinya
•tentukan kriteria evaluasi dan teknik pengukuran untuk umpan balik
•laksanakan eksperimen
•analisis data, evaluasi, dan susun laporan
Contoh Penelitian Historis
•Penelitian-penelitian di bidang pemanfaatan teknologi komputer
•Penelitian mengenai program pencegahan kecelakaan lalu lintas bagipengemudi (pelatihan/pendidikan pengemudi).
•Pemberdayaan tenaga putus sekolah pada kewirausahaan.
Penelitian di bidang Ilmu Komputer
kebanyakan berupa penelitian development
,penelitian eksperimental
, dan penelitian tindakan
.Penelitian tersebut memungkinkan dikembangkannya metodologi baru yang lebihspesifik (khususnya dalam perekayasaan) seperti :- Metodologi Pengembangan Sistem Informasi- Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak- Metodologi Pengembangan Perangkat Keras
Kesimpulan :
•Metodologi penelitian menggambarkan tahapan-tahapan dalam prosespenelitian guna memecahkan masalah penelitian dari awal. perencanaanhingga tercapainya tujuan penelitian.
•Tidak ada satu format yang baku tentang metodologi penelitian, tetapi setiapmetodologi penelitian tidak terlepas dari kerangka metode ilmiah.
•Pemilihan metodologi penelitian lebih tergantung pada jenis penelitian yangdilakukan.
•Perkembangan ilmu pengetahuan memungkinkan munculnya metodologipenelitian yang baru (dinamis)
1. Menyusun proposal PTK. Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok:
• Mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara.
• Menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi, media, atau kiat tertentu.
• Memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya.
• Menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan rumusan masalah yang ditetapkan.
• Memilih dan menyusun perspektif, konsep, dan pandangan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK.
• Menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah yang telah dirumuskan.
• Menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK.
• Menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.
2. Melaksanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. Dalam kegiatan ini
diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan-pengamatan dan refleksi-refleksi. Baik pelaksanaan tindakan, pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beriringan, bahkan bersama. Semua hal yang berkaitan dengan ketiga hal di atas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.
3. Menganalisis data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, maupun refleksi. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Hasil analisis data ini dipaparkan lebih lanjut sebagai hasil-hasil PTK. Setelah itu, perlu dibuat kesimpulannya dan dirumuskan saran.
4. Menulis laporan PTK, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kajian konsep atau teoretis. Inilah laporan PTK.
Langkah-langkah Pokok
definisikan masalah
rumuskan tujuan penelitian dan hipotesis (jika mungkin)
kumpulkan data (primer maupun sekunder)
evaluasi data (kritik internal dan eksternal)
tuliskan laporan
Contoh Penelitian Historis
Studi mengenai praktek "ijon" petani cengkih di daerah pedesaan Jawa Tengah
•
untuk memahami dasar-dasarnya di waktu lampau
•
menguji apakah sistem ijon masih relevan di masa sekarang
•
menguji apakah nilai-nilai sosial tertentu serta solidaritas memainkan perananpenting dalam berbagai kegiatan ekonomi pedesaan.
2. Penelitian DeskriptifTujuan
untuk membuat pencandraan/gambaran secara sistematis, faktual, dan akuratmengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu.
Ciri-ciri
•
tidak ada : pengujian hipotesis, peramalan, pencarian implikasi hubungan antarvariabel penelitian (korelasional)
•
memerlukan data yang benar-benar representatif (mewakili) objek penelitian.
•
proses pengambilan sampel penelitian harus hati-hati.
Penelitian Deskriptif sering pula disebut dengan Penelitian Survei
Langkah-langkah Pokok
•
definisikan tujuan secara jelas dan spesifik
•
rancang metode pendekatannya :data apa yang akan dikumpulkan??bagaimana cara pengumpulannya??alat apa yang akan digunakan untuk pengumpulan data??siapa sumber datanya??siapa yang bertugas mengumpulkan data?? dsb..
•
kumpulkan data
•
tuliskan laporan
Contoh Penelitian Deskriptif
•
Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja dalam bidang komputer tahun 2000.
•
Survei mengenai pendapat umum mahasiswa untuk menilai sikap padamahasiswa terhadap rencana perubahan kurikulum
3. Penelitian PerkembanganTujuan
untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan atau perubahan suatu objekatau gejala sebagai fungsi waktu.
Ciri-ciri
•
penelitian ini menuntut pengamatan yang berkelanjutan (kontinu)
dapat dilakukan secara longitudinal (fungsi waktu) maupun
cross-sectional
Langkah-langkah Pokok
•
definisikan masalah dan rumuskan tujuan
•
lakukan telaah pustaka
•
rancang metode pendekatannya.
•
kumpulkan data
•
evaluasi data
•
susun laporan hasil evaluasi
Contoh Penelitian Historis
•
Studi mengenai perkembangan tingkah laku anak umur 0 - 10 tahun
•
Studi mengenai pengaruh bantuan dana IDT pada peningkatan perekonomianpedesaan.
•
Penelitian mengenai pengaruh kepesertaan program KB terhadap penekananangka kematian.
4. Penelitian Kasus dan Penelitian LapanganTujuan
untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang daninteraksi lingkungan suatu unit sosial : individu, kelompok, lembaga, ataumasyarakat.
Ciri-ciri
•
objek penelitian berupa unit sosial tertentu
•
sampel sedikit tetapi variabel pengamatan banyak
•
kesimpulannya terbatas pada unit sampel tertentu dan tidak dapatdigeneralisasi pada tingkat populasinya (cenderung subjektif).
Langkah-langkah Pokok
•
rumuskan tujuan yang akan dicapai
•
rancang metode pendekatannya
•
kumpulkan data
•
organisasikan data dan informasi menjadi sebuah rekonstruksi yang terpadu
•
susun laporan dan diskusikan hasilnya
Contoh Penelitian Historis
•
Studi lapangan mengenai kebudayaan petani nelayan di wilayah pesisir.
•
Studi kasus mengenai kehidupan anak-anak jalanan di kota Semarang.
•
Penelitian tentang tipologi pedagang kaki lima di seputar simpang lima
5. Penelitian KorelasionalTujuan
untuk mengetahui hubungan (korelasional) antara variabel-variabel penelitian
Ciri-ciri
•
cocok digunakan jika variabel yang diteliti rumit dan tidak dapat diteliti denganmetode eksperimen (tidak dapat dimanipulasi/dikontrol).
•
memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling berhubungan secaraserentak dalam keadaan realistisnya.
•
output dari penelitian ini adalah taraf/tinggi rendahnya hubungan dan bukanada atau tidaknya hubungan secara kausal.
•
pola hubungan sering tidak menentu dan kabur
•
sering memasukkan berbagai data tanpa pilih-pilih (dipaksakan)
•
dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan variabelbebas.
Langkah-langkah Pokok
•
definisikan masalah
•
lakukan telaah pustaka
•
rancang cara pendekatannya
•
kumpulkan data
•
analisis data dan buat interpretasinya
•
susun laporan
Contoh Penelitian Historis
•
Studi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa
Hubungan antara skor test masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi
•
Peramalan tingkat permintaan barang berdasarkan tingkat harga barang
6. Penelitian EksperimentalTujuan
untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satuatau lebih kelompok eksperimental suatu kondisi/perlakuan danmembandingkannya dengan kelompok eksperimental yang tidak dikenaikondisi/perlakuan.
Ciri-ciri
•
menuntut pengaturan variabel dan kondisi/perlakuan eksperimen
•
menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimental
•
menggunakan hipotesis terutama tentang akibat perbedaan perlakuan
Langkah-langkah Pokok
•
lakukan survei kepustakaan / studi pustaka
•
identifikasi dan definisikan masalah
•
rumuskan hipotesis berdasarkan studi pustaka
•
definisikan pengertian-pengertian dasar dan variabel utama
•
susun rancangan penelitian
•
laksanakan eksperimen
•
organisasikan data hasil eksperimen
analisis data dan lakukan pengujian hipotesis
•
interpretasi hasil analisis, diskusikan dan susun laporan
Contoh Penelitian Historis
Pengaruh penambahan dosis pupuk A terhadap peningkatan hasil panen padi.
7. Penelitian Tindakan (Action Research)Tujuan
untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru, cara pendekatan baru,atau produk pengetahuan yang baru, dan untuk memecahkan masalah denganpenerapan langsung di dunia aktual (lapangan).
Ciri-ciri
•praktis dan langsung relevan dengan situasi aktual di lapangan (empiris)
•menyediakan kerangka kerja / sistematika yang teratur untuk memecahkanmasalah dan perkembangan baru yang lebih baik.
•fleksibel dan adaptif, memperbolehkan perubahan-perubahan selama masapenelitian (inovatif).
•tidak selalu menuntut adanya hipotesis dan kontrol variabel.
Langkah-langkah Pokok
•definisikan masalah dan tetapkan tujuan
lakukan telaah/studi pustaka
•rumuskan hipotesis atau strategi pendekatan yang spesifik
•susun rancangan penelitian dan jelaskan prosedur-prosedur serta kondisinya
•tentukan kriteria evaluasi dan teknik pengukuran untuk umpan balik
•laksanakan eksperimen
•analisis data, evaluasi, dan susun laporan
Contoh Penelitian Historis
•Penelitian-penelitian di bidang pemanfaatan teknologi komputer
•Penelitian mengenai program pencegahan kecelakaan lalu lintas bagipengemudi (pelatihan/pendidikan pengemudi).
•Pemberdayaan tenaga putus sekolah pada kewirausahaan.
Penelitian di bidang Ilmu Komputer
kebanyakan berupa penelitian development
,penelitian eksperimental
, dan penelitian tindakan
.Penelitian tersebut memungkinkan dikembangkannya metodologi baru yang lebihspesifik (khususnya dalam perekayasaan) seperti :- Metodologi Pengembangan Sistem Informasi- Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak- Metodologi Pengembangan Perangkat Keras
Kesimpulan :
•Metodologi penelitian menggambarkan tahapan-tahapan dalam prosespenelitian guna memecahkan masalah penelitian dari awal. perencanaanhingga tercapainya tujuan penelitian.
•Tidak ada satu format yang baku tentang metodologi penelitian, tetapi setiapmetodologi penelitian tidak terlepas dari kerangka metode ilmiah.
•Pemilihan metodologi penelitian lebih tergantung pada jenis penelitian yangdilakukan.
•Perkembangan ilmu pengetahuan memungkinkan munculnya metodologipenelitian yang baru (dinamis)
Langganan:
Postingan (Atom)










