PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
Judul program: 2 Menit berbicara
Oleh : Maulana Fajar Wandhiro - CGP Angkatan 2 - SD Unggulan Permatajingga
1. PERISTIWA
Penguasaan literasi merupakan indikator penting untuk
meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan. Penanaman
literasi sedini mungkin harus disadari karena menjadi modal utama dalam
mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya. survei yang dilakukan oleh Programme for International Student
Assessment (PISA) menunjukkan Indonesia berada di posisi 60 dari 61 negara
dalam penguasaan literasi. Padahal, budaya literasi bermanfaat dalam mewujudkan
peran generasi muda dalam aspek pembangunan negara.
Salah satu pengembangan untuk mengasah kemampuan
literasi adalah dengan menyampaikan atau mempresentasikan apa yang dipahami.
Pada jurnal yang dibuat oleh Iis Lisnawati dan Yuni Ertinawati yang berjudul
“Literat Melalui Presentasi” mengungkapkan bahwa “Berbicara, khususnya
berpresentasi pada hakikatnya adalah aktivitas mengungkapkan pikiran, gagasan,
ide, pendapat, argumen, dan yang lainnya dengan menggunakan bahasa lisan.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam
berpresentasi diperlukan kemampuan literasi karena sebelum berpresentasi, pembicara terlebih dahulu
harus mengakses, mengolah, membandingkan, dan menyeleksi, dan menentukan
informasi yang akan disampaikan.
Peserta didik kelas 3 di SD Unggulan Permatajingga
sebanyak sekitar 75% mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi yang
dipahami menggunakan bahasanya sendiri. Hal ini dapat dilihat pada observasi
yang dilakukan oleh guru dalam tanya jawab dan beberapa tugas kelompok pada
saat presentasi dan wawancara.
Berdasarkan pemaparan di atas, salah satu kegiatan dalam
meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik adalah dengan menerapkan “Program pengembangan keterampilan
berbicara 2 menit” . Berikut adalah penjabaran program lebih detail:
Nama Program : 2 Menit Berbicara
Tujuan Program :
1.
Dengan
“2 Menit Berbicara” peserta didik lebih terampil ketika berbicara di kelas.
2.
Dengan
“2 Menit Berbicara” peserta didik mampu mengutarakan pendapatnya dengan jelas.
Dengan “2 Menit
Berbicara” peserta didik mampi menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari
menggunakan bahasanya sendiri baik kepada guru
maupun orang tuanya
2. PROSES JALANNYA AKSI
Pada Proses program ini berlangsung, kegiatan yang dilakukan mengarah pada kegiatan yang mengasah keterampilan berbicara peserta didik. Mulai dari mengutarakan pendapat, mengutarakan pertanyaan, dan juga menyampaikan hasil dari pemahamannya.
Ada satu momen yang menyenangkan bagi peserta didik ketika saya mencoba mengundang sosok baru hadir pada forum proses pembelajaran. Bu Lilik adalah salah satu CGP (Calon Guru Penggerak) yang ikut berkolaborasi dengan kelas saya. Sesi pertama peserta didik berusaha menyampaikan perkenalan tentang dirinya pada guru yang baru mereka kenal. Kemudian dilanjutkan dengan sesi 2 yaitu berusaha menyampaikan tentang topik yang dibahas. Berikut adalah cuplikan keseruannya:
3. DAMPAK TERHADAP MURID
Dampak yang terlihat pada peserta didik adalah sebagai berikut:
a. Walaupun peserta didik dalam waktu "2 menit berbicara" tentang salah satu topik yang dibahas masih terbata-bata, berpikir sejenak berusaha merangkai kalimat selanjutnya namun mereka sudah berani dalam menantang dirinya sendiri untuk menyampaikan satu tema yang dipilih secara acak.
b. Berusaha mengeksplor diri untuk menyampaikan sesuatu yang sudah dipersiapkan, yang spontan dipilih secara acak dan juga menyampaikan pendapatnya.
c. Peserta didik mampu meningkatkan keterampilan memilih diksi yang pas dalam menyampaikan tema yang dibahas
d. Peserta berusaha memanfaatkan waktu yang terbatas untuk menyampaikan sebuah tema dengan padat, jelas dan menyeluruh.
4. PERASAAN
Pada Pelaksanaan program ini di awal saya merasa sangat senang sekali karena peserta didik sangat antusias. Perasaan lain yang saya rasakan adalah kurang puas, karena sekolah tempat saya mengajar masih masuk 50% sehingga mata pelajaran yang saya ampu masuk pada kelas daring. Sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak tatap muka secara langsung. Namun itu semua tidak mengurasi esensi dari pembelajaran yang dilakukan.
5. PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL
Sebelum terlaksananya program ini kelas saya kebanyakan berjalan dengan satu arah dan sedikit sekali pembelajaran yang interaktif dua arah. Jika murid diberi kesempatan terkadang juga bingung harus memulai dari mana. Sehingga Perlu adanya sebuah kalimat-kalimat tuntunan yang menjadi pedoman peserta didik dalam menyampaikan tema yang dibahas. Dengan pembiasaan menggunakan panduan tersebut peserta didik lama kelamaan menjadi terbiasa dan akhirnya mampu menyampaikan tanpa kalimat penuntun dalam menyampaikan tema yang dibahas. Pelajaran yang dapat saya ambil adalah menggali potensi di luar materi pokok yang disampaiakan juga penting, karena dapat menunjang materi. Peserta didik merasa percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya karena keterampilan berbicaranya meningkat.
Program yang terlaksana ini tentunya ada beberapa hal yang perlu dipertahankan dan juga ada beberapa hal yang menjadi evaluasi sehingga pada program selanjutnya mampu menghadirkan program yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Diantaranya yaitu :
a. Memaksimalkan pembelajaran dengan melakukan proses pembelajaran secara tatap muka
b. Berkolaborasi dengan tingkat kelas yang lain di sekolah agar lebih maksimal
c. Merancang program yang pas untuk diterapkan dengan orang tua di rumah.
Berikut adalah hasil dari proses pelaksanaan aksi nyata yang telah dilakukan di Sekolah Dasar Unggulan Permatajingga Malang. Semoga bermanfaat. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar