Minggu, 19 Februari 2012

Tidak Penting, Tetapi Penting (SERI 1)

Ada beberapa kejadian yang sebenarnya tidak penting, tetapi entah mengapa jadi penting buatku ketika kejadian itu menjadi sebuah parodi sederhana dalam bayangan dan khayalanku. Contohnya seperti cerita-cerita singkat seperti ini nih nih…….!
#+++#
Kesalahanku ketika menyetir sepeda adalah saat mata ini tak fokus dengan jalan dan beralih pada kaos seseorang yang bertuliskan “Segoblok-gobloknya orang goblok masih goblok orang yang sempet-sempetnya membaca tulisan ini apalagi sambil menggerakkan bibirnya”. #Edisi Gondok
#+++#
Sore itu hujan mengguyur kota Malang, tradisi mingguanku adalah pulang kampung. Aku pulang bersama sahabatku sebut saja namanya Mandra. Emperan rumah orang yang luaspun menjadi tempat untuk kami dan beberapa pengendara motor lainnya untuk berteduh. Ketika berteduh si Mandra memamerkan HPnya yang baru,”Coyyyy hape aku nehhh baru mantap bisa buat foto, video, layar sentuh”. “Terus, Masalah buat ayeeee?”, jawabku gondok. Yeeeee dibilangin sewot. Setelah beberapa saat HP si Mandra berbunyi. Kriiinng…kriiinggg, tittt, halooooo,hallooooo, sahut Mandra dengan nada keras tak beraturan. Halooooo, suara gak jelas,bentar aku cari signal dulu, haloooo,. Berjalan keluar tempat berteduh menaikkan HPnya, memukul-mukul, sedikit memanjat pohon mangga di depan rumah orang dan kembali berteriak,”Haloooooo, haloooo tes tesss….suaramu kecilll hahaha sial haloooooo haloooo hahahaha BRUUUUUT”. Kentutnya terdengar menggema di tempat berteduh, tingkahnya membuat gondokku semakin besar. Tiba-tiba ada suara dari sampingku,”temannya ya dek?”. “oohhhhhhhh bukan pak, saya tidak kenal mungkin dia baru lepas dari RSJ. #Edisi IMAGE
#+++#
Saat aku bersepeda menyusuri jalan dari rumah menuju kos, terlihat dua orang anak muda puber berboncengan sambil pegangan pinggang sangat erat. Sampai tidak ada jarak, lengkapnya lagi sepedanya melaju 15km/jam. Suatu saat ketika mempunyai kekasih, aku akan bilang kepadanya, sayang, saat aku bonceng, kamu pegangan pundakku aja ya. Pasti dia protes tuh,”Lho kenapa, kamu gak sayang ya sama aku”. Bukan begitu, kalaupun kamu peluk pinggangku, pasti yang dipeluk bangku peott yang aku duduki, karena aku bawa BAJAI sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang. # Edisi Gondok
#+++#
Saat aku masih menyandang pangkat sebagai orang KC( Kaya Cinta) yang kemudian bangkrut dan inerbeuaty ku disita bank asmara, hingga aku menjadi sekarang ini MC(miskin Cinta). Jalan-jalan nih aku dengan si doi melihat pemandangan-pemandangan yang memanjakan mata. Ketika melewati jalan, terlihat dua sejoli yang sedang bertengkar. Kamu cowok brengsek,”terdengar cewek itu memaki cowoknya. Cowok itupun tidak terima dan kemudian memukul wanita itu dengan helm yang dibawanya. BRAAAAAAKKKK(suaranya nyaring). Kejadian itupun spontan membuat doi ku mrinding dan bertanya kepadaku,“Sayang kalau kita nanti bertengkar apa kau akan memukulku seperti itu?”. Akupun berusaha meyakinkannya, “ya enggak lah sayang”. “Kenapa?”, tanya si doi lagi. “Ya aku gak tegalah”, kata-kataku terdengar ambigu di telinga si doi hingga memaksa ia mengerutkan dahi dan menajamkan pandangannya kepadaku. “Bohong”. “Aku gak tega lihat kamu nangis karena waktu nangis kamu jelek, keluar ingusnya mengalir nyampek mulut, matanya merah berasa mau makan bayi, upilnya juga ada yang nyangkut dikit di lubang idung hiiiiiii”, ujarku dengan muka ekspresif dan lugu. Doi= Grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr guk guk guk. #Edisi Perang

Tidak ada komentar: