Cerita singkat ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya. Jika sebelumnya banyak memuat tentang sekitaran jalan, maka sekarang aku akan membahas ceritaku bersama merk-merk yang ada di sekitar kita. Mohon maaf untuk merk yang tersebutkan, inilah parodi sederhana dalam otak udangku.
Ketika main ke tempat kos teman, tidak ada buku yang menarik untuk dibaca dan petunjuk hape milik temankupun jadi sasaran bacaku. Membaca buku kecil itu lembar demi lembar, dan akhirnya aku menemukan sebuah kalimat yang mungkin konyol di pikiranku. Bagi kalian yang punya Sony Ericson tipe X8, di buku kecil yang berjudul informasi penting. Tepat pada uraian baterai. Kurang lebih kalimatnya seperti ini “ Isi daya baterai hingga penuh sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Gunakan hanya bla bla bla bla bla bla…JANGAN MASUKKAN BATERAI KE DALAM MULUT”. Lagian orang kurang kerjaan kayak apa yang sempet-sempetnya masukin baterai ke dalam mulutnya. Kalimat itu juga dapat diartikan, berarti selain dimasukkan ke dalam mulut boleh dong dimasukkan ke yang lain. Hiiiiii geli. Ampun baterai jangan sodomi aku hoooeeeek. #Edisi Maaf Sebut Merk
#+++#
Tiap malam sebelum tidur aku selalu melakukan ritual unyu ku yaitu menggosok gigi. Malam itu entah LISTERINE siapa yang aku pakai di kamar mandi. Saat aku menuangkan isinya ke dalam tutup botol, aku membaca 2 kata yang mungkin membuat aku penasaran. Peringatan : “JANGAN DITELAN”. Larangan itu menggodaku, aku serasa membawa sebuah peti yang entah apa isinya sementara di luar peti itu ada tulisannya “JANGAN DIBUKA”. Sebagai anak puber yang penuh dengan keingintahuan akupun melanggarnya.GLEEEEKKKK (aku telan). Terimakasih petunjuk, besoknya aku mencret. #Edisi Maaf Sebut Merk
#+++#
Ada sebuah majalah di kampusku, DIDAKTIK namanya. Edisi XXIX coba baca di halaman 27 samping kanan foto. Ternyata tidak hanya anak-anak muda labil saja yang menggunakan bahasa alay, di situ juga ada sebuah kalimat yang salah posisi dan akhirnya hanya bisa dibaca “ nnnaaaGraiuairGiu”. Mungkin itu bahasa alien yang artinya ASOLOLE. Dan Aku hanya bisa menjawab ICIK-ICIK EHM. #Edisi Maaf Sebut Merk
#+++#
Bicara masalah cinta, walaupun lahirku Kamis Wage menjelang Jumat Kliwon, muka horor dan sifatku aneh. Gini-gini juga pernah punya cewek lho. Pernah suatu malam aku dan doi makan dawet di pinggir jalan. Anehnya malam-malam kok ada dawet ya di situ. Karena ingin romantis maka kita memesan es dawetnya satu mangkok saja (alasan buat hemat beb). Saat meminum satu sendok, dua sendok, keadaan itu berjalan dengan lancar. Sendokan ketiga ternyata si doi menemukan rambut berbentuk kriting panjang sekali, persis seperti rambut makhluk yang ada difilm-film horor indonesia sekarang. Jiaaaaaaaaaaahh alamat ini. Sedikit demi sedikit aku dan doi melirik ke belakang dan ohhhhhhhhhh tidaaaaaaaaaaaaakkkk. Ternyata pedagang itu adalah SEEEEEEEE, SEEEEEE, SEEorang tukang dawet yang merangkap sebagai tukang buat sapu dan keset….jiaaaaahhhh bruaaakkk. #Edisi Semi Horor
#+++#
Malam terasa sunyi dan lapar, hanya Sarimie isi dua yang setia menemaniku. Memasak mie sambil berkata satu, satu, satu berharap Ayu Ting-Ting langsung memegang tanganku dan bernyanyi duaaaaaaaaaaaaaa, tapi kejadian itu ternyata hanya terjadi di iklan saja. Tetapi yang terpenting saat itu bukan pada Ayu Ting-Ting, mie atau bumbunya, tetapi kecapnya. Teringat pertemuanku sebelumnya pada sang mantan, persis seperti nasib kecap Sarimie isi dua yang siap kusobek. Kecap yang tercampur dengan minyak bagaikan diriku dan dirimu yang tak mungkin bisa bersatu walaupun telah dibungkus menjadi satu. Aku sangat sedih malam itu. Dalam diam akupun berharap, semoga besok aku tak lagi mencret karena memakan mie lebih dari satu #Edisi Galau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar