“Lubang Cahaya”
Jarwo : (sambil membuang putung rokok yang telah dihisap) hahaahhaahhahahahaha aku penguasa di sekitar sini! Binatang jalang yang ditakuti semua orang. Akan ku sikat semua uang orang yang lewat di hadapanku. Bukannya sama saja aku dengan para petinggi-petinggi yang korupsi itu sodara. Cuma bedanya mereka pakek cara halus dan preman pakek cara kasar. Hahahahaha akulah orang terhebat....hahahahahaha.
Surti : (menjitak kepala suaminya dari belakang) ealaaaahhhh, disuruh nyuci piring lhakok malah main-main di sini.pulang,pulang, pulang. Mau tidur di luar lagi (Sambil menjewer kuping Jarwo)
Jarwo : Ampun dek Surti, ampun, ampun…..(Sambil berjalan mengikuti jeweran Surti)
Di seberang jalan pinggir kota terlihat Jarwo dan Rojak bermain kartu domino sambil meneguk beberapa botol minuman keras. Tiba-tiba dari arah jalan raya berlari Bondet dengan wajah panik menuju tempat kedua temannya.
Jarwo : Ada apa ndet? Kelihatannya kamu kayak orang kesurupan begitu?
Bondet : Gawat Bro, gawaaat. (ngos-ngosan seperti hampir kehabisan nafas)
Rojak : Tenang, tenang. Setelah tenang baru ceritakan ada apa.
Bondet : anu, ada anak buahnya Mat Brewok brengsek sedang malak anak-anak sekolah di tempat kita
Jarwo : anjiiiing! Dia gak mandang aku sebagai pemimpin di wilayah ini. Selalu orang itu cari masalah, ayo…kita hajar mereka.
Berangkatlah mereka bertiga menemui anak buah Mat Brewok yang tengah melakukan transaksi narkoba.
Jarwo : hei bangsaaat….ngapain kau di situ. Aku hancurkan kalian semua.( sambil berjalan mendekati tempat transaksi)
Cukup tenang ketiga anak buah Mat Brewok mendengar gertakan Jarwo.
A.B1 : Banyak bacot kau, aku jadikan kau kerupuk kulit.( berlari mengawali serangan)
Satu jam perkelahian dan akhirnya anak buah Mat Brewok pun kalah.
Jarwo : (Menyincing kerah baju salah satu anak buah Mat Brewok) Bilang sama bos kau yang kutu kupret itu. Kalau kalian masih malak orang di wilayah kekuasaanku, kalian akan aku kirim ke SUUURRRGAAAAAAAAA!!!!!!!
A.B : Ampun bang, ampun…
Di samping trotoar terlihat anak kecil yang tanpa sengaja mendengarkan omongan Jarwo tadi.
Indri : Surga? Apa Abang itu tidak salah bicara? Berarti dia bisa membantuku.(Duduk tersimpu di pinggir jalan dengan menutup mulutnya dengan lutut).
Jarwo : Gimana bro kalian gak papa, ayo kita pulang
Bondet dan Rojak : Gak papa bos.(memegangi pipinya yang memar dan mengikuti langkah Jarwo pulang).
Ditengah perjalanan pulang mereka bertiga sadar kalau dia telah dibuntuti oleh anak kecil. Jarwo memerintahkan kedua temannya untuk lari dan bersembunyi di belokan gang depan. Anak kecil itupun ikut lari, seketika bingung sosok yang diikuti lenyap begitu saja. Tiba-tiba jarot membekap mulut anak dari belakang dan menyeretnya ke samping gang
Jarwo : Jiaaaahhh, kena kau curut kecil…..hahahahaha
Indri : Ampun bang, ampun… saya cuma minta tolong sama abang.
Jarwo, Rojak, dan Bondet terdiam seketika, kemudian melepaskan dekapannya dan mencari posisi duduk yang enak. Sambil menyalakan sepuntung rokok Jarot menanyakan nama dan maksud si pembuntut kecil itu.
Jarwo : Siapa namamu? Trus maksud kamu apa minta bantuan sama kita?
Indri : Namaku Indri, tadi denger Abang bicara tentang surga dan aku ingin tahu dimana surga itu berada.
Jarwo : Surga??? Kapan yah??? Waduh perasaan aku kagak pernah bicara-bicara tentang surga. Gimana menurutmu Jak, Ndet???
Bondet : Surga?? Itu apa yah??? Pasti sesuatu…
Rojak : Alhamdulillah yaaah….aku tahu dunk, yang biasanya disebut-sebut upah dari kebaikan itu kan, kayaknya begitu hahahaha.
Jarwo : Upah dari kebaikan? Aneh…dimana alamat surga ya. Kalau misalnya tidak ada upahnya kira-kira apa mau, orang-orang yang menamai dirinya “malaikat bumi” masih tetap berbuat baik…hahahahaha… Akhirnya kita juga yang menang….Preeeeeeeemaaann hahahahaha
Bondet& Rojak : (mengikuti tertawa si Jarot tanpa mengetahui maksud dari perkataannya). Hahahahahahaha
Rojak : oiya…Indri dimana rumahmu? Kenapa kamu mencari tempat itu. ada urusan apa kamu mau ke surga.
Indri : Aku tidak punya rumah, kata pemuda yang ada di Masjid dulu, Ibuku sudah ada di Surga. Aku ingin mencari dan bertemu dengan Ibuku.
Bondet : ibumu di Surga?
Jarwo : Kalau begitu kita akan bantu kamu mencari dimana Surga itu, tapi jangan sekarang sudah sore, besok pagi saja kita cari bersama-sama. Sementara kau tinggal di rumahku saja.
Rojak : Istrimu kagak cuap-cuap tuh Wok….? Lu kan takutnya setengah mati sama istrimu.
Jarwo : Bukannya takut Jak, masalahnya gua kagak dikasih jatah neeehh kalau ngelawan. Gampang dah si Surti biar aku yang urus.
Berpisahlah mereka semua menuju rumah masing-masing. Setibanya di rumah Jarwo dengan sedikit keraguan Jarwo mengetuk pintu rumahnya.
Jarwo : (Tok, tok, tok) Dek, abang datang, bukain pintu dunk dek Surti yang cantik.
Surti : (Terlihat membuka pintu dan menatap ke arah anak perempuan kecil yang dibawa Jarwo), anak siapa ini bang, abang ajarin yang kagak bener sama ini anak, atau abang culik?
Jarwo : Tenang Surti, jangan salah paham dulu. Anak ini mencari Ibunya, katanya Ibunya ada di surga.
Surti : Di surga?Dimana itu bang?
Jarwo : Makanya itu aku juga tidak tahu, sekali-kali lah kita bantu orang lain. Dia boleh tinggal sini sementara ya dek Surti ya hehehehe (menampakkan wajah berharap)
Surti : Baiklah, tapi tetep, Abang harus tidur di luar.
Jarwo : jiaaaaah dek, tega kau sama abang.
Surti : bodooo’
Keesokan harinya Jarwo, Indri, Bondet dan Rojak sudah janji ketemu di pos ronda tempat mereka nongkrong.
Bondet : Bagaimana men, kita cari kemana tempat surga itu.
Rojak : Aku tadi malam sih sempet tanya sama anak yang pesta miras bareng aku, katanya kalau mau cari surga ada di tempatnya Mama Yuli, ini alamatnya.(memberikan kertas bertuliskan alamat kepada Jarwo)
Jarwo : Mama Yuli?(sedikit memutar-mutar kertas itu). Sial kamu Jak udah tau aku gak bisa baca malah dikasih kertas ginian. Di geng kita cuma kamu satu-satunya lulusan SD, aku dan Bondet ngesot bangku sekolah aja kagak pernah.
Rojak : hehehehe sengaja (ketawa puassss), Kalau begitu ayo kita berangkat, aku tahu dimana tempatnya.
Mereka segera berangkat dan tidak lama kemudian sudah sampai di tempat Mama Yuli.
Jarwo : Bisa ketemu dengan Mama Yuli?
M. Yuli : Iya beib, saya sendiri. Ada perlu apa?
Jarwo : Kata teman saya di sini tempatnya surga, apa benar?
M.Yuli : owwwwww,hahahaha benar sekali kalian datang di tempat yang tepat.haahahaha. tunggu sebentar, Serliiiiiiii(teriak memanggil seseorang)
Serli : Iya Ma, ada apa?
M. Yuli : Ini ada orang yang mau nyari surga, tolong kamu kasih tahu dimana surga itu.
Serli : Owww, mari ikut aku ke dalam.
Jarwo : Biar aku periksa dulu, kalian tunggu di sini. (menatap Rojak, Bondet serta Indri dan berjalan mengikuti Serli)
Serli : (Menutup pintu kamar) Mau cari apa?
Jarwo : Aku mau cari surga
Serli : owwww..Akulah surga, kemarilah dan rasakan surgaku ini.
Jarwo : (Terlihat kebingungan) aku tanya dimana surga itu, malah disuruh bermain di atas ranjang.
Serli : Ow, ow, ow bukannya aku ini surganya para lelaki, mereka ke sini mengeluarkan banyak uang hanya untuk surga yang kau tawarkan ini.
Jarwo : Bangsat, itu untuk lelaki hidung belang yang membutuhkan orang sepertimu, bukan aku. Ini bukan yang aku cari, sebaiknya aku pergi dari sini.
Indri : Bagaimana bang?
Jarwo : Ini bukan tempat yang dicari, ini surga mereka bukan surga kita. Sebaiknya kita pergi dari sini.
Seharian mereka mencari dimana surga berada, sampai kecapekan dan kemudian mampir disalahsatu warung pinggir jalan
Rojak : Mak kopinya tiga, sama es teh satu.
Mak Warung : Iya den, dari mana ini kok kelihatannya capek semua?
Indri : Ini Mak, aku mau mencari surga? Katanya Ibuku sudah di sana, aku ingin bertemu Ibuku.
Mak Warung : Loh kok aneh, setahu Mak waktu dengerin pengajian kalau kita mau menemui surga , kita harus berbuat baik neng. Tapi bukan di dunia ini.
Indri : terus dimana Mak?
Mak Warung : Mak juga gak tahu.(menyodorkan es teh)
Jarwo : Indri, buku apaan tuh? Abang liat dari kemaren kamu bawa terus
Indri : Bukan apa-apa kok bang, Cuma rahasia. Hehehehe
Bondet : Anak kecil kok pakek rahasia-rahasiaan hahahahaha
Setelah merasa kenyang melahap gorengan, tiba-tiba Jarwo menarik tangan Indri
Jarwo : Ayo kaburrrrrr…….!!!!
Mak Warung : woeee, woeee, bayar dulu..waduhhh daganganku ludesss, dasar preman gilaaa…
Berhenti mereka di sudut gang.
Indri : kenapa tadi kabur bang?
Jarwo : Kita kagak bawa duwit.
Bondet : Ini lah kehidupan kita kalau ingin bertahan hidup.
Indri : Indri maunya kita kembali.
Rojak : gilaaaa, mau bunuh diri?gak usahhhh..!
Jarwo : heh curut kecil, kalau kamu mau balik, balik sana sendiri
Indri pun kembali sendirian tanpa di temani Jarwo, Rojak dan Bondet.
Indri : Mak.. Maaf Mak tadi kita lari, aku rela kerja di sini supaya bisa membayar utang tadi.
Mak Warung : Ya ampun, baik sekali hatimu dek. Gak usah dek, gak usah. Adek pergi saja, ini ada sedikit makanan, bawa siapa tahu nanti adek lapar.
Indri : Makasih Mak.
Indri berjalan menuju gang yang masih tampak ada Jarwo,Rojak dan Bondet.
Indri : tuh kan, apa Indri bilang…kebaikan itu pasti selamat.
Jarwo : ahhhh perduli setan, kamu masih mau mencari surga gak?
Indri : iya bang.
Jarwo : ya sudah ayo kita cari.
Sore telah tiba dan akhirnya mereka menyerah dalam pencariannya.
Bondet : Aku nyerah dah bos. Surga itu memang kagak ada.
Rojak : Bener Ndet surga emang kagak ada, tauk ah gelap.
Indri : Tolong dunk bang, tolongin Indri menemukan surga ( menangis menarik baju Jarwo)
Jarwo : Indri, hari ini kita cukup dulu nyarinya, besok kita lanjutkan lagi.
Dari arah belakang berlarian Mat Brewok dan anak buahnya ingin menyerang.
Mat Brewok : Woeeee kau cari masalah denganku, Serbuuuuuuuuuuu…
Terjadilah perkelahian yang amat sengit. Menyadari dirinya akan kalah Mat Brewok sekejap mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan akan menusukkan kepada Jarwo.
Mat Brewok : Rasakan ini…..!
Tiba-tiba Indri lari berusaha melindungi Jarwo dari pisau itu.
Indri : Jangaaaaannnnnn.
Indri tertusuk dan terkapar di jalan. Mat Brewok yang mengetahui ada korban yang berdarah memerintahkan anak buahnya untuk segera lari.
Mat Brewok : Kabooooooorrrrrrr.
Jarwo : Indriiiiii,kamu tidak apa-apa?(berusaha memangku Indri)
Indri : Tidak apa-apa bang, cuma tubuh Indri terasa dingin sekali.
Jarwo : Ya Tuhaaaaannn.(sedih melihat seorang anak kecil mengorbankan nyawanya demi dia)
Indri : Aku melihat Ibu melambaikan tangannya( sambil menujuk ke arah sebeberang jalan), Dia tersenyum kepadaku dan menginginkan aku ikut bersamanya.
Jarwo : Jangan bilang seperti itu Indri, kamu akan selamat kita akan menolongmu.
Indri : Ibu semakin dekat padaku, terimakasih bang. Bang Jarwo, bang Rojak, dan bang Bondet. Kalian telah membantuku menemukan menemukan Ibuku. Terimakasih, terimaka……sih.(Indri menghembuskan nafas terakhirnya dan suasana hening dan haru pun menyelimuti senja di sore itu.
Beberapa hari kemudian di pemakaman Indri,terlihat Jarwo, Bondet dan Rojak. Jarwo memegang dan membuka buku yang selalu dibawa Indri kemanapun dia pergi. Di dalam buku itu tertuliskan “ Indri tidak punya banyak mimpi dan angan. Tetapi aku ingin sekali satu hal, satu hal itu tidak mahal dan tidaklah berlebih. Aku hanya ingin dipeluk oleh Ibuku, walaupun itu hanya sekejap saja”.
Jarwo : (dalam hati) Selamat jalan Indri, semoga kau beristirahat tenang di sana. Dan kau bisa mendapatkan hangatnya pelukan Ibumu. Indri, mungkin kau yang berhasil lebih dulu melihat surga. Terimakasih ya Allah, melalui Indri Engkau telah membawaku ke jalan yang lurus dan kau telah membantuku keluar dari kesesatan. Aku akan terus berjalan dan berjalan berusaha sekuat tenaga, hingga waktunya nanti aku bisa menemukan surga yang sesungguhnya. (berjalan meninggalkan makam Indri).
“Tamat”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar