Senin, 14 November 2011
Mawar Di Atas Rel Kereta (CERPEN)
Terlihat seorang pemuda dengan kemeja dan setangkai mawar berjalan di bawah gerimisnya senja. dengan senyum yang lebar ia bergegas menuju sebuah rumah tinggi dan besar di sebuah perumahan elit. ia persiapkan rasa percaya dirinya menuju kesana dan menyiapkan mentalnya untuk bertemu bidadari yang telah menggilakan hatinnya.
Kirana itulah nama seorang gadis yang ia kejar-kejar. dari kejauhan terlihat senyumnya yang membuat pemuda itu semakin terpana. "Kirana apakah kamu bisa turun sebentar dari persembunyianmu itu", minta Yusuf karena keinginannya untuk menemui Kirana. Ya.. Yusuf, itulah nama panggilan pemuda si pembawa mawar. hei Kirana, aku kesini untuk membicarakan sesuatu kepadamu. Aku tidak apa yang bisa aku lakukan untuk meyakinkanmu tapi yang jelas aku merasa ada yang lain di hatiku."Apa Suf?",tanya Kirana. aku mencintaimu Kirana. Kata-kata Yusuf membuat Kirana bingung dan tidak berani menatap matanya. Kiranapun bicara dengan nada sedikit pelan. Yusuf, aku tidak menyangka kamu bakalan pnya perasaan lebih buat aku,tetapi kemarin-kemari aku sedikit merasa kamu punya rasa denganku. aku pun berniat untuk membuka hati untukmu, tapi nyatanya tidak bisa Suf. Dalam hatiku masih ada orang lain, walaupun sekarang pada kenyataannya aku masih sendiri. bawa kembali bunga mawarmu aku minta maaf tidak bisa menerima cintamu. Tapi aku cinta sama kamu Kirana",jawab Yusuf menegaskan maksudnya. Iya aku tahu, aku minta maaf tidak bisa menerimamu. Yusuf pun pulang dengan pesaan luka. satu minggu kemudian dia mendapati Kirana berpacaran dengan teman dekatnya. tanpa sengajaa Yusuf bertemu dengan sahabatnya yang sedang jalan berdua dengan Kirana dan menyapanya. "Hei Suf,bagaimana kabarmu, oh iya kenalkan ini Kirana Tunanganku bulan depan kita akan melangsungkan pernikahan",ujar sahabtnya tersebut. setelah pertemuan itu Yusuf merasa hancur ia berjalan di pinggir jalan dan masih merasakan tersakiti bahkan dianggap tidak ada, terlebih bayangannya sendiripun tidak mampu menolongnya. dilihatnya setangkai bunga yang sedikit layu sisa minggu lalu masih terlihat di bibir tasnya. hujan lebat mengguyur badannya yang kurus dan Yusuf berjalan menuju stasiun kereta. ia tidak punya daya untuk melihat dunia hingga keinginannya untuk bunuh diri muncul. berdirilah Yusuf di tengah rel kereta api dengan tangan terlentang ditemani hujan lebat dan tangisan yang menyakitkan menusuk hatinya. Setelah sekian lama terdengar sebuah kereta api berjalan dengan kecepatan tinggi dari arah utara menuju ke arahnya. pikiran Yusuf mulai terbuka, buat apa ia bunuh diri, apakah ini cara terbaik untuk membalas dendam?Tidak. Seketika ia langsung loncat menghindari kereta api yang melesat cepat menuju arahnya. Bunga mawar yang awalnya ingin dikasihkannya kepada Kirana terjatuh di atas rel dan terlindas oleh kereta api yang tengah lewat di depannya. Bunga itu hancur lebur sebagaimana hati Yusuf yang terluka karena Kirana. Ia larut dalam kesendiriannya dan berpikir "salah satu cara ampuh untuk balas dendam adalah menjadi lebih baik dari apa yang dikira". ya aku akan berusa jauh lebih baik dan akan aku buktikan padanya bahwa aku bisa jadi yang terbaik.......TO BE CONTINUE..............
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar