Okay, semoga beberapa pembahasan ini bisa menjadi refleksi bagi diriku terutama, umumnya buat semua yang membaca. Semoga. Ndak bermaksud menggurui, hanya share aje.
Pernah Pendekatan (PDKT) dengan cewek/cowok yang akan kamu jadikan pacar/istri/suami/majikan/pembantu/bla bla?Pernah pasti kan.
Terkadang pada fase ini, seorang cowok atau cewek terlihat sebagai sesosok bunga mawar yang terkesan indah, harum, dan membuat siapa saja yang melihatnya ignin memetiknya. Namun tak seperti kenyataan yang didapat ketika bunga itu telah menunjukkan durinya dan melukaimu *mak jleb. Kalau duri beneran mah mungkin cuma tergores, atau terluka agak lebar begitu ya. Lha jaman sekarang durinya sudah dimodifikasi. Diganti besi, berkarat pula besinya. Gimana gak tetanus tuh yang kena. makanya virus galau akut sekarang sedang mewabah di kalangan remaja, termasuk aku *nginget umur (kayaknya udah kepala dua)
Nah, biar tidak terlampau saling menyakiti di atas garis wajar, ini ada beberapa cara untuk bersikap, kalau misalkan ada tambahan, tambahkan sendiri ya Bro/Sis *Bro...bro...bro... Turun Bro. Kan kasihan tuh kalau virus yang namanya galau itu terus menyebar. Apalagi virus ini hampir merambah ke dunia anak-anak. Waduhhh Gaswat. Monggo ==>
1. Jadi diri sendiri aje
Setiap orang memiliki titik kecakepan masing-masing. gak percaya?Coba ngaca, lihat dirimu lebih dalam. Cakep kan? ( Jangan lupa Alhamdulillah). Cakeplah. Bagi yang belum menemukan letak kecakepannya, tolong lihat kaca itu lebih dalam lagi. Lebih dalam lagi. Belum ketemu? Pecahkan kacanya, bakar, buang kacanya. Kamu tidak salah, kacanya yang salah. It the real you, so kenapa kamu ingin jadi orang lain untuk mendapatkan pujaan hati. Sok perhatian lah, mentang-mentang pujaan hati suka musik dikit-dikit kamu nyanyiin lagu buat doi, padahal kamu jago banget gambar. Hiper wangi ketika berkunjung ke rumahnya padahal kamu alergi parfum. Sok ngajak jalan-jalan pakai mobilnya bos yang dititipin di bengkelmu. Kalau belum punya mobil ya di ajak wisata dengan motor, belum punya motor ya naik sepeda pancal, kalau belum punya sepeda ya jalan kaki, kakinya capek buat jalan. Ya diajak wisata hati saja dirumah masing-masing. Ndak usah memaksakan. Jadi diri sendiri tak harus mempertahankan kebiasaan buruk dan ngotot "ya ini aku, kalau gak bisa terima ya udah". Lha, kalau ada seseorang yang idealis memelihara kebiasaan buruknya. Waduhhh Gaswat. merapat aje ke taksi lain. Nikah itu ibarat naik taksi, si cewek penumpangnya dan si cowok supirnya. Eh kalau si cowok memelihara kebiasaannya kebut-kebutan sedangkan kamu kasih saran untuk pelan tapi dianya malah ngotot "Ya ini aku, kalau gak suka keluar aja". Saran : keluar saja. Yuk jadi diri sendiri, kalau ada yang tidak suka dengan itu maka itu masalah mereka, dari pada kamu jadi orang lain mereka suka dengan itu "It your problem". *haha sedang belajar bhs. Inggris kalau ada kesalahan sikat saja bebas hehehe
2. Gak usah berkorban
Pernah dengar gak, "Cinta bukan pengorbanan, saat kamu merasa berkorban di situlah cintamu mulai pudar"*Mbah Sidjiwo Tedjo. Kalau dipikir-pikir ya memang iyaaa. kalau mau berkorban ya berkorban saja, tapi ya ikhlas lah, ndak usah diungkit-ungkit. "Aku padahal dulu waktu PDKT sudah bla bla bla, tapi mengapa kamu sekarang tak memberikan hal yang sama". Kalau kamu lemparkan bola ke tembok yang datar di depanmu pasti akan kembali memantul ke kamu tapi dia bukan tembok. Berkorban sewajarnya saja, belum jadi istri/suami toh?
3. Aku vs Kamu
Nah ini, biasanya kalau waktu PDKT "kamu" itu menjadi sebuah pokok bahasan yang diprioritaskan. Kamu maunya kita kemana?Kamu maunya baju cople kita warnanya apa?Kamu pakai jaketku ya udaranya dingin, ini kamu pakai wajahku ya,wajah kamu gepeng *Tonyorrr. Lama kelamaan yang lebih populer malah "aku". Pokoknya aku maunya baju cople kita warna pink, Ngertiin aku dong. yah kalau sudah terjebak pada ego masing-masing apalagi salah satu dari mereka ada yang mengatasinya dengan sebuah dusta. hem, tinggal nunggu waktu aja. Biarkan ego negatif itu lewat di hatimu, lewat mah lewat aja. jangan disuruh mampir, bisa-bisa menyamankan diri sendiri dengan cara apapun. termasuk memaksa hehehe.
4. Segera Nikahi
Cinta yang indah itu jika perjalanannya berujung pada pernikahan. Ya mungkin poin ini yang masih menjadi jalan buntu buatku. Hanya saran, bagi teman-teman yang sudah tak memiliki kendala yang berarti segerakan menikah. silahkan diisi sebanyak-banyaknya untuk poin terakhir.
Pertengkaran-pertangkaran di dalam menjalin sebuah hubungan baik itu pertemanan, persahabatan, atau apalah sebutannya, tentunya pertengkaran itu biarkanlah terjadi, hingga mereka saling mengerti apa yang harus dan tidak harus dilakukan untuk tetap mempertahankan hubungan itu.
Sampai jumpa di tulisan yang lain
Follow my twitter untuk berbagi share @wandhiro
Pernah Pendekatan (PDKT) dengan cewek/cowok yang akan kamu jadikan pacar/istri/suami/majikan/pembantu/bla bla?Pernah pasti kan.
Terkadang pada fase ini, seorang cowok atau cewek terlihat sebagai sesosok bunga mawar yang terkesan indah, harum, dan membuat siapa saja yang melihatnya ignin memetiknya. Namun tak seperti kenyataan yang didapat ketika bunga itu telah menunjukkan durinya dan melukaimu *mak jleb. Kalau duri beneran mah mungkin cuma tergores, atau terluka agak lebar begitu ya. Lha jaman sekarang durinya sudah dimodifikasi. Diganti besi, berkarat pula besinya. Gimana gak tetanus tuh yang kena. makanya virus galau akut sekarang sedang mewabah di kalangan remaja, termasuk aku *nginget umur (kayaknya udah kepala dua)
Nah, biar tidak terlampau saling menyakiti di atas garis wajar, ini ada beberapa cara untuk bersikap, kalau misalkan ada tambahan, tambahkan sendiri ya Bro/Sis *Bro...bro...bro... Turun Bro. Kan kasihan tuh kalau virus yang namanya galau itu terus menyebar. Apalagi virus ini hampir merambah ke dunia anak-anak. Waduhhh Gaswat. Monggo ==>
1. Jadi diri sendiri aje
Setiap orang memiliki titik kecakepan masing-masing. gak percaya?Coba ngaca, lihat dirimu lebih dalam. Cakep kan? ( Jangan lupa Alhamdulillah). Cakeplah. Bagi yang belum menemukan letak kecakepannya, tolong lihat kaca itu lebih dalam lagi. Lebih dalam lagi. Belum ketemu? Pecahkan kacanya, bakar, buang kacanya. Kamu tidak salah, kacanya yang salah. It the real you, so kenapa kamu ingin jadi orang lain untuk mendapatkan pujaan hati. Sok perhatian lah, mentang-mentang pujaan hati suka musik dikit-dikit kamu nyanyiin lagu buat doi, padahal kamu jago banget gambar. Hiper wangi ketika berkunjung ke rumahnya padahal kamu alergi parfum. Sok ngajak jalan-jalan pakai mobilnya bos yang dititipin di bengkelmu. Kalau belum punya mobil ya di ajak wisata dengan motor, belum punya motor ya naik sepeda pancal, kalau belum punya sepeda ya jalan kaki, kakinya capek buat jalan. Ya diajak wisata hati saja dirumah masing-masing. Ndak usah memaksakan. Jadi diri sendiri tak harus mempertahankan kebiasaan buruk dan ngotot "ya ini aku, kalau gak bisa terima ya udah". Lha, kalau ada seseorang yang idealis memelihara kebiasaan buruknya. Waduhhh Gaswat. merapat aje ke taksi lain. Nikah itu ibarat naik taksi, si cewek penumpangnya dan si cowok supirnya. Eh kalau si cowok memelihara kebiasaannya kebut-kebutan sedangkan kamu kasih saran untuk pelan tapi dianya malah ngotot "Ya ini aku, kalau gak suka keluar aja". Saran : keluar saja. Yuk jadi diri sendiri, kalau ada yang tidak suka dengan itu maka itu masalah mereka, dari pada kamu jadi orang lain mereka suka dengan itu "It your problem". *haha sedang belajar bhs. Inggris kalau ada kesalahan sikat saja bebas hehehe
2. Gak usah berkorban
Pernah dengar gak, "Cinta bukan pengorbanan, saat kamu merasa berkorban di situlah cintamu mulai pudar"*Mbah Sidjiwo Tedjo. Kalau dipikir-pikir ya memang iyaaa. kalau mau berkorban ya berkorban saja, tapi ya ikhlas lah, ndak usah diungkit-ungkit. "Aku padahal dulu waktu PDKT sudah bla bla bla, tapi mengapa kamu sekarang tak memberikan hal yang sama". Kalau kamu lemparkan bola ke tembok yang datar di depanmu pasti akan kembali memantul ke kamu tapi dia bukan tembok. Berkorban sewajarnya saja, belum jadi istri/suami toh?
3. Aku vs Kamu
Nah ini, biasanya kalau waktu PDKT "kamu" itu menjadi sebuah pokok bahasan yang diprioritaskan. Kamu maunya kita kemana?Kamu maunya baju cople kita warnanya apa?Kamu pakai jaketku ya udaranya dingin, ini kamu pakai wajahku ya,wajah kamu gepeng *Tonyorrr. Lama kelamaan yang lebih populer malah "aku". Pokoknya aku maunya baju cople kita warna pink, Ngertiin aku dong. yah kalau sudah terjebak pada ego masing-masing apalagi salah satu dari mereka ada yang mengatasinya dengan sebuah dusta. hem, tinggal nunggu waktu aja. Biarkan ego negatif itu lewat di hatimu, lewat mah lewat aja. jangan disuruh mampir, bisa-bisa menyamankan diri sendiri dengan cara apapun. termasuk memaksa hehehe.
4. Segera Nikahi
Cinta yang indah itu jika perjalanannya berujung pada pernikahan. Ya mungkin poin ini yang masih menjadi jalan buntu buatku. Hanya saran, bagi teman-teman yang sudah tak memiliki kendala yang berarti segerakan menikah. silahkan diisi sebanyak-banyaknya untuk poin terakhir.
Pertengkaran-pertangkaran di dalam menjalin sebuah hubungan baik itu pertemanan, persahabatan, atau apalah sebutannya, tentunya pertengkaran itu biarkanlah terjadi, hingga mereka saling mengerti apa yang harus dan tidak harus dilakukan untuk tetap mempertahankan hubungan itu.
Sampai jumpa di tulisan yang lain
Follow my twitter untuk berbagi share @wandhiro

Tidak ada komentar:
Posting Komentar