Selasa, 25 Maret 2014

Tentang FILSAFAT

Halo rek..
Ini UTS aku tentang filsafat. Semoga bisa membantu terimakasih,.



1.      Jelaskan hubungan filsafat dengan pendidikan dan tunjukkan fungsi filsafat dalam ilmu pendidikan!
Jawab :  
Tidak bisa dinafikkan bahwa pendidikan membutuhkan filsafat dalam merumuskan bahkan dalam pelaksanaan pendidikan sekalipun. Pendidikan dalam arti luas dapat diartikan segala pengalaman belajar  yang berlangsung dalam segala hal lingkungan dan sepanjang hidup atau segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu.  Pendidikan dalam arti sempit dapat diartikan sekolah atau pengajaran yang diselenggarakan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal .Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan serta tugas sosial mereka.
Di dalam pendidikan terdapat pertanyaan-pertanyaan yang mendasar rasional yang tidak dapat atau seyogyanya tidak dijawab oleh ilmu atau cabang ilmu-ilmu.Contoh sederhananya apakah yang dimaksud dengan pengetahuan, dan/atau ilmu? Dapatkah kita bergerak ke kiri dan kanan di dalam ruang tetapi tidak terikat oleh waktu? Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah sekitar pendidikan dan ilmu pendidikan. Landasan filsafat pendidikan memberi perspektif filosofis yang seyogyanya merupakan “kacamata” yang dikenakan dalam memandang, menyikapi dan melaksanakan tugasnya. Dengan kata lain hakikat pendidikan, isi, tujuan, dan kebijakan dunia pendidikan menjadi lingkup kajian dalam filsafat pendidikan. Untuk itu filsafat dalam dunia pendidikan memiliki peranan yang strategis dalam dunia pendidikan. Maka pendidikan harus dibentuk bukan hanya mempelajari tentang filsafat, sejarah dan teori pendidikan, psikologi, sosiologi, antropologi atau disiplin ilmu lainnya, akan tetapi dengan memadukan konsep-konsep, prinsip-prinsip serta pendekatan-pendekatannya kepada kerangka konseptual kependidikan. Pedagogik bersifat filosofis dan empiris. Berfikir filosofis pada satu sisi dan di pihak lain pengalaman dan penyelidikan empiris berjalan bersama-sama.    Pedagogik mewujudkan teori tindakan yang didahului dan diikuti oleh berfikir filosofis. Dalam berfikir filosofis tentang data normative pedagogic didahului dan diikuti oleh oleh pengalaman dan penyelesaikan empiris atas fenomena pendidikan. Itulah fenomena atau gejala pendidikan secara mikro.
Pada tahapan ini ilmu pendidikan harus sedapat mungkin melakukan pengumpulan datanya sendiri langsung dari fenomena pendidikan, baik oleh partisipan-pengamat (ilmuwan) ataupun oleh pendidik sendiri yang juga biasa melakukan analisis apabila situasi itu memaksanya harus bertindak kreatif. Tentu saja untuk itu diperlukan prasyarat penguasaan atas sekurang-kurangnya satu ilmu Bantu yaitu filsafat umum. Sebaliknya ilmu pendidikan khususnya pedagogik (teoritis) adalah ilmu yang menyusun teori dan konsep yang praktis serta positif sebab setiap pendidik tidak boleh ragu-ragu atau menyerah kepada keragu-raguan prinsipil. Hal ini serupa dengan ilmu praktis lainnya yang mikro dan makro. Seperti kedokteran, ekonomi, politik dan hukum.
Jadi pedagogik menrupakan pengetahuan praktis dan filsafat merupakan pengetahuan teoritis dalam pendidikan. Kajian filsafat ilmu Pendidikan lihat dasar-dasar filsafah keilmuan terkait dalam arti dasar ontologis, dasar epistemologis, dan aksiologis, dan dasar antropolgis ilmu pendidikan. Ilmu pendidikan merupakan pengembangan dari suatu fenomena yang diteliti oleh para pendidik professional demi meningkatkan mutu pendidikan. Oleh sebab itu filsafat merupakan dasar ilmu pedogogik karena mencakup aspek yang  luas dalam pendidikan baik pengetahuan umum dan sosial.
Menurut Jalaludin dan Abdullah Idi pedan filsafat dalam dunia pendidikan adalah :
a.       Landasan filosofis yang menjiwai seluruh kebijakan dan pelaksanaan pendidikan
b.      Pemberi arah dan pedoman bagi usaha-usaha perbaikan, meningkatkan kemajuan dan landasan kokoh bagi tegaknya sistem pendidikan. Landasan yang kokoh sangat diperlukan bagi para pembangun pendidikan selanjutnya agar bangunannya menjadi kokoh dan tetap eksis.
Ada beberapa fungsi filsafat dalam ilmu pengetahuan diantaranya yaitu:
a.       Merumuskan dasar-dasar dan tujuan pendidikan, sifat dan hakikat manusia serta pendidikan , dan isi moral (sistem) nilai pendidikan.
b.      Merumuskan teori, bentuk dan sistem pendidikan, mencakup kepemimpinan pendidikan, politik pendidikan, bahan pendidikan, metodologi pendidikandan pengajaran, pola-pola akulturasi serta peranan pendidikan dalam pembangunan bangsa dan negara.
c.       Merumuskan hubungan antara agama, filsafat, filsafat pendidikan, teori pendidikan dan
2.      Diantara aliran filsafat pendidikan, mana yang paling mendominasi pengaruhnya terhadap kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional kita yang ideal dalam kerangka filsafat!
Jawab :
Filsafat pendidikan adalah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai keakar-akarnya mengenai pendidikan. Filsafat pendidikan dijabarkan dari filsafat, artinya filsafat Pendidikan tidak bolah bertentangan dengan filsafat. Berbagai aliran filafat pendidikan tersebut di atas, memberikan dampak terciptanya konsep-konsep atau teori-teori pendidikan yang beragam. Masing-masing konsep akan mendukung filsafat pendidikan itu. Dalam membangun teori-teori pendidikan, filsafat pendidikan juga mengingatkan agar teori-teori itu diwujudkan diatas ebenaran berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan. Dengan kata lain, teori-teori pendidikan harus disusun berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah. Berdasarkan beberapa macam aliran filsafat pada hakikatnya dalam mengkaji pendidikan di Indonesia terpengaruh atas semua aliran filsafat. Pendidikan pada dasarnya harus idealis, realis, eksistensi, materialis, pragmatis, progresif dan secara terus menerus harus di rekonstruksi sesuai dengan kebutuhan terkini untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan yang sedang menjadi pokok permasalahan. Sebagai contoh Esensialisme timbul karena adanya tantangan mengenai perlunya usaha emansipasi diri sendiri, sebagaimana dijalankan oleh para filsuf pada umumnya ditinjau dari sudut Abad Pertengahan. Mengingat beberapa aliran filsafat pendidikan yang dominan di dunia yaitu Esensialis, Perenialis, Progresivis, Rekonstruksionis, Eksistensialisi. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwasanya aliran-aliran tersebut dapat digunakan di Indonesia. Namun, letak penggunaanya akan disesuaikan dengan permasalahan yang akan diselesaikan dalam sebuah persoalan pendidikan.
3.      Dalam kerangka filsafat pendidikan mengapa manusia, Tuhan, dan alam menjadi saling berubungan dan mengapa manusia justru menjadi tema sentral pendidikan. Jelaskan!
Jawab :
Kata Tuhan merujuk pada Zat Abadi dan supranatural biasanya di gambarkan sebagai Zat yang memerintah alam semesta dan jagat raya ini. Seperti yang telah ditulis dalam AlQuran surat Al-Baqarah ayat 29 bahwasaya Allah berfirman “Dia-Lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak”. Manusia merupakan penciptaan yang mempunyai dua komponen yaitu jasmani dan rohani. Dengan kelengkapan fisik atau jasmani manusia dapat melaksanakan tugas-tugasnya yang memerlukan dukungan fisik maupun rohani. Sedangkan Alam semesta merupakan realitas yang dihadapi oleh manusia, yang sampai kini baru sebagian kecil saja yang dapat diketahui dan diungkap oleh manusia. Bagi seorang ilmuwan akan menyadari bahwa manusia diciptakan bukanlah untuk menaklukkan seluruh alam semesta, akan tetapi menjadikannya sebagai fasilitas dan sarana ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan dari potensi manusia yang sudah ada saat ajali.




Hubungan atara Tuhan, manusia, dan alam jika bisa digambarkan dalam bentuk lingkaran adalah lingkaran besar itu adalah Tuhan lingkaran di dalamnya adalah alam dan kemudian manusia. Tuhan yang telah menciptakan manusia serta alam semesta. Berarti tanpa adanya Tuhan, manusia serta alam semesta tidak akan tercipta. Hubungan manusia dengan Tuhan tidaklah sama dengan hubungan manusia dengan manusia. Hubungan manusia dengan Tuhan adalah dengan cara batin, manusia dengan tuhan tidak akan bisa terpisah. Di dalam Hadits Rasulullah SAW (hadits Qudsi) bahwa Allah SWT berada di dalam inti manusia berikut Haditsnya : “ Aku jadikan pada manusia itu ada istana (qashr), di dalam istana itu ada dada (Shadr), di dalam shadr itu ada kalbu (qalb), di dalam Qalb itu ada (fu’ad), di dalam Fuad itu ada (syaghaf), di dalam syaghaf itu ada (lubb), dan di dalam lubb itu ada (sirr) dan di dalam sirr itu ada AKU (Ana). Sebagaimana gambar berikut



Hubungan manusia dengan alam pun sama halnya dengan manusia dan Tuhan. Kehidupan manusia dapat berlangsung karena adanya alam, alam diciptakan oleh Tuhan untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia yang dibutuhkan. Manusia butuh karena hasil alamnya dan alampun butuh manusia karena alam butuh perawatan. Maka dari itu harus ada keseimbangan antara pemanfaatan dan penggunaan sehingga terjadi sinergi antara manusia, alam dan Tuhan selaku pencipta keseluruhan kehidupan.

Mohon maaf sumbernya ane lupa ngasih dulu jadi di sini terpaksa ndak ane tulis. tapi yang jelas, dari buku-buku tepercaya. Trimakasih

Tidak ada komentar: