Halo rek..
Ini UTS aku tentang filsafat. Semoga bisa membantu terimakasih,.
Hubungan manusia dengan alam pun sama halnya dengan manusia dan Tuhan. Kehidupan manusia dapat berlangsung karena adanya alam, alam diciptakan oleh Tuhan untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia yang dibutuhkan. Manusia butuh karena hasil alamnya dan alampun butuh manusia karena alam butuh perawatan. Maka dari itu harus ada keseimbangan antara pemanfaatan dan penggunaan sehingga terjadi sinergi antara manusia, alam dan Tuhan selaku pencipta keseluruhan kehidupan.
Mohon maaf sumbernya ane lupa ngasih dulu jadi di sini terpaksa ndak ane tulis. tapi yang jelas, dari buku-buku tepercaya. Trimakasih
Ini UTS aku tentang filsafat. Semoga bisa membantu terimakasih,.
1. Jelaskan
hubungan filsafat dengan pendidikan dan tunjukkan fungsi filsafat dalam ilmu
pendidikan!
Jawab
:
Tidak bisa dinafikkan bahwa
pendidikan membutuhkan filsafat dalam merumuskan bahkan dalam pelaksanaan
pendidikan sekalipun. Pendidikan dalam arti luas dapat diartikan segala pengalaman belajar yang berlangsung
dalam segala hal lingkungan dan sepanjang hidup atau segala situasi hidup yang
mempengaruhi pertumbuhan individu. Pendidikan dalam arti sempit dapat diartikan sekolah atau pengajaran yang diselenggarakan disekolah
sebagai lembaga pendidikan formal .Pendidikan adalah segala pengaruh yang
diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar
mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap
hubungan-hubungan serta tugas sosial mereka.
Di dalam pendidikan terdapat
pertanyaan-pertanyaan yang mendasar rasional yang tidak dapat atau seyogyanya tidak dijawab oleh ilmu atau
cabang ilmu-ilmu.Contoh sederhananya apakah yang dimaksud dengan pengetahuan, dan/atau
ilmu? Dapatkah kita bergerak ke kiri dan kanan di dalam ruang tetapi tidak
terikat oleh waktu? Masalah yang dibahas
dalam makalah ini adalah sekitar pendidikan dan ilmu pendidikan. Landasan filsafat pendidikan
memberi perspektif filosofis yang seyogyanya merupakan “kacamata” yang
dikenakan dalam memandang, menyikapi dan melaksanakan tugasnya. Dengan kata lain
hakikat pendidikan, isi, tujuan, dan kebijakan dunia pendidikan menjadi lingkup
kajian dalam filsafat pendidikan. Untuk itu filsafat dalam dunia pendidikan
memiliki peranan yang strategis dalam dunia pendidikan. Maka pendidikan harus dibentuk bukan
hanya mempelajari tentang filsafat, sejarah dan teori pendidikan, psikologi,
sosiologi, antropologi atau disiplin ilmu lainnya, akan tetapi dengan memadukan
konsep-konsep, prinsip-prinsip serta pendekatan-pendekatannya kepada kerangka
konseptual kependidikan. Pedagogik bersifat filosofis dan empiris.
Berfikir filosofis pada satu sisi dan di pihak lain pengalaman dan penyelidikan
empiris berjalan bersama-sama. Pedagogik mewujudkan
teori tindakan yang didahului dan diikuti oleh berfikir filosofis. Dalam
berfikir filosofis tentang data normative pedagogic didahului dan diikuti oleh
oleh pengalaman dan penyelesaikan empiris atas fenomena pendidikan. Itulah
fenomena atau gejala pendidikan secara mikro.
Pada tahapan ini ilmu pendidikan harus sedapat mungkin melakukan pengumpulan datanya sendiri
langsung dari fenomena pendidikan, baik oleh partisipan-pengamat (ilmuwan)
ataupun oleh pendidik sendiri yang juga biasa melakukan analisis apabila
situasi itu memaksanya harus bertindak kreatif. Tentu saja untuk itu diperlukan
prasyarat penguasaan atas sekurang-kurangnya satu ilmu Bantu yaitu filsafat
umum. Sebaliknya
ilmu pendidikan khususnya pedagogik
(teoritis) adalah ilmu yang menyusun teori dan konsep yang praktis serta
positif sebab setiap pendidik tidak boleh ragu-ragu atau menyerah kepada
keragu-raguan prinsipil. Hal ini serupa dengan ilmu praktis lainnya yang mikro
dan makro. Seperti kedokteran, ekonomi, politik dan hukum.
Jadi pedagogik
menrupakan pengetahuan praktis dan filsafat merupakan pengetahuan teoritis
dalam pendidikan. Kajian filsafat ilmu Pendidikan lihat dasar-dasar filsafah keilmuan terkait dalam arti dasar
ontologis, dasar epistemologis, dan aksiologis, dan dasar antropolgis ilmu
pendidikan. Ilmu pendidikan merupakan pengembangan dari suatu fenomena yang
diteliti oleh para pendidik professional demi meningkatkan mutu pendidikan. Oleh
sebab itu filsafat merupakan dasar ilmu pedogogik karena mencakup aspek
yang luas dalam pendidikan
baik pengetahuan umum dan sosial.
Menurut Jalaludin
dan Abdullah Idi pedan filsafat dalam dunia pendidikan adalah :
a. Landasan filosofis yang menjiwai seluruh
kebijakan dan pelaksanaan pendidikan
b. Pemberi arah dan pedoman bagi usaha-usaha
perbaikan, meningkatkan kemajuan dan landasan kokoh bagi tegaknya sistem
pendidikan. Landasan yang kokoh sangat diperlukan bagi para pembangun
pendidikan selanjutnya agar bangunannya menjadi kokoh dan tetap eksis.
Ada beberapa fungsi filsafat
dalam ilmu pengetahuan diantaranya yaitu:
a. Merumuskan dasar-dasar dan tujuan pendidikan, sifat dan
hakikat manusia serta pendidikan , dan isi moral (sistem) nilai pendidikan.
b. Merumuskan teori, bentuk dan sistem pendidikan,
mencakup kepemimpinan pendidikan, politik pendidikan, bahan pendidikan,
metodologi pendidikandan pengajaran, pola-pola akulturasi serta peranan
pendidikan dalam pembangunan bangsa dan negara.
c. Merumuskan hubungan antara agama, filsafat, filsafat
pendidikan, teori pendidikan dan
2. Diantara
aliran filsafat pendidikan, mana yang paling mendominasi pengaruhnya terhadap
kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional kita yang ideal dalam
kerangka filsafat!
Jawab :
Filsafat pendidikan adalah
hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai keakar-akarnya mengenai
pendidikan. Filsafat pendidikan dijabarkan dari filsafat, artinya filsafat
Pendidikan tidak bolah bertentangan dengan filsafat. Berbagai
aliran filafat pendidikan tersebut di atas, memberikan dampak terciptanya
konsep-konsep atau teori-teori pendidikan yang beragam. Masing-masing konsep
akan mendukung filsafat pendidikan itu. Dalam membangun teori-teori pendidikan,
filsafat pendidikan juga mengingatkan agar teori-teori itu diwujudkan diatas ebenaran berdasarkan
kaidah-kaidah keilmuan. Dengan
kata lain, teori-teori pendidikan harus disusun berdasarkan hasil-hasil
penelitian ilmiah. Berdasarkan beberapa macam aliran filsafat pada hakikatnya dalam
mengkaji pendidikan di Indonesia terpengaruh atas semua aliran filsafat. Pendidikan
pada dasarnya harus idealis, realis, eksistensi, materialis, pragmatis,
progresif dan secara terus menerus harus di rekonstruksi sesuai dengan
kebutuhan terkini untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan yang sedang
menjadi pokok permasalahan. Sebagai contoh Esensialisme
timbul karena adanya tantangan mengenai perlunya usaha emansipasi diri sendiri,
sebagaimana dijalankan oleh para filsuf pada umumnya ditinjau dari sudut Abad
Pertengahan. Mengingat beberapa aliran filsafat
pendidikan yang dominan di dunia yaitu
Esensialis, Perenialis, Progresivis, Rekonstruksionis, Eksistensialisi. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwasanya
aliran-aliran tersebut dapat digunakan di Indonesia. Namun, letak penggunaanya
akan disesuaikan dengan permasalahan yang akan diselesaikan dalam sebuah
persoalan pendidikan.
3. Dalam
kerangka filsafat pendidikan mengapa manusia, Tuhan, dan alam menjadi saling
berubungan dan mengapa manusia justru menjadi tema sentral pendidikan.
Jelaskan!
Jawab :
Kata Tuhan merujuk pada Zat Abadi dan
supranatural biasanya di gambarkan sebagai Zat yang memerintah alam semesta dan
jagat raya ini. Seperti yang telah ditulis dalam AlQuran surat Al-Baqarah ayat
29 bahwasaya Allah berfirman “Dia-Lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di
bumi untuk kamu dan dia berkehendak”. Manusia merupakan penciptaan yang
mempunyai dua komponen yaitu jasmani dan rohani. Dengan kelengkapan fisik atau
jasmani manusia dapat melaksanakan tugas-tugasnya yang memerlukan dukungan
fisik maupun rohani. Sedangkan Alam
semesta merupakan realitas yang dihadapi oleh
manusia, yang sampai kini baru sebagian kecil saja yang dapat diketahui dan
diungkap oleh manusia. Bagi seorang ilmuwan akan menyadari bahwa manusia
diciptakan bukanlah untuk menaklukkan seluruh alam semesta, akan tetapi
menjadikannya sebagai fasilitas dan sarana ilmu pengetahuan yang dapat
dikembangkan dari potensi manusia yang sudah ada saat ajali.
Hubungan atara Tuhan, manusia, dan alam jika bisa digambarkan dalam
bentuk lingkaran adalah lingkaran besar itu adalah Tuhan lingkaran di dalamnya
adalah alam dan kemudian manusia. Tuhan yang telah menciptakan manusia serta
alam semesta. Berarti tanpa adanya Tuhan, manusia serta alam semesta tidak akan
tercipta. Hubungan manusia dengan Tuhan tidaklah sama dengan hubungan manusia
dengan manusia. Hubungan manusia dengan Tuhan adalah dengan cara batin, manusia
dengan tuhan tidak akan bisa terpisah. Di dalam Hadits Rasulullah SAW (hadits
Qudsi) bahwa Allah SWT berada di dalam inti manusia berikut Haditsnya : “ Aku
jadikan pada manusia itu ada istana (qashr), di dalam istana itu ada dada
(Shadr), di dalam shadr itu ada kalbu (qalb), di dalam Qalb itu ada (fu’ad), di
dalam Fuad itu ada (syaghaf), di dalam syaghaf itu ada (lubb), dan di dalam
lubb itu ada (sirr) dan di dalam sirr itu ada AKU (Ana). Sebagaimana gambar
berikut
Hubungan manusia dengan alam pun sama halnya dengan manusia dan Tuhan. Kehidupan manusia dapat berlangsung karena adanya alam, alam diciptakan oleh Tuhan untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia yang dibutuhkan. Manusia butuh karena hasil alamnya dan alampun butuh manusia karena alam butuh perawatan. Maka dari itu harus ada keseimbangan antara pemanfaatan dan penggunaan sehingga terjadi sinergi antara manusia, alam dan Tuhan selaku pencipta keseluruhan kehidupan.
Mohon maaf sumbernya ane lupa ngasih dulu jadi di sini terpaksa ndak ane tulis. tapi yang jelas, dari buku-buku tepercaya. Trimakasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar